PFII harus belajar dari sejarah tentang UU Perasuransian no.40 Tahun 2014 dalam pasalnya tentang pembentukan LPP (Lembaga Penjamin Polis) yg sampai saat ini belum terealisir padahal diberi waktu paling lama 3 tahun harus sdh ada, sebagai wujud perlindungan https://t.co/3IrZfvl4BH
Kami heran dgn masyarakat kita, putusan sidang PN belum diketuk sudah banyak yg komentar..
Sedangkan putusan INKRACHT gugatan nasabah jiwasraya tdk ada yg komentari dan malah tdk dilaksanakan. @prabowo@PurbayaYudhi@Danantara_ri@bumn_idn
Hukum masih pilih kasih juga komentar
Indonesia lebih serius urus Politik Kekuasaan daripada urus ekonomi, industri dan perdagangan. Soal jasa keuangan dan investasi sudah sakit duluan sejak terjadinya kasus asuransi jiwa Jiwasraya dan Wanaartha dll. @prabowo https://t.co/dX5SVXVBwM
Family Office Setuju Tdk Memakai APBN. Kita Juga Tidak Perlu Sensi Bila Ada Yang Keritik Malah Lebih Banyak Yang Keritik Lebih Bagus. Perlu Memulihkan Kepercayaan Kepada Investor. Karena Sejak Kasus Asuransi Jiwasraya Menjadi Pengalaman Yg Tdk Terlupakan. https://t.co/3nxftXswPe
Pemerintah sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Jiwasraya blm melaksanakan sepenuhnya Keputusan PN yang telah berkekuatan tetap (Inkracht). Sepatutnya memberi contoh penegakan Hukum. Apalagi thn 2021 berjanji untuk menyelesaikan setelah ada putusan PN. https://t.co/ywgj9fycNx
Nasabah jiwasraya tolak Restru legal secara UU ; Peraturan dan UUD 1945. Sangat mendukung rencana pemerintah Launching SWF dan Patriot Merah Putih. Hanya mengingatkan & hati2 karena sangat sensitif sekali.
Jangan terulang lagi kasus gagal bayar @Jiwasraya@ojkindonesia
Pejabat2 bicara dengan lantang tentang program dan keberhasilannya, jika dituntut yang nasabah jiwasraya yg belum kembali pada buang badan padahal investor pada menunggu hasilnya. Jika tidak dilaksanakan mana ada yg percaya dgn kepastian hukum di Indonesia. @prabowo@purbaya
@machrilmachril1@prabowo Tantangan didepan mata banyak, hal2 yg sdh jelas ada aturannya tinggal dijalankan, supaya roda pemerintahan berjalan baik dan bisa move on, tdk berkutat dan berputar2 di titik yg sama. #Kepastian dan Kepatuhan Hukum.
@machrilmachril1@prabowo Penegakan dan kepastian hukum menunjukkan kita insan yg beradab, itu yg dilihat org luar baik investor atau wisatawan. Ini currency dasar yg membantu IDR punya harga.
@machrilmachril1@prabowo Penegakan dan kepastian hukum menunjukkan kita insan yg beradab, itu yg dilihat org luar baik investor atau wisatawan. Ini currency dasar yg membantu IDR punya harga.
Pemerintah harus berikan contoh yg baik, bahwa Putusan INKRACHT itu harus di patuhi. Contoh: kasus hotel Sultan antara Pemerintah dgn Swasta, sepatutnya tidak perlu kerahkan Ribuan Polisi dan Tentara jika hukum itu terlaksana dengan baik. @prabowo
Indonesia masih dipercaya karena “bumi dan alamnya” masih menjadi andalan sebagai penjamin utang. Bagi pihak swasta Yang penting hati2 dalam membuat perjanjian. Jangan sampai kasus Jiwasraya terulang lagi, uang nasabah masih tertahan. 🙏 https://t.co/dFcrjbEekI
@Uniliswara0 Ngomong gede banget. Nasabah jiwasraya lapor, mengadu, bersurat kpd Presiden 7 dan 8 gak tembus. Itu uang keluarga anak yatim, janda dan pensiunan hasil kerja jerih payah puluhan tahun lalu gugat dpt putusan pengadilan (MA) inkracht tidak laku alias diabaikan, masih mau sombong?
@mulanbilqis Uang nasabah jiwasraya saja Kembalikan karena itu bukan milik negara milik anak yatim, janda dan pensiunan. Tinggal perintah Bendahara Negara. @PurbayaYudhi
“Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tsb tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun”. (UUD 1945 pasal 28H1).
Kasus Nasabah Jiwasraya sudah saya laporkan kepada Menteri HAM.
Surat sudah diserahkan, belum ada response, APBN mau turun.
@hadikis_1@PakpahanTam@purbaya@Jiwasraya@bumn_idn@KemenkeuRI@bpkri Masalah gagal bayar jiwasraya adalah masalah Negara yg harus diselesaikan oleh pihak manapun secara bertanggung jawab, jangan ikuti jejak yg sudah tidak berkuasa lari dari tanggung jawab , akibatnya Negara ini tidak dipercaya oleh investor.
@machrilmachril1@prabowo@PurbayaYudhi Saat ini saja investor sdh tdk percaya, sehingga IDR terus tertekan walaupun BI sdh naikan suku bunga 0.5 point, mungkin ada yg salah.....