Ira Puspitasari sangat terkejut ketika Bechi, anak kiai Jombang yang dihukum penjara karena kekerasan seksual, diam-diam bebas lebih awal.
Saksikan video investigasi BBC Eye: https://t.co/suxYUNMxDm
Kuota beasiswa, LPDP, dll ke negara-negara Barat harus segera dipotong dan dialihkan ke negara lain.
Alasannya, negara-negara Barat adalah service economy yang sedang deindustrialisasi.
Kalau kita belajar ajaran sesat degrowth ke Barat, ya kita IKUT deindustrialisasi.
Padahal, baru saja pendidikan Indonesian dihancurkan Teori Finlandia.
Tiba-tiba sudah terbit teori baru yaitu Teori Degrowth, yang mengancam sisa-sisa upaya reindustrialisasi Indonesia yang padahal sudah sekarat dipalaki preman.
Hhhhhh. Haduh.
Padahal, hanya karena teori asing Barat bergengsi, bukan berarti pasti benar atau cocok.
Ibarat sebelum UTBK, kita bukannya belajar bersama anak pintar yang rajin ("industrialisasi"), melainkan malah ikut party-party mabuk mabukan sama nepo baby bodoh ("degrowth").
Dipastikan kita akan gagal UTBK itu.
Nepo baby manja sok tahu ga mungkin ngerti gimana perjuangan bapaknya sampai bisa sukses. Sejak kecil hidupnya udah enak. Dia cuma bisa ngancurin jerih payah bapaknya, kayak di film dracin.
Demikian elite akademia Eropa sekarang juga ga ngerti kenapa bapak-bapaknya bisa sukses bangun pabrik dan ekonomi Eropa jadi negara-negara maju. Mereka sekarang cuma bisa ngehamburin uang bapaknya dan ngancurin pabrik yang ada.
Jangan sampai kita belajar ilmu dari sumber yang salah, sesat, dan keliru.
Atau lebih tepatnya, sumber virus ideologi degrowth ini harus segera disumbat sebelum meluas dan menciptakan kerusakan wabah.
Ini bukan cuma termasuk SJW libtard nepo baby berambut biru, tapi juga ekonom neolib berjas necis didikan Amerika dan Australia yang ga punya visi pembangunan ekonomi lain kecuali diam dan pasif menjilat menyembah kaki Amerika.
Perhatikan, kebijakan ruling elite Barat cetakan universitas-universitas Barat justru menyebabkan daerah-daerah pabrik Amerika menjadi "rust belt" kota-kota mati yang berisi pengangguran massal dilanjut dengan mewabahnya narkoba (malah dilegalkan jir), kriminalitas bersenjata, dan orgil mabuk nyimeng buas berbahaya yang membawa sajam dan kencing dan berak sembarangan di lantai KRL dan bis.
Of all people, lu mau belajar ilmu sesat gagal dari *mereka*?
Bayangkan jadi nepo baby kaya dan malas, jauh-jauh belajar-liburan ke luar negeri, jadi sangat belagu dan sok tahu, terus yang dipelajari ternyata salah dan ngaco dan literally asal jiplak asal copas untuk konteks kebutuhan negara Indonesia kita.
Apalagi, teori-teori sesat asing degrowth mereka malah menyebabkan deindustrialisasi, pengangguran, terlantarnya orang homeless, narkoba suntik, gangster kriminal bersenjata di jalanan kota, dan KRL bau pesing di negara-negara Barat asalnya.
Frasa "sok tahu" di sini adalah penting. Alasan deindustrialisasi Barat secara umum ada dua, yaitu alasan sistemik dan alasan ideologi. Ideologi! Itu dia sumber sok tahu nya. Orang pintar IQ tinggi pun kalau sudah tercuci otak dengan ideologi, habislah sudah.
