Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
No jokes today. Please keep Andri Yunus from KontraS in your prayers.
He was attacked with acid last night and suffered burns covering about 24% of his body, including his eyes, hands, and chest. 🤲
Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼
Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini..
Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami..
📝
Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda.
Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013.
Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat.
Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan.
Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku.
Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama.
Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko.
Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang.
Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun.
But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya.
Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap.
Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan.
Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya.
Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years.
Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it.
Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana.
Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku:
"Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia."
Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali.
Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London.
Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah.
Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental.
Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis.
Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot.
Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara.
Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya.
Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi.
Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide.
Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami.
Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat.
Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu.
Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin.
Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat.
Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya.
Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis.
Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit.
However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu.
Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini.
Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.
kalau AI enggak diregulasi hari ini, gue rasa kita semua gak akan survive derasnya limbah misinformasi seperti ini di pilpres selanjutnya (kalaupun nanti masih ada). teknologi-nya akan catch up, akan lebih bagus, lebih cepat, lebih pintar--dan begitu kita sadar, kita udah telat.
[Imbauan untuk Komunitas Bareng Warga]
Berdasarkan informasi yang kami peroleh, yang kemudian terkonfirmasi dengan data yang ada, bahwa tengah berlangsung upaya sistematis peretasan akun-akun komunitas K-pop dan wibu secara massal. Akun-akun ini kemudian digunakan untuk menyerang suara-suara kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Berbeda dari pola lama yang mengandalkan akun palsu, kali ini mereka menyasar akun nyata milik komunitas agar tampak lebih alami dan membingungkan publik. Tujuannya jelas: menciptakan konflik horizontal, membenturkan komunitas, dan membelokkan perhatian publik dari isu-isu penting yang sedang diperjuangkan bersama.
Kami mengimbau kepada seluruh warga Bareng Warga untuk:
1. Aktifkan proteksi akun, terutama two-factor authentication (2FA), agar akun kalian tidak mudah disusupi.
2. Jangan ladeni akun provokatif. Gunakan fitur mute atau blok. Jangan beri ruang untuk provokasi yang merusak energi kolektif kita.
3. Jaga solidaritas dan fokus bersama. Jangan terjebak dalam narasi pecah belah. Kita tetap pada nilai-nilai keadilan, transparansi, dan perlindungan warga.
Ini bukan sekadar peretasan akun. Ini serangan terhadap kesadaran kolektif. Kita lawan dengan akal sehat, empati, dan kekompakan.
Kita satu barisan, dan tidak akan terpancing untuk saling curiga—karena yang ingin mereka rusak bukan hanya akun, tapi solidaritas kita.
Masih ada kadang middle class yang suka ngomel2 (baik dalam hati atau explicit) kalau ada demonstrasi. Bikin macet lah, kurang kerjaan lah, itu pengangguran lah, berisik lah, mending pada kerja lah, dll.
Pada ga sadar kalau yang stay di rumah kaya gw gini, itu udah dpt privilege banyak dari orang2 yang protes di jalan.
Hak-hak basic pekerja kita kaya kerja 5 hari seminggu, 8 jam sehari, cuti sakit, cuti hamil, dll itu semua ya didapetin dari orang2 yang berkeringat "kurang kerjaan" demo di jalan.
Bahkan di Indonesia, kita bisa lihat banyak kebijakan cek ombak kaya Tepera atau kenaikan PPn yang berubah karena orang2 yang "berisik".
So kalau ga bisa ke jalan, at least ga usa nyinyir dan kita bisa dukung mereka. Bisa berisik di socmed. Clickactivism (ikut aktif melalui online) itu secara riset bisa efektif juga koq. Bahkan Arab Spring dulu ada yang riset kalau itu awalnya dari social media activism.
Ini beberapa rights yang kita dapetin karena ada orang2 yg mau turun ke jalan:
- Eight-Hour Workday – The labor movement, including the Haymarket Affair in 1886, fought for and won the standard eight-hour workday in many countries.
- Minimum Wage Laws – Protests and strikes, such as those led by garment workers in the early 20th century, helped establish minimum wage protections.
- Right to Unionize – Worker protests pushed governments to recognize trade unions, leading to legal protections for collective bargaining.
- Paid Overtime – Worker strikes, particularly from industrial and factory workers, led to laws requiring employers to pay extra for overtime work.
- Anti-Discrimination Laws – Civil rights protests, including labor movements, led to laws prohibiting workplace discrimination based on race, gender, and other factors.
- Paid Sick Leave & Medical Benefits – Strikes and protests have pressured governments and companies to offer sick leave and healthcare benefits.
- Maternity and Paternity Leave – Protests and labor advocacy have led to laws granting paid leave for new parents in many countries.
#IndonesiaGelap
Pemerintahan Prabowo sejauh ini menurut gue bagus sih.
Gak pake ditutup2i kayak rezim sebelumnya yg bikin kita berharap lalu dibikin kecewa.
Ini langsung dibikin kecewa dari awal, biar nyaho kita kondisi sebenernya, keren. Realist 👏👏👏
I recorded this and mewek 😭
Jurnalis: kenapa ibu konsisten aksi sejak 2007?
Bu @sumarsih11: karena saya mencintai Wawan. dukacita saya telah bertransformasi pada cinta terhadap sesama
#AksiKamisan
Ini adalah "PERINGATAN DARURAT" 🟦
Memanggil publik untuk mengawal putusan MK tentang UU pemilu hingga tanggal 29 Agustus.
👁️ Fokus!
Video ini dibuat untuk disebarluaskan. Public domain.
Link download ada dalam utas ini 👇🧵
The best creative directors I’ve worked under were always on some Jordan time: hard working and at times a hard ass, but would never ask me to do something they didn’t know how to do. CD needs to understand every layer of the process and how it works. Even better, they’ve done it