Sadar nggak: sengkarut pemberantasan korupsi, gesekan antar institusi penegak hukum dan pelibatan TNI, dan pembiaran ini semua bermuara pada satu hal yaitu pemimpin yang tidak kompeten. Titik.
Alasan prabowo bebaskan 3000 hektar lahan gambut di Merauke untuk ditanami padi adalah antisipasi perang yang akan melanda Indonesia di masa depan. #Papua#Merauke
Aku nggak heran sih dengan sifat aktivis seperti Budiman ini. Sebenernya dia nggak berubah, tapi justru itulah sifat aslinya. Kalau kamu pernah gabung di organisasi kemahasiswaan/pergerakan, kamu akan tahu kalau di sana ada banyak mahasiswa yang mengaku aktivis, bacaannya buku kiri, pemikirannya kritis, tapi sifat aslinya kayak pemerintah: fafifu omong kosong, otoriter, haus kekuasaan, dan senang membungkam kritik internal. Dan ini yang nggak kalah penting, suka mainin anggaran proyek!
Banyak dari mereka yang lantang meneriakkan keadilan di podium demonstrasi, tapi di dalam rapat organisasi justru bertindak layaknya diktator kecil yang anti-kritik. Retorika perjuangan rakyat sering kali hanya dijadikan topeng intelektual untuk memuaskan ego pribadi dan membangun kultus individu di kalangan anggota baru.
Hal ini bukan kejadian yang aneh karena karakter oportunis mereka bangun sejak di bangku kuliah. Mereka nggak pernah benar-benar membenci kesewenang-wenangan atau ketidakadilan sistem yang ada. Mereka kayaknya hanya benci karena bukan mereka yang sedang memegang kendali dan duduk di kursi kekuasaan itu.
Trust me, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Aku nggak menggeneralisir semua yang gabung di organasisasi kemahasiswaan/pergerakan begitu semua ya, tapi … ytta.
Akhirnya nemu jg
Kata2 mutiara mahasiswa ini yg membuat Budiman Sudjatmiko mengeluarkan watak aslinya 👍🏻
Semua yg disampaikan bener banget tuh...
Makanya Budiman jd kepanasan kek cacing dijemur..
Woiiii gosah kerahkan buzzer jg
Hadapi mahasiswa noh!!
Gosah ngomongin munafik, Sama kek ngludahin muka sendiri
Gosah bahas idealnya negara
Idup loe aja tuh idealin
Ngacaa dulu
Klo ga mampu beli kaca, biar kami kumpulkan koin 😏
What has happened at the #2026WorldCup over the last 48 hours:
• Swiss footballer Embolo's visa was put under review and he was only able to join his team days later.
• Iraqi national team player Aymen Hussein was held for questioning for nearly 7 hours upon entering the United States.
• The Iranian national team spent days dealing with visa procedures at the U.S. Consulate in Türkiye. The U.S. only allowed them entry on match days. Fifteen members of the delegation were denied visas.
• Omar Abdulkadir Artan, named CAF's Best African Referee of 2025, was denied a visa. Despite travelling to the U.S. with a diplomatic passport, he was refused entry and sent back. FIFA announced that he will not be able to officiate at the tournament.
• The South African national team arrived in the United States much later than planned because part of the delegation was not granted visas.
• Members of the Senegal national team staff were forced to remove their shoes and subjected to lengthy searches, sparking accusations of racism.
• The Uzbekistan national team was searched with bomb-sniffing dogs and the footage went viral in international media.
• Some Scottish supporters, despite being eligible to enter the U.S. visa-free under the ESTA programme, had their travel authorisations revoked just days before departure.
• Many supporters who had already bought tickets and booked accommodation had their visa applications rejected, resulting in financial losses.
🚨 Pendidikan tinggi sedang mengalami sesat pikir besar.
Yang kaya “membeli” akses lewat biaya kuliah mahal.
