Ketika Prabowo Menciptakan Bencana Nasional
Ah, saya tidak habis dengan kejutan besar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan pemotongan anggaran di banyak Kementerian, yang tujuannya untuk efisiensi anggaran. Menurut saya, tujuannya bagus, namun terjadi efek domino akibat kebijakan efisiensi ini di mana, Kementerian melakukan penghematan besar-besar dengan memadamkan listrik pada pukul 4 sore, menyalakan hanya sebagian AC, serta penghematan-penghematan lain seperti yang sudah kalian baca sendiri di media massa maupun media sosial.
Nah, pada esai kali ini saya ingin menjelaskan efek yang akan timbul karena pemangkasan anggaran belanja hanya dari satu Kementerian saja, yaitu Kementerian PUPR. Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu ekonomi pasti sudah bisa melihat efek mengerikan imbas pemotongan anggaran ini, yang mana justru tidak berbanding lurus dengan janji kampanye Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi yang katanya, tembus hingga 8%.
Sebagai bahan informasi, Kementerian PUPR mendapatkan pemotongan atau pemangkasan anggaran sebesar Rp 81,38 triliun. Nah imbas dari efisiensi ini, ada beberapa proyek penting yang akhirnya terhenti seperti anggaran untuk pemeliharaan jalan, waduk, bendungan, hingga jembatan. Sedangkan, untuk waduk, bendungan, serta jembatan sendiri jika tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin maupun berkala, akan menyebabkan masalah-masalah yang baru.
-Sebuah Esai-
İsrail İHA’sının çektiği kan donduran görüntüler
Kassam güçleri işgalci İsrail ordusuna ait bir insansız hava aracını ele geçirdi. İHA’nın çektiği görüntülerde silahsız ve yaralı bir Filistinlinin katledildiği ortaya çıktı.
Banyak paradoks di negeri ini. Mudik dilarang, tapi destinasi wisata buka serempak. Penutupan jalan raya, tapi malah macet di sana-sini. Izin resepsi masyarakat dipersulit, tapi pernikahan seleb dihadiri langsung oleh pemimpin negara
.
Ah, tapi saya tahu apa. Cuma rakyat jelata