Sebenarnya, yang sistemik lebih berbahaya. Tetapi alasan ideologis tidak kalah ngaco: misal Jerman merobohkan semua reaktor PLTN nuklirnya yang berfungsi dan menggantinya dengan PLTU batu bara, karena telah mewabahnya suatu ideologi degrowth sesat ekstremis di kalangan aktivis dan kampus dan parpol Jerman.
Betul.
Di Jerman, baru baru ini energi nuklir diganti dengan energi batu bara.
Karena degrowth.
Prosesnya begini: SJW libtard degrowth sok tahu berambut biru menutup dan merobohkan PLTN, kemudian mereka kaget karena "lho kok suplai listriknya jadi sedikit ya", lalu panik karena negaranya akan runtuh, lalu terpaksa menambah kapasitas PLTU batu bara, ini pun masih kurang dan menyebabkan kerusakan ekonomi Jerman yang sesungguhnya literally tidak perlu.
Ketika Jerman yang sibuk degrowth menembak kakinya sendiri dengan bodoh dan otherwise ga ngapa-ngapain, China sibuk melaju pesat, kemudian hari ini perusahaan-perusahaan pabrik Jerman seperti Volkswagen mulai melakukan pemecatan massal karena kalah total dalam kompetisi. Hancur. Musnah. Bangkrut. Jerman mulai gejala pengangguran massal seperti 1930an.
Ideologi degrowth ini sesungguhnya sudah lama berinkubasi dan berkembang biak di tempat-tempat perkumpulan nepo baby tukang party-party di London dan Paris seperti WEF, yang secara insting menganggap populasi manusia kelas bawah sebagai hama tikus mengganggu yang merusak alam dan sehingga tidak masalah apabila dibasmi dalam jumlah milyaran (depopulasi).
Nabi dari ajaran sesat degrowth ini adalah orang bernama Paul Ehrlich, yang pada tahun 1960an membentuk sebuah sekte kiamat modern yang menganjurkan genosida milyaran orang miskin di dunia ketiga untuk "mencegah kiamat".
Dengan dukungan dan pendanaan elite-elite Amerika yang percaya pada ajaran degrowth Ehrlich, India berhasil dijadikan negara diktator totaliter pada tahun 1970an di bawah rezim Partai Congress (The Emergency), lalu literally memulai proses pengebirian jutaan orang di jalanan.
Literally tentara dan polisi dan aparat "kesehatan" turun bawa pisau lalu 8 juta penduduk India diculik dan penisnya dikebiri paksa dengan pisau dari desa ke desa. Banyak yang mati karena penisnya infeksi terus gangren. Tetapi rezim kediktatoran Partai Congress ini berhasil digulingkan dengan cepat oleh rakyat India, sehingga agenda depopulasi degrowth Ehrlich ini gagal.
Untungnya dunia sisanya masih waras, dan Revolusi Hijau via teknologi menyelesaikan semua masalah produksi pangan, hingga hari ini kebanyakan orang miskin mati karena terlalu banyak makan (obesitas). Kelaparan yang tersisa hari ini bukan karena tidak ada makanan yang cukup, melainkan karena konflik atau upaya genosida disengaja, seperti di Gaza.
Meskipun begitu, ajaran sesat degrowth Ehrlich tidak hilang dan terus berinkubasi menjadi virus mutan yang lebih licik. Habis Ehrlich terbitlah Soros.
Mindset kolonial rasis Soros dan kumpulan nepo baby global WEF yang melihat kita sebagai serangga mengganggu semacam inilah yang lalu mendorong berkembang biaknya ideologi degrowth modern dan ormas-ormasnya dan sumber dana-dananya.
George Soros dan anak putra mahkotanya, Alex Soros, sebagai donatur ormas-ormas degrowth itu percaya dengan ideologi degrowth ini. Mereka benar-benar true believer. Ya memang literally percaya.
Apabila mahasiswa Indonesia apalagi anak-anak nepo baby Indo dibiarkan terus belajar ke Barat, jangan-jangan mereka juga akan dikaderisasi dan tertular dan terinfeksi oleh virus ideologi sekte kiamat degrowth elitis Soros yang mengerikan itu. Padahal, masih banyak lagi virus ideologis pendorong degrowth dan deindustrialisasi Barat yang lain, yang tidak kalah ganas.
Tetapi barangkali yang lebih fatal dan bahaya daripada ajaran sesat degrowth adalah fenomena sistemik, misalnya fenomena premanisme litigasi di Amerika yang sangat kapitalis.
Premanisme lawsuit ini bukan didorong alasan ideologis seperti degrowth, meskipun seringkali berbarengan, melainkan alasan sistemik materi yaitu uang.
Di Amerika, premanisme pungli ternyata sangat mewabah, dan umumnya berbentuk premanisme lawsuit dan premanisme lobbying yang ganas merampok yang dan dilancarkan oleh ormas-ormas SJW peliharaan rezim Demokrat.
Skema-skema punglinya sudah sangat kreatif. Mereka sudah jauh lebih canggih dan aesthetic daripada gerombolan preman buas macam GRIB dan FBR di Indonesia. Segala-galanya dirampok.
Proyek infrastruktur seperti kereta cepat di California dimarkup gila-gilaan hingga USD 126 billion, jauh lebih gila dan serakah daripada di Indonesia. Baru-baru ini California digoncang dengan hilang dicurinya dana asuransi daerah sebesar USD 55 billion. Keduanya lebih besar daripada seluruh total korupsi Soeharto (USD 35 billion).
Bandingkan jumlah kereta cepat yang dibangun Amerika (literally 1 petak beton random di tengah kabupaten, lihat gambar 2) vs jumlah kereta cepat yang dibangun China dalam periode waktu yang sama (lihat gambar 3).
Bahkan INDONESIA lebih sukses dari California. Kita ketiban hutang KCIC, tapi keretanya jadi. California ketiban hutang kereta cepat DAN keretanya masih gaada, fiktif.
Tentu saja, para preman lawsuit dan preman lobbying ini tidak ada yang berpikir panjang. Pabrik-pabrik Amerika pun kabur ke Vietnam untuk menghindari pungli, ketidakpastian hukum, dan overregulasi.
Wabah pungli dan korupsi canggih di Amerika ini disebabkan fenomena "elite overproduction" sarjana soshum yang tidak terserap, yang menyebabkan para sarjana pengangguran dan koalisi-koalisi politiknya itu beralih ke premanisme lawsuit untuk merampok sebanyak mungkin uang.
Mereka nganggur sehingga mendirikan ormas (NGO) lalu merampok pabrik. Preman.
Apabila sistem pungli Amerika yang sangat canggih dan sangat rampok ini sampai terbawa masuk seperti virus, menular, dan mewabah di Indonesia, mampuslah kita.
Bayangkan GRIB dan FBR buka loker buat menyerap sarjana lulusan Amerika nganggur ini kemudian mulai memakai teori ras Barat yaitu "pribumi vs pendatang" untuk memalak pabrik.
Bayangkan tiap buka lahan pabrik di Karawang harus upacara land acknowledgement pribumi dulu dengan bayar Rp 20 M buat ritual """"adat"""" ga jelas yang sebenarnya dikarang bebas saja oleh ormas preman lokal (belum tentu etnis pribumi setempat) yang kerjanya hanya mabuk dan nyimeng. Pelembagaan premanisme.
Itu sampai meluas berkembang biak, hancurlah mimpi industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja kita untuk selamanya. Padahal, masih banyak tipe preman lain selain preman lawsuit di Amerika, yang tidak kalah canggih dan tidak kalah rampok.
Di Eropa, wabah sistemik yang paling mewabah adalah wabah overregulasi birokratis yang menjadikan iklim bisnis terasa seperti combat warzone. Ketidakpastian regulasi, biaya tak perlu sangat besar, dan labirin perizinan merajalela.
