Salah satu lukisan Franz Junghuhn yg kaya banget dengan detail. Lukisan Gunung Sumbing yg digambar dari Rumah Residen di Magelang.
Ada makalah yg membahas arca-arca yang digambar Junghuhn di lukisan ini.
Ada fakta mengejutkan di akhir thread.
1/10
Karena Bulan Ramadan telah selesai Setan yang dibelenggu akhirnya dibuka kembali untuk merebut hati manusia. Maka dari itu mari kita berkenalan dengan tulisan yang menceritakan keberadaan hantu di tanah Jawa. Ada teks yang mencatat nama-nama penguasa hantu di seluruh tanah Jawa
Museum Sangiran. 🇮🇩
Sayangnya, saat ini Museum Sangiran tren pengunjungnya makin menurun. Padahal di museum ini, jadi tempat pembelajaran paling seru dan lengkap mengenai kehidupan di zaman purba.
Ada yg pernah ke sini? ☝🏻
OH! There’s finally a reason to unpack the sophistication in Bimanese naming system! So you’ll born with a certain name but you’ll die with another one. Even after death, your name will also change. Posthumous naming exists in Bima.
And yes, you’ve read it right. Posthumous.
Pokekea is the most important site in Lore Lindu Park, where 27 kalamba can be observed. The one at the entrance of the site is exceptional with a height of 4.70m and a diameter of 1.87m. This kalamba’s outer wall is decorated with strip of faces whose features are similar to the statues of Bada and even more so those of Palindo.
Fifteen sites have been identified, and the richest are Pokekea, Tadulako, Padalalu, Bangkelua, Halodo, Potabakoa, Padang Taipa, Padang Hadoa and Entovera.
Hari ini dalam sejarah, 12 Maret 1619, benteng yang didirikan Gubernur Jenderal VOC Jan Pietezoon Coen di dekat muara Sungai Ciliwung diberi nama Batavia. Nama Batavia diusulkan oleh pegawai VOC bernama Van Raai. Batavia berasal dari Batavieren, nama suku bangsa nenek moyang bangsa Belanda.
Coen tidak suka nama Batavia dan menamai bentengnya itu Nieuw Hoorn (Hoorn Baru) sesuai nama tempat kelahirannya, Hoorn di Belanda. Bahkan, daripada menyebut Batavia, Coen lebih baik menyebut Jacatra dari Xacatara, nama yang disebut dalam dokumen Portugis.
Akhirnya, Coen harus mengalah karena nama Batavia disetujui dan diresmikan oleh dewan pimpinan VOC yang disebut Heeren XVII (Heeren Zeventien) atau Dewan Tujuh Belas pada 4 Maret 1621.*
🔗https://t.co/WZKngh1GvJ
📷Lukisan Kastil Batavia sekitar 1662 karya Andries Beeckman. (Rijksmuesum Amsterdam).
LAH BENERAN SUKU REJANG DONG WKWK SENENG BGT TEBAKAN GW BENER😫 My pattern recognition skill is working! Tapi sayang banget headdress ini udah susah bgt ditemuin & malah diperjualbelikan di grup etnic jewels… Awalnya gue kira daun kelapa ternyata LOGAM?! A FUCKING METAL?!
Lagi baca-baca masalah bentuk - bentuk dewa Siwa, eh ketemu versi Siwa sebagai nataraja (Siwa sebagai penari kosmis)...
dan gw salfok sama yang diinjek dewa Siwa ini..
ternyata setelah gw cari sosok kurcaci yang diinjak oleh dewa Siwa ini namanya adalah apasmara purusha
Apasmara Purusha itu ternyata berupa sosok kerdil yang ngelambangin kebodohan, ketidaktahuan, dan ego manusia. Gw liat hampir semua patung Shiva sebagai Nataraja pasti ada Apasmara dibawahnya lagi diinjek alias digambarkan berada di bawah kaki Shiva.
Setelah gw baca- baca lebih lanjut, ternyata ada filosofinya lhoo...
gw di awal mikir, semisal kurcaci ini adalah perwujudan dari kebodohan dan hal buruk lain, kenapa dewa siwa ga bunbun aja langsung, kenapa hanya di injak gitu, ternyata eh ternyata hal ini adalah sebagai pengingat dan penggambaran bahwa kebodohan itu pasti akan selalu ada di dunia, istilahnya gabakal pernah hilang lah. tapi dibalik keberadaannya yang gapernahg hilang kita harus selalu kendalikan dengan pengetahuan dan kebijaksanaan.
dewa Siwa sendiri yang digambarkan dalam sosok penari, melambangkan bahwa kemenangan tuh ga selalu dalam bentuk kekuatan fisik, tapi bisa berbentuk kemenangan pengetahuan dan kesadaran sehingga dapat menginjak dan mengendalikan kebodohan di dalam kaki kita.
filosofinya keren juga ya
Menurut saya yg paling menarik dari lukisan2nya Franz Junghuhn bukan karena detail seninya, melainkan dari catatan yg mendampingi lukisan tersebut. Ini ngasih konteks tentang lukisannya, tentang apa yg pengen diceritain Junghuhn dari gambarnya.
Pantai Utara dari Semarang.
Being a daydreamer is difficult because you might stumble upon an archaeological report about the Lore Lindu megalithic site in Central Sulawesi and wondering what kind of civilization once existed there & what it looked like at its peak. Masa sih peradabannya HU U HA U U doang??
Lukisan bergaya Mooi Indië itu saksi sejarah dilihat dari satu sisi, dari pihak yang masa itu berkuasa. Banyak pelukis Eropa yang masa itu melukis Mooi Indië berdasarkan pesanan orang. Ini karya Antoine Payen, Grote Postweg bij Rejapolah (Rajapolah, Tasikmalaya) 1828.
Buku terbaru ini menelusuri kebangkitan agama Buddha di masa kolonial, studi ini meneliti bagaimana agama Buddha terus berkembang di Indonesia pasca kemerdekaan.
Ini dapat diunduh sebagai tesis doktoral di sini: https://t.co/yhTIvzhjS1