Yang miskin “menunggu belas kasihan” lewat bansos pendidikan.
Padahal pendidikan tinggi adalah hak asasi manusia, bukan komoditas dan bukan sedekah negara.
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 menegaskan: pendidikan tinggi harus dapat diakses setara berdasarkan merit/prestasi, bukan isi rekening keluarga.
Tapi hari ini kampus makin didorong hidup dengan logika pasar:
Mahasiswa jadi revenue stream.
Dosen jadi OPEX.
Riset jadi aksesori.
Kampus jadi pabrik ijazah.
KIP Kuliah penting, tetapi tidak boleh menjadi alibi untuk membiarkan biaya pendidikan tinggi makin mahal. Apalagi jika bansos pendidikan justru membuka ruang rente dan potensi korupsi.
Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari kampus yang menjual kursi kuliah.
Bangsa besar lahir dari negara yang memperlakukan pendidikan sebagai hak, ilmu sebagai investasi, dan universitas sebagai mesin peradaban.
Baca artikel lengkap:
https://t.co/XJREqXHHWu
#PendidikanTinggi #KomodifikasiPendidikan #HakAsasiManusia #KIPKuliah #UUD1945 #IndonesiaEmas2045 #Dosen #PTN #PendidikanBukanKomoditas
Nilai Matematika anak SD-SMP kita cuma 40. Bahasa Indonesia cuma 60. Tapi respons pemerintah? Bikin tes baru lagi.
Ini kritik terbuka saya terhadap "Kedunguan Metodologis" Kemendikdasmen yang hobi membuang uang rakyat demi mengukur penyakit, tanpa pernah mengobatinya.
Sebuah utas. 🧵👇
#PendidikanIndonesia #KurikulumMerdeka #TKAJeblok
Baca di sini: https://t.co/QfSX4wqpad
Gerakan satir bernama "Partai Kecoak" viral di India hingga melampaui popularitas media sosial partai resmi PM Narendra Modi dengan jutaan pengikut. Gerakan massal ini muncul sebagai bentuk protes atas komentar Ketua Mahkamah Agung India yang diduga menyamakan pemuda pengangguran dengan kecoak.
~TR #PartaiKecoak #India #PMNarendra
PRABOWONOMICS Vs Neoliberal: Menjawab The Economist!
Dalam dua tulisan terbarunya, majalah The Economist kembali mengayunkan gada kritik klasiknya terhadap Indonesia. Melalui artikel berjudul "Indonesia, the biggest Muslim-majority country, is on a risky path" dan "Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy", media benteng liberalisme barat ini menyuarakan kecemasan mendalam: Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dianggap sedang melangkah ke jalur berbahaya karena memperkuat intervensi negara, mengaburkan batas disiplin fiskal, dan mengonsolidasikan kekuatan politik.
Namun, jika kita menembus kabut kecemasan tersebut, kita akan mendapati sebuah bias lama yang usang. The Economist sedang melihat Indonesia menggunakan kacamata usang cetak biru Konsensus Washington (Neoliberalisme). Mereka gagal memahami satu hal mendasar: bagi Indonesia, terus berjalan di atas rel ekonomi liberal murni bukanlah sebuah pilihan keselamatan, melainkan sebuah jaminan untuk terjebak selamanya dalam kutukan negara pendapatan menengah (Middle-Income Trap).
Prabonomomics hadir bukan untuk merusak ekonomi, melainkan sebagai tesis tandingan (counter-thesis) yang berani untuk menata ulang struktur ekonomi nasional demi keadilan sosial.
Kekeliruan Paradigma Pasar Bebas: Belajar dari Sejarah.
Selama puluhan tahun, resep neoliberal mendikte negara-negara berkembang untuk menjadi "murid yang patuh": buka pasar selebar-lebarnya, batasi peran negara hanya sebagai wasit, privatisasi sektor publik, dan biarkan modal global mendikte arah pembangunan.
