AI is so good at backend, but so bad at UI/UX.
Any recent models one-shot my new features, but I'd have to spend another 10+ prompts to get the design right.
setelah 1.5 tahun kurang lebih kerjanya dari rumah, sore ini menjadi hari pertama saya masuk kelas kursus bahasa inggris offline. π
jujur ngobrol cas-cis-cus bahasa inggris itu boleh dibilang oke, tapi kadang untuk ngobrol hal casual/small talk masih belum terlalu keasah.
harapannya ketika ngobrol sama bule itu bisa ngelanturnya lebih jauh π
dan pastinya ada ilmu yang bisa diambil setiap sesinya.
in dis ekonomi nyari rumah kontrakan susah susah gampang yang nyaman khususnya remote worker kayak saya.
daerah bandung rata-rata aja dijual.. bukan dikontrakin.
tapi alhamdulillah, setelah ngubek sana sini....
dapet juga setelah 10 bulan dari awal mula nikah πββοΈ
menutup cerita di kontrakan pertama untuk menitih cerita
di kontrakan selanjutnya.
#ngontrakasik #newchapter
percobaan di 29 may kemarin pakai deepseek 4 flash, momentumnya lagi kena dan si dip sik ini bisa capture
ini project hobby ngebuild bot trading harian yang bisa ditinggal merem dan di tweak setiap minggunya udah versi ke 5 π₯΄
in dis ekonomi nyari rumah kontrakan susah susah gampang yang nyaman khususnya remote worker kayak saya.
daerah bandung rata-rata aja dijual.. bukan dikontrakin.
tapi alhamdulillah, setelah ngubek sana sini....
dapet juga setelah 10 bulan dari awal mula nikah πββοΈ
menutup cerita di kontrakan pertama untuk menitih cerita
di kontrakan selanjutnya.
#ngontrakasik #newchapter
buat kasus front-end back-end pakai model cina, ini combo yang lagi saya pakai sejauh ini:
deepseek-v4-flash + kimi-k2.6
dua-duanya mirip kapabilitasnya.
> deepseek lebih cepet buat fix bug kecil sama design yang simpel.
> kimi lebih kuat handle bug kompleks + design yang rumit.