Kalimat populer di Jawa, "Opo Jare Gusti" (Apa Kata Tuhan) sering dimunculkan dalam berbagai aksentuasi:
- Kepasrahan
- Ketakberdayaan
- Putus harapan
- Menghibur diri
Padahal maknanya sangat dalam:
Apa yg Dikehendaki Allah terjadi, yang tidak Dikehendaki tidak bakal terjadi
Pemandangan ini lebih aneh. Mungkin jutaan atau milyaran manusia, sedang dirantai, lalu diseret dengan paksa agar masuk syurga. Tapi mereka menolak dan berteriak, "Tuhan, aku masih muda, masih ingin menikmati kekayaan, fasilitas dunia. Biarkan kami arungi lautan nerakaMu dulu..."
Ilmu melahirkan kata, kata melahirkan gerakan (amaliyah), gerakan melahirkan budaya dan peradaban. Apakah ilmu itu lahir dari cahaya atau dari kegelapan, sangat menentukan kata dan gerakannya, bahkan menentukan budaya dan peradabannya, apakah gelap atau terang.
"Di, kamu kok sekarang agak nganeh-nganehin. Caramu berpakaian, gayamu, caramu bicara.."
"Biar beda lah Dul. Bosen aku dengan yang mapan-mapan..."
"Kalau asal beda, itu waton suloyo.."
"Nyentrik dikit kan boleh...Ini kan seni..Dul"
"Alasanmu..Kamu bisa kehilangan dirimu lho.."
Saya ngangguk sambil senyum ke arah istri.
Uang dan Rejeki bisa dicari lagi. Ini kondisinya urgent. Saya dan istri gak terlalu berharap uangnya kembali, bisa membantu keluarga yg kesusahan, kita sgt ikhlas.
Bagaimana aku takut miskin, sedang aku adlh hamba dr yg Maha Kaya Raya.
Maqom Diam
1. Diamnya lisan dari bicara keburukan
2. Diamnya Nafsu dari hasrat-hasratnya
3. Diamnya Qalbu wuquf di hadapan Allah swt.
4. Diamnya Ruh fana' Billah
5. Diamnya Sirr dari segala hal selain Allah swt.
Diam lisan saja sudah bagus. Tidak bagus ketika membentak, "Diamm!"
Tawakal posisinya sebelum Ikhtiyar, karena hati yang berserah akan merasakan kreatifitas yang disertai oleh Allah swt. Bekerja dan berfikir dengan hati yang merdeka, karena hati bebas dari beban. Hati telah disandarkan padaNya.
Rasulullah saw mengajari kita wirid Subhanallah 33 x Alhamdulillah 33 x Allahu Akbar 34 x setiap habis Shalat Fardhu, antara lain agar:
- Ego dan kemusyrikan luntur
- Husnudzon kepada Allah
- Segala hal selain Allah itu hanya ilusi belaka.
Rasakan itu dalam hati berulang-ulang
"Malam ini kamu tidak sholat tahajud?"
"Sholat, tapi males-malesan..."
"Kenapa?"
"Apakah Allah mau menemuiku?"
"Bagaimana menemuimu kalau kamu mencurigaiNya?"
"Masak sih manusia seperti aku ditemui Tuhan?"
"Begini... Allah menemuimu, maka kamu ditakdirkan tahajud."
Allah memasukkan ahli maksiat ke syurga, tidak mengurangi sedikit pun keadilanNya. Allah memasukkan ahli ibadah ke neraka, tidak mengurangi sedikitpun Kasih SayangNya.
Jangan pernah kehilangan harapan
Jangan pernah sombong karena ibadahmu.
https://t.co/unqYO7IXeL