Lingkungan sekitar menstimulus dgn 'intimidating question/claim'. Seperti "kapan....?" "Kalo anak saya udah..."
Oke, got it. Deep inside my brain thinking I must do harder this time. Majang muka senyum tapi dalem ati be lyke "What am I doing rn hearing unuseful stuff like this?"
Reminder for me especially, mengeluh cuma buang-buang waktu dan mengasihani diri sendiri adl 2x lipat kontraproduktivitas.
Karna
1. Kamu jadi gak ngelakuin apa² utk mengatasi ketidakbahagiaan kamu.
2. Malah menambah ketidakbahagiaan kamu dgn penderitaan baru.
(Paraphrased).
Ada hal yg bisa kita kontrol & ga bisa kita kontrol. Bagaimana kita dididik saat kecil, adl salah satu hal yg ga bisa dikontrol. Kita ga bisa minta dilahirkan dari keluarga mana kan? The point is, ya harus banyak bersyukur & memaafkan. Kita hidup di dunia kan saling membutuhkan:)
Jadi perempuan itu ga mudah. Ga good looking diabaikan, diejek, dibanding2kan (apalagi kalo tumbuh di keluarga yg cakep2). Tapi yg good looking juga disirikin, dianggap semua berkat kecantikannya bukan usahanya. Come on, hidup ga melulu ttg fisik. Can u still pretty in your 60s?
So you’re telling me that a 12 year old is too young to buy a PG-13 movie ticket, a lottery ticket or cold medicine, too young to drive a car or to vote, but not too young to be forced to carry a baby to term or to marry?
How fucked up is that?
Ikhlas, 6 huruf, 1 kata, yang kita sebagai manusia hanya bisa selalu mengusahakannya. Ada yang usahanya hanya hitungan bulan, ada yang hitungan tahun, atau bahkan ada yang sepanjang hidupnya. Ga mudah, pasti. Tapi insya Allah dengan ikhlas, semua akan menjadi lebih ringan...
Nangis banget baca tulisan ini😭, Tulisan Ini mewakilkan bapak" yang tidak mampu banyak berkata kata🥺
Semoga A Eril cepat ditemukan, dan Keluarga Kang Emil Diberikan Ketabahan Dan Kesabaran🙏❤️
tags : #StopAsianHate Bintang Emon Subuh