Jangan uji aku tentang kesabaran
bukankah kau tahu, Puan?
Sejak kepedulianmu mulai padam
aku masih bertahan
tak bosan, menanti senyuman.
#puisipendek
~@aksara_kaca
meski rapuh menyulam badan
tetapi engkau,
anggun menikam kelam.
di mataku, duhai
kuhapus nyeri luka perjalanan
darimu yang menanam pancang
tegak menghunjam ingatan.
~@__ning__0
Kata telah rampung,
kisah kita dari rangkai kenang yang mengulang; semu.
Di kesunyian malam, puisi tercipta laksana pijar terangi kelam. Rasa pun terpatri dalam tangis pipi yang sendu.
~@Pemudabaja
Bulan meredup,
turut meratapi kepergianmu.
Dan rasa sakit ini,
betah bersemayam dalam dadaku,
seperti api
yang mengabukan kayu-kayu.
#PuisiAmbyar
••• @nanorasendriya
Kekasih,
Tentangmu selalu prosa
Indahmu,
Kulukis dalam majas metafora
"Ayumu, lebih pahit madu"
Di hatiku,
Cintamu begitu nyala
Lebih benderang dari purnama
Lebih cahaya dari gemintang prana
#KuisPP
~@titis_joe
Dan kau
melepas kenangan
yang kucatat bertahun-tahun,
sepasang senyum tampak gugur
di antara daun-daun
yang jatuh di atas batu;
hanyut terbawa arus sungai itu.
#puisiambyar
••• @saraleeco123
Aku tahu diri, menyelami jiwa yang tak seelok dirimu. Makanya diam-diam aku mengamini doa diam-diammu. Ketika bersua seperti orang lain, ketika berpisah sama-sama menanggung gelora rindu terdidihnya. Inikah siksa yang indah atas cinta yang tak mudah?
#puisimalam
~@darmannya
Ku ingatkan tuan ini tetaplah rumah meskipun pernah remuk parah…
Jadi mohon maaf tuan jika hadirmu hanya sekedar singgah janganlah tuan menjadi betah…
@kopiombak@PelangiPuisi@Air_Sunyi@SajakDalamKopi