Dear manusia narsistik yang sering berpura-pura menjadi korban untuk mendapatkan simpati, membesar-besarkan atau mengarang cerita agar orang lain merasa kasihan.
Jauh jauh dari hidup gueee
Hush hush hush
Pait pait paittt
Itulah kenapa ga pernah ngecek jasa medis per pasien yg gw terima. Bisa sakit ati dan ngurangