Penculik jadi presiden, dirjen, direktur BUMN, koruptor menjabat lagi, dan nyiram air keras GAK dipecat jadi tentara meski sudah disebut TERORIS oleh PRESIDEN !!!
Sementara anak-anak muda ditolak kerja karena SKCK atau jejak digital postingan medsos.
Gubernur Sumsel keliatan santai di Lembang, Jawa Barat. Sementara itu ibu kota provinsinya lagi berjuang lawan kabut asap ππ
Prioritas emang beda-beda ya, ada yang ngamanin rakyat, ada yang ngamanin paru-paru sendiri dulu.
Btw beliau juga pernah dapet ucapan spesial dari Gerindra loh π
Kalian kalau jadi warga Sumsel gimana perasaannya liat ini?
@Salsaadaapanya Nggak ada THC se gorilla itu, liquid lain mungkin..seperti synthetic atau ketamine.. apalagi cuma ditiupkan.. dan efeknya tidak bisa berlangsung lebih dari 1jam, THC mungkin akan bertahan setengah hari, tetapi dalam keadaan relaxs ( dan tetap sadar pikiran )
Dari segala banyak opini yang berseliweran, kita sering lupa satu hal penting:
Laras adalah warga biasa seperti kita, yang marah ketika melihat polisi MEMBUNUH Affan.
Maka mendukung Laras adalah sikap keberpihakan yang penting bahwa negara GAK BOLEH BUNUH warga serampangan.
Pak Presiden @prabowo saat ini (setelah bencana banjir longsor lumpur, kayu gelondongan) sudah tidak relevan lagi memilah yg Legal dan Ilegal.Melihat masifnya kerusakan, kehancuran lingkungan, infrastruktur, kematian kehidupan, rakyat yg kehilangan ayah ibu anak saudara, flora fauna hancur. STOP penebangan sekarang.
Berapa uang Negara dapat selama ini dr penebangan hutan? Sawit? Tambang? Berapa kerugian Negara setelah bencana ? Berapa kerugian masyarakat material & immaterial ? Pasti tidak berimbang. Dengan segala hormat, mohon hentikan dengan kuasa Bapak Presiden @prabowo sebagai pimpinan tertinggi di NKRI.ππππ
Si investor pembawa 2000 excavator penggundul hutan ke Papua ga percaya TNI buat jaga dia π Wahai TNI di mana harga dirimu (dan harga bisnis militermu)
Gimana ini gaes?
Viral di media sosial anggota Brimbo Polda Riau bernama Bripka Andry Darma Irawan bongkar kelakuan atasannya setelah dimutasi tanpa alasan yang jelas.
Melalui unggahan Facebooknya, Bripka Andry Darma Irawan mengaku kerap kali disuruh mencari uang di luar kantor oleh komandannya bernama Kompol Petrus H Simamora.
Pada unggahan Facebooknya itu, Bripka Andry Darma Irawan mengaku heran mengapa dirinya dimutasi demosi.
Padahal dirinya merasa bahwa ia sudah menjalankan perintah atasannya itu dengan mentransfer uang sejumlah ratusan juta ke rekening pribadi Kompol Petrus H Simamora.
Bripka Andry mengatakan bahwa sebelumnya ia dinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Kabupaten Rokan Hilir.
Hingga pada Maret lalu, beliau dimutasi demosi tanpa alasan yang jelas ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru.