Gonta ganti hijab utk menipu identitas, nempel poster ukuran A4 pula. Kok berani. Pdhl kalau keterima di konferens LN, menempel poster aja suatu kebanggaan, desainnya dibuat bagus dan ketentuan poster dibaca berkali2.
Riset di bidang kesehatan pula.
Yg rusak nama satu Indonesia.
Teruntuk Mbak Prihatin eh Prihantini dan Mas Rizaldy.
Ada update dari massatsetsedunia di thread bahwa anda juga mengikutsertakan keluarga (nama Ibu anda) dalam hal ini untuk masuk sebagai author.
Anda juga memasukkan salah satu instansi dan sudah ada yg menyanggah.
Kemana anda saat ini?
Pada saat melakukan fabrikasi data yang kemudian menjadi ajang untuk disubmit di conference dan dapat travel grant, apakah tak terbetik dengan nasib kami para dosen dan ilmuwan Indonesia yang juga sedang berjuang membangun kolaborasi riset International?
Pemalsuan riset terorganisir yg baru ketahuan saat konferensi di Denmark ini jatuhnya WHITE COLLAR CRIMINAL.
Saya pun penasaran jejaring pelakunya. Di akun IG w.o.d.d sebenarnya udah di-spill nama2nya.
Tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. Dan ini yg saya temukan
Ngeklip2 gini 8 hari aja udh bisa 600 followers.
100% organik, beberapa video ada yg FYP juga.
3 video per hari fully automated.
Dari ngeklip - kasih subtitle - upload.
Semuanya krn ffmpeg :*
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹
“karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
Alhamdulillah, akhirnya Panduan Pendidikan Keamanan Siber yang telah kami susun bersama tim dari PUSKURJAR Kemendikdasmen, Badan Siber dan Sandi Negara, para praktisi serta perwakilan pendidik telah terbit dan dapat diunduh di https://t.co/QJroUSZrdX
Dokumen ini merupakan panduan komprehensif yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk membekali institusi pendidikan, pendidik, orang tua, dan pelbagai pihak dengan strategi melindungi pelajar di ruang siber.
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Beyond the winners of our "Built with Opus 4.6 Claude Code Hackathon," there were so many amazing projects that deserve a shoutout.
Today I want to highlight Pasal by Ilham Putra. 280 million Indonesians can't easily search their own laws. Pasal fixes that.
Do not use BigQuery + Snowflake + Redshift, use ClickHouse for low latency interactive analytical queries.
Do not use MongoDB + Elasticsearch, use PostgreSQL for documents plus relational queries together.
Do not use SQLite + pandas, use DuckDB for fast local analytical SQL workloads.
Do not use Loki + Elasticsearch, use VictoriaLogs for high volume centralized log storage.
Do not use Prometheus + Thanos + Mimir, use VictoriaMetrics for long retention metrics at scale.
Do not use InfluxDB + custom rollups, use TimescaleDB for SQL based time series analytics.
Do not use Cassandra clusters, use ScyllaDB for higher throughput with fewer nodes.
Do not use Redis + Memcached, use Dragonfly for memory efficient caching under load.
Do not use ZooKeeper + Consul, use etcd for simple strongly consistent service coordination.
Do not use MySQL sharding + proxies, use TiDB for distributed SQL with horizontal scaling.
Do not use Elasticsearch + Solr, use Meilisearch for lightweight application search with ranking.
Do not use Pinecone + Milvus, use Qdrant for efficient vector similarity search services.
Do not use Neo4j clusters, use Memgraph for faster in memory graph processing.
Do not use HBase + Hadoop, use Bigtable for managed wide column storage simplicity.
Do not use RocksDB custom wrappers, use BadgerDB for pure Go embedded key value.
Do not use Kafka + Zookeeper, use Redpanda for simpler Kafka compatible streaming clusters.
Do not use Spark + Hive + Presto, use Trino for fast distributed SQL over lakes.
Do not use Airflow metadata in MySQL, use PostgreSQL for reliable workflow state storage.
Do not use S3 + Athena + Glue, use MotherDuck for managed DuckDB analytics in cloud.
Aku juga kadang ngakalin 😁
1. Ciptakan sense or urgency
2. Buat deadline versi diri sendiri
3. Pecah jadi action plan
4. Start small
5. Disiplin > Motivasi
Apapun itu klo ga ada deadline yang jelas maka potensi menunda akan makin tinggi. Kita akan selalu ngerasa punya waktu.
Bencana di Sumatera semakin membuat terang benderang kalau ga semua leader punya leadership. Leadership itu bisa ditunjukkan oleh formal leader seperti Gubernur Aceh Mualem, atau informal leader seperti Ferry Irwandi. Kadang leader yang powernya gede malah ga punya leadership.
"Gogo, kamu itu kalau nulis dokumen ilmiah jangan nulis 'dan lain-lain.' Tulis yang jelas donk itu ada apa aja. Jangan-jangan setelah dikembangkan ternyata ga ada yang lain"
Itulah yang diajarin oleh almarhum Bu Inge soal clarity yang aku masih sering terngiang2 sampai sekarang
Jadi pas ada orang bilang
"Jadi kita bisa melakukan AI, Big Data, IoT, dan lain-lain"
aku jadi berburuk sangka "sebenernya ga ada yang lain. Udah tiga itu aja"
Dan lain-lain adalah bahasa jualan biar kita kelihatan lebih dari yang sebenarnya 👌
Kadang kita suka nge-share article dan link ke rekan 📝
Terus udah link aja 🔗. Kita berharap teman-temin kita bakal buka URL-nya terus baca dan mengerti 💡
Ini ga efisien dan agak kurang bertanggung jawab. Karena rekan kita mungkin ga tau kenapa kita share 🤔
Karena setuju? Tidak setuju?
Karena kita mau rekan kita melakukan sesuatu terhadap info di link itu?
Apa perspektif kita terhadap artikel itu? Apa yang menurut kita penting, mana yang ngga penting?
Don't ❌
Do ✅
Kalo udah share kan berarti kita dah baca. Ga ada salahnya nambah rangkuman + add our perspective kenapa penting buat teammate kita harus baca itu link
Ada dua cara untuk stand out: jadi the best di satu skill, atau jadi top-20% di dua skill yang ketika digabung jadi kombinasi yang sulit ditiru.
Jalur kedua biasanya lebih realistis. lo gak perlu jadi "the best in the world" di satu hal. Cukup bisa dua domain yang saling menguatkan: software development + persuasive writing, design + product thinking, data + storytelling.
Begitu digabung, hasilnya compounding, bukan linear. Dan ini jauh lebih achievable.