Ada petuah bagus nih, saya copas🌿
Jangan sampai kamu menyesal di hari tua.
Ada tiga orang yang nggak bisa kamu andalkan.
Banyak yang bilang banyak anak banyak rezeki di hari tua. Tapi faktanya, hidup di masa senja nggak sesederhana itu.
Saat pasangan udah tiada dan fisik mulai melemah, jangan pernah menggantungkan hidupmu pada tiga pihak ini, terutama yang nomor tiga.
🌹Yang pertama, jangan bergantung pada anak sendiri.
Bukan karena mereka tidak berbakti, tapi karena kenyataan hidup itu berat.
Generasi sekarang terjepit beban ekonomi yang luar biasa. Antara cicilan, biaya sekolah cucu, dan tekanan kerja.
Mereka seringkali ingin membantu tapi nggak mampu.
Jangan jadikan mereka satu-satunya rencana pensiunmu agar kasih sayang tidak berubah menjadi beban.
🌿Yang kedua, jangan bergantung pada saudara kandung.
Sedekat apa pun hubungan darah, ingatlah bahwa mereka juga menua.
Mereka punya keterbatasan fisik dan masalah keluarga sendiri.
Di usia senja, setiap orang sedang berjuang mempertahankan sisa energinya masing-masing.
‼️Yang ketiga paling berisiko: teman hidup di masa tua.
Mencari pasangan baru hanya karena kesepian seringkali berakhir pelik.
Kenapa?
Yang pertama, karakter udah paten.
Sulit untuk menyatukan dua kepala yang udah punya kebiasaan puluhan tahun.
Yang kedua, urusan harta dan anak.
Konflik warisan atau kecurigaan antar keluarga seringkali merusak kebahagiaan.
Yang ketiga, hati sulit menyatu.
Seringkali hanya jadi teman makan tapi bukan teman jiwa.
Terus harus bergantung pada siapa?
Lansia yang paling bahagia adalah mereka yang melek realita dengan menyiapkan dua hal ini sejak muda.
Yang pertama, kemandirian finansial.
Menabung agar punya pilihan untuk membayar perawat profesional atau tinggal di fasilitas yang nyaman tanpa harus melihat wajah orang lain alias mewaris perhatian.
Yang kedua, investasi kesehatan.
Nggak begadang dan rajin olahraga dari sekarang adalah cara terbaik agar tidak menyusahkan diri sendiri nanti.
Pesan untuk kita semua, harta terbaik di hari tua adalah kesehatan yang terjaga dan tabungan yang cukup.
Mandiri itu harga diri.
Renungan malam :
*Ketika Teman Satu Persatu Dipanggil Pulang, Kita Mulai Mengerti Arti Hidup*
Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang diam diam mengubah cara kita memandang hidup.
Dulu, yang membuat hati gelisah adalah soal pekerjaan, pencapaian, dan bagaimana agar terlihat berhasil di mata orang lain.
Sekarang, yang lebih sering membuat hati terdiam justru kabar tentang teman yang satu persatu dipanggil pulang.
Ada yang dulu sering bercanda bersama.
Ada yang dulu selalu hadir di setiap cerita hidup.
Kini namanya tinggal dalam doa.
*Di* *usia* 60+ kita mulai sadar bahwa hidup ternyata bukan perlombaan tentang siapa yang paling lama bertahan.
Hidup adalah perjalanan tentang siapa yang paling siap ketika waktunya tiba.
Rambut yang mulai memutih, tenaga yang perlahan berkurang, dan tubuh yang tidak lagi sekuat dulu sebenarnya bukan sekadar tanda usia.
Semua itu adalah nasihat lembut dari Allah agar hati mulai lebih banyak mengingat akhir perjalanan.
Yang dulu terasa penting, perlahan mulai kehilangan makna.
Keinginan untuk dipuji mulai melelahkan.
Keinginan memiliki semua hal mulai meredup.
Di usia ini, hati hanya ingin tenang.
Dan ternyata ketenangan itu bukan datang dari banyaknya harta atau ramainya rumah.
Yang paling menenangkan justru ketika shalat terasa lebih khusyuk, doa terasa lebih dekat, dan hati mulai ikhlas menerima hidup apa adanya.
Kita juga mulai *belajar* bahwa :
-Tidak semua harus dimiliki.
-Tidak semua harus dibalas.
-Tidak semua harus dipikirkan terlalu dalam.
Karena hidup ini sementara....
Saat melihat semakin banyak orang yang pergi mendahului kita, hati seperti diingatkan setiap hari bahwa suatu saat kita juga akan menyusul.
Bukan untuk ditakuti, tetapi untuk disiapkan.
Maka selagi masih diberi waktu :
-Perbanyaklah hal yang menenangkan jiwa.
-Perbanyak dzikir.
-Perbanyak memaafkan.
-Perbanyak bersyukur.
-Dan jangan biarkan umur bertambah tanpa amal yang ikut bertambah.
Sebab di akhir nanti, yang paling berharga bukan tentang seberapa banyak dunia yang pernah kita kumpulkan. Tetapi tentang seberapa dekat hati kita kepada Allah saat pulang.
*Salam sehat tetap semangat*
Diriwayatkan bahwa seorang sahabat mengeluh kepada Rasulullah Saw:
“Wahai Rasulullah, mengapa dunia seolah-olah tidak menginginkanku? Semua usahaku bangkrut. Peternakan dan pertanianku pun selalu gagal panen.”
Rasulullah Saw kemudian tersenyum dan mengajarkan kepadanya tasbih para malaikat dan tasbih penghuni alam semesta:
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم أستغفر الله
Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘azhim, astaghfirullah.
Kemudian Nabi Saw bersabda:
“Bacalah seratus kali sebelum terbit fajar. Maka dunia akan memohon kepada Allah agar engkau memilikinya; dunia akan mengejarmu tanpa engkau mengejarnya.”
Beberapa bulan kemudian, sahabat tersebut kembali dan berkata:
“Wahai Rasulullah, sekarang aku justru bingung dengan hartaku. Ke mana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku yang begitu banyak?”
—Abwabul Faraj, Sayyid al-Maliki
Ibnu 'Abbas ra ;
Nabi Sulaiman as awalnya disuruh Allah swt untuk memilih antara Ilmu, Harta dan Kerajaan, lalu beliau memilih Ilmu, akhirnya disamping Ilmu, Harta bahkan Kerajaan juga diberikan oleh Allah swt untuk beliau.,
Mau merasakan manisnya iman?
Lakukan tiga perkara ini.
Nabi SAW dawuh: “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman:
1. Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya.
⬇️⬇️⬇️
Ulama ahli hikmah mengatakan:
"Manusia akan menghadapi 4 perampas;
1. Malaikat maut yg akan merampas nyawanya
2. Ahli waris yg akan merampas hartanya
3. Belatung yg akan merampas jasadnya
4. Orang-orang yg mempunyai hak padanya akan merampas amalnya kelak pada hari kiamat."
Tetap memberi, meski tak pernah menerima.
👉 Itulah keikhlasan.
Tetap menyayangi, meski pernah disakiti.
👉 Itulah kesetiaan.
Tetap mengasihi, meski sering diabaikan.
👉 Itulah ketulusan.
Tetap bersabar, meski berkali-kali diuji.
👉 Itulah kekuatan hati.
Rahasia di Balik Tercegahnya Doa
Pada suatu waktu, Nabi Musa As melihat seorang lelaki sedang berdoa dengan penuh rengekan, memohon agar hajatnya segera dikabulkan.
Melihat kesungguhan tersebut, Nabi Musa menghadap Allah Ta’ala dan berkata, “Wahai Tuhanku, seandainya hajat orang itu ada dalam kekuasaanku, pasti segera aku kabulkan.”
Seorang penguasa apabila berniat melakukan ketidakadilan terhadap rakyatnya, maka Allah turunkan bala berupa dilanda kekurangan dimana2, di sektor ekonomi, semakin sulit mencari rezeki, menurunnya hasil panen, berkurangnya susu binatang ternak dan lain2.
Wahb bin Munabbih
Ibadahmu tidak ada seujung kukunya dibandingkan ibadah para malaikat, para nabi dan para awliya. Mereka saja tidak merasa hebat dengan ibadahnya, malah tetap tawadhu dan takut ibadahnya tidak diterima.
Pemilik sebuah rumah disebut Nabi masuk neraka gara-gara membiarkan seekor kucing terkurung di rumah tanpa diberi makan.
Maka jangan sampai ada imam masjid, marbot, dan mereka yang tak bebas kemana-mana karena menjaga agama, tidak kita perhatikan kesejahteraannya.
اللّهُمَّ اسْتُرْنَا فَوقَ الأَرضِ، وَتَحتَ الأَرضِ، وَيَومَ العَرضِ
Ya Allah, tutuplah aib kami ketika diatas bumi (ketika masih hidup), di bawah bumi (ketika sudah meninggal dunia), dan pada hari di mana amal ditampakkan (hari kiamat).
Salah seorang ulama berkata:
"Kegelisahan manusia terletak pada empat perkara: kegelisahan terhadap agamanya karena takut tersesat, kegelisahan terhadap dunianya karena berbagai musibah, kegelisahan terhadap keluarganya karena perselisihan, dan kegelisahan terhadap hartanya karena khawatir hilang atau berkurang."
Jika Allah menjaga keempat perkara itu untuk seorang hamba, niscaya sebagian besar kegelisahannya akan terangkat.
Karena itulah, termasuk doa yang diajarkan Nabi Saw untuk dibaca setiap pagi dan petang adalah:
"Allahumma inni as'alukal 'afwa wal 'afiyah fi dini wa dun'yaya wa ahli wa mali (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku)."