Hasilnya? Indonesia terjebak menjadi eksportir bahan mentah. Kita mengalami deindustrialisasi dini, di mana kontribusi manufaktur terhadap PDB terus menyusut. Kita kaya akan nikel, tembaga, dan bauksit, namun nilai tambah terbesar dari kekayaan alam tersebut dinikmati oleh negara-negara industri maju di Barat dan Asia Timur. Pasar bebas murni, dalam realitasnya, melanggengkan ketimpangan struktural dan menciptakan apa yang disebut para ekonom sebagai commodity curse (kutukan komoditas).
Ketika Presiden Prabowo memilih untuk keluar dari jebakan ini, langkah tersebut tidak lahir dari ruang hampa ideologis. Ini adalah kalkulasi pragmatis yang berakar pada konstitusi Pasal 33 UUD 1945: bahwa bumi, air, dan kekayaan alam harus dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat.
Tiga Pilar Prabowonomics: Melawan Skeptisism Barat.
Kritik The Economist runtuh ketika dihadapkan pada logika pembangunan jangka panjang yang diusung oleh Prabowonomics, yang bertumpu pada tiga pilar utama:
1. Investasi Manusia (SDM) Bukan Pemborosan Fiskal.
The Economist cemas terhadap program-program sosial masif seperti Makan Bergizi Gratis dan perumahan rakyat, menuduhnya sebagai ancaman bagi batasan defisit anggaran 3%. Ini adalah cara pandang akuntansi jangka pendek, bukan ekonomi pembangunan.
Dalam Prabowonomics, memberi makan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil adalah investasi infrastruktur manusia terpenting untuk memotong rantai stunting. Bagaimana sebuah negara bisa melompat menjadi negara maju jika angkatan kerjanya mengalami malnutrisi kronis? Belanja ini adalah restrukturisasi modal manusia (human capital) yang akan menaikkan produktivitas nasional 10 hingga 20 tahun ke depan. Disiplin fiskal tetap dijaga, namun anggaran dikelola secara ekspansif-terukur, bukan hemat defensif yang mencekik pertumbuhan.
Tata cara berpikir orang Indonesia yg ruwet:
1. Gw gak nyinggung kasus korupsinya, tapi selama jadi menteri kebijakannya merugikan banyak guru.
Dia sendiri yg menyinggung
2. Terlepas dari dia korupsi apa bukan krn gw gak tahu, tapi dia memberikan lapangan pekerjaan untuk driver.
Relasi antara korupsi apa bukan dgn lapangan pekerjaan tak pernah dijelaskan. Sampai hari ini
@MiskinTV_ - Juri pertama bilang tidak ada kata pertimbangan di jawaban peserta
- juri kedua bilang masa artikulasi tidak jelas
- MC malah gaslighting peserta menuduh mungkin hanya perasaan peserta sudah menjawab benar.
Ini menggambarkan bagaimana pemerintah Indonesia memperlakukan rakyat
Pelarian tersangka dugaan pencabulan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati akhirnya berakhir.
Polisi berhasil menangkap pria bernama Ashari setelah sebelumnya sempat berpindah-pindah wilayah untuk menghindari pengejaran aparat.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi melalui Kasat Reskrim Kompol Dika Hadian Widya Wiratama membenarkan bahwa tersangka telah diamankan petugas.
Kompol Dika menjelaskan, selama pelarian tersangka diketahui berpindah dari sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Aparat kepolisian terus melacak pergerakan tersangka hingga akhirnya berhasil menemukan keberadaannya.
“Sempat ke Kudus kemudian Bogor, lanjut Jakarta, habis itu ke Solo kemudian Wonogiri,” jelasnya.
Tersangka akhirnya ditangkap di wilayah Wonogiri pada Kamis (7/5) sekitar pukul 04.00 WIB setelah polisi melakukan pengejaran beberapa hari terakhir.
https://t.co/XRYhN7pl1D