Memang, secara moral, praktik Eropa ini tidak sebejat premanisme lawsuit ormas-ormas NGO Amerika yang murni hanya serakah merampok dan memalak untuk alasan buas kapitalis.
Tetapi, overregulasi birokrasi Eropa sama sekali tidak boleh diremehkan dalam kapasitasnya untuk mencekik mati inovasi dan industri lalu menyebabkan brain drain, capital flight, welfare time bomb, pengangguran massal, dan mewabahnya politik kanan ekstrem rasis neofasis di kalangan orang-orang yang dimiskinkan ajaran sesat ini.
Betul, hari ini basis pemilih partai-partai kanan ekstrem rasis Barat didominasi orang miskin kelas bawah pengangguran yang dirugikan wabah premanisme dan deindustrialisasi degrowth ini, sehingga tertipu oleh demagog fasis yang menjanjikan jalan pintas dan kambing hitam.
Trump menang besar di daerah rust belt. Orang miskin pengangguran kelas bawah berbondong-bondong meninggalkan Demokrat.
Indonesia sendiri punya trauma pengalaman sangat pahit karena FOMO ikut-ikutan ajaran sesat Barat, yaitu deindustrialisasi pasca kedatangan IMF tahun 1998.
Model "IMF adalah konspirasi jahat yang ingin merusak Indonesia" adalah model yang tidak akurat dan buruk. Yang terjadi sebenarnya boleh jadi lebih buruk. IMF betulan percaya dengan obat palsunya sendiri (Washington Consensus), dan elite ekonom kita juga main percaya-percaya aja dengan ajaran dengan ajaran sesat mereka.
Akibat ajaran sesat IMF ini, deindustrialisasi ekstrem melanda Indonesia pasca 1998.
Ideologi asing sesat yang merobohkan PLTN Jerman, hal sistemik asing sesat yang mencekik pembangunan infrastruktur California, teori asing sesat yang merobohkan industri pesawat IPTN Indonesia tanpa pengganti yang sukses, ketiga ini akhirnya sama saja.
Buat apa kita buang uang beasiswa LPDP mengirim calon tunas bangsa kita untuk naik kapal SJW degrowth dan deindustrialisasi Barat Australia, Inggris, Jerman, East Coast, dan California yang semakin tenggelam?
Bayangkan kalau kita kirim LPDP ke China instead. Bayangkan, akan ada 10.000 orang elite human capital soshum yang membawa pulang pengetahuan kebijakan industri China: inovasi pendanaan infrastruktur dan layanan pemerintah, reformasi birokrasi pemda dan pemdes, analisis supply chain dan pasar ekspor, penciptaan human capital industri, dan pembasmian preman dan pungli. Pasti majulah negeri ini.
Makanya, sebelum terlambat, stop deh. Mending kita kirim anak-anak LPDP dan penerima beasiswa lainnya ke industrial economy yang kampus-kampunya mengajarkan ilmu industrialisasi karena masih merasa butuh, seperti Taiwan, Jepang, China, atau Korea.
Jawab pak purbaya pas ditanya abis ini mau ngapain
"gua punya kolam dibelakang, jd bisa mancing dibelakang rumah sambil ngelamun kenapa dipecat" ๐ญ๐คฃ
levenia curiga dengan bencana 6 gunung indonesia:
- katanya timing nya terlalu pas
- kenapa sehari setelah presiden ri bersalaman mesra dengan putin di vladivosto
- 6 gunung vulkanik indonesia erupsi bersamaan
- dia bilang yang curiga soal ini bukan cuma dia
- katanya jepang, china, dan turki pernah punya kecurigaan sama
- dia rujuk proyek namanya haarp yang sering dibahas podcast luar negeri
- awalnya didanai us air force, us navy, dan darpa
- dia akui tidak ada bukti ilmiahnya
- tapi banyak spekulasi haarp bisa mengendalikan cuaca, bikin badai, sampai gempa
- proyeknya soal penelitian ionosfer pakai gelombang radio frekuensi tinggi, pusatnya di alaska
- pertanyaan dia: buat apa militer amerika bangun pemancar radio sekuat itu di alaska
Dalam konferensi pers pasca GP Aragon, Marc Marquez ditanya sirkuit mana yang akan menjadi sirkuit terburuknya dalam perebutan gelar musim 2026 ini. Marquez menjawab bahwa Indonesia (Mandalika) merupakan sirkuit yang membawa mimpi buruk untuknya.
Sejak debutnya Mandalika di kalender MotoGP pada 2022, Marc Marquez belum pernah finis balapan di sirkuit yang berlokasi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tersebut.
Musim lalu ia crash dan mengakibatkan ia absen di sisa balapan karena cedera, meskipun sudah mengunci gelar juara dunianya.
Kini ia dihadapi bayang-bayang tersebut, terutama dengan kondisi Ducati Desmosedici GP26 yang hanya bagus di sirkuit yang spesifik dan tidak begitu optimal, ditambah munculnya Aprilia RS-GP musim ini yang sedang dalam kondisi terbaiknya.
Meski begitu, Marquez mengatakan bahwa semua sirkuit, kecuali Mandalika merupakan sirkuit yang bagus untuknya terutama Misano, Phillip Island, dan Valencia.
Kakak ini cerita kalo dia lagi cari sekolahan untuk anaknya.. yang umurnya 20 bulan. Hari ini coba Wellington School BSD.
Sekolahnya masih baru. Fasilitas dan kurikulumnya bagus, campur IB dan Cambridge. Yang bikin mikir: harganya.
Lalu muncul perbandingan dari Netizen..
Biaya tahunan sekolah internasional di Indonesia bisa hampir 3 kali lipat sekolah internasional di Italia yang juga pakai IB.
Kalau dikonversi, di Indonesia bisa setara 26 ribu euro setahun.
Di Italia paling 11โ12 ribu euro.
Padahal pendidikan itu hak dasar. Di Italia, sekolah negeri saja sudah bagus dan gratis. Pendekatan Montessori pun tidak otomatis berarti harus mahal.
prabs terima laporan dari kapolri kalau tepung bisa padamkan api, namanya jadi ubi boombing
๐ฎโโ๏ธ: tepung dari ubi bisa dipakai untuk mencegah & memadamkan api kecil-besar, tergantung jumlah tepungnya pak
prabs: tepung apa itu? bahan bakunya apa?
๐ฎโโ๏ธ: tepung dari ubi pak. kalau untuk padamkan api besar nanti tergantung size tepungnya. ad yg model disemprot juga
prabs: oh gitu ya. jadi tepung itu bisa meredam api? menarik sekali itu. coba produksi dalam sekala besar, langsung ajukan aja biaya produksinya. kita usahakan semuanya
SEGAMPANG ITU? DIA BLOM LIHAT BUKTINYA LANGSUNG PERCAYA & NYURUH AJUIN ANGGARAN
prabs terima laporan dari kapolri kalau tepung bisa padamkan api, namanya jadi ubi boombing
๐ฎโโ๏ธ: tepung dari ubi bisa dipakai untuk mencegah & memadamkan api kecil-besar, tergantung jumlah tepungnya pak
prabs: tepung apa itu? bahan bakunya apa?
๐ฎโโ๏ธ: tepung dari ubi pak. kalau untuk padamkan api besar nanti tergantung size tepungnya. ad yg model disemprot juga
prabs: oh gitu ya. jadi tepung itu bisa meredam api? menarik sekali itu. coba produksi dalam sekala besar, langsung ajukan aja biaya produksinya. kita usahakan semuanya
SEGAMPANG ITU? DIA BLOM LIHAT BUKTINYA LANGSUNG PERCAYA & NYURUH AJUIN ANGGARAN
Indonesians jarang bagi ilmu and help each other -- that's why we never grow:
Gua baru dinner sama founder di San Francisco yang hit $500K (Rp 9 miliar) dalam 6 bulan.
Yang bikin kaget: dia share semua strategi/playbook dia ke gua, orang yang baru dia kenal.
In my experience, this rarely happens in Indo.
We don't share learnings and always keep insights to ourselves.
Bisa dipaham kenapa -- orang takut lo jadi kompetitor, gengsi, dan competition is tough.
Tapi justru itu yang bikin kita stuck:
Kompetisi keras โ orang gak mau share โ fewer people succeed โ
market tetap kecil โ kompetisi makin keras.
Kalo orang mau kolaborasi, more people will succeed and the pie gets larger.
Kalo gak, pie-nya tetap kecil dan kita cuman rebutan terus.
Halo, Sobat UI! ๐๐ป
Proses migrasi SIAK-NG ke SLCM akan segera dimulai. Agar data konsisten, kami harus menutup SIAK-NG pada 18.00 nanti dan seterusnya.
Sobat UI tidak perlu khawatir, data yang ada pada SIAK-NG nantinya akan ada di SLCM.
Oh iya, jangan lupa untuk dapat mencermati jadwal yang ada pada unggahan ya, Sobat. Agar proses administrasi perkuliahan berjalan lancar dan tidak ada yang terlewat.
Jika Sobat UI memiliki pertanyaan mengenai SLCM, silakan menghubungi Sentra Informasi dan Pelayanan Publik (SIPP) UI melalui whatsapp 081515000002, email [email protected] atau [email protected] ya. ๐
#universitasindonesia #SLCMUI #SIAKNG #studentlife
Sebenarnya kalau kita mau buka ruang diskursus mendalam soal fenomena "Lama menunggu di gara-gara gak dapat ruangan", gak sesederhana Faskes gak mau terima pasien atau bahkan Nakesnya gak usaha buat carikan, tapi ini adalah persoalan sistemik yang serius
Untuk kasus ini mungkin saya beda pandanggan dengan temen" di X.
Sebelumnya ikut beduka cita, dan tidak membenarkan apapun berupa tindakaan cemooh atau hinaan ๐
Ini saya sampaikan sebagai opini pribadi saya yg besar di lingkungan keluarga pelayanan kesehatan.
1. Korban salah bila menggiring opini dengan curhat di sosmed dan dengan giringan opini menuudutkan pihak RS, di IGD ada maklumat dan aturan "tidak menerima intimidasi dalsm bentuk apapun" ini termasuk bentuk intimidasi non verbal, bahksn RS berhak menolak pasien.
2. Pasien sangat berhak untuk pindah faskes apabila kamar kosong. Waktu 8 jam bukan waktu yg singkat. Di IGD RS yg dudah paripurna ada ruangan observasi, emergency tingkat sedang, emergency lanjut. Dokter pastinya akan sarankan pasien cari faskes lain. Perlu di dalami adamah faskes lain.
3. Penggiringan opini ini dampaknya gede bagi nakes yg jaga. Pengalaman pribadi kakak saya yg jdi koorditator IGD salah satu RS terbesar di Jogja, kalau ada kasus kyk gini, sidang direksi pasti dijalankan.
4. Saya tidak membela siapapun dalam kasus ini. Hanya buat sebagai pembelajaran bagi kita bersama, supaya lebih paham hak dan kewajiban pasien.
Semoga segera mendapat kronologi dan penjelasan yg jelas, supaya gk liar jdi opini publik. ๐
NANGIS NONTON VIDEO INI!!
I love Indonesia but not with goverments ๐ฅนโผ๏ธ
Indonesia saat ini perlu sosok para pahlawan yang seperti dulu memperjuangkan seluruh rakyat Indonesia. Bukan memperkaya para pejabat, para petinggi, dan koruptor. Banyak masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Bukan cuma koruptor tapi moral pemerintahnya dan orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.
sungkem sama yang buat video ini ๐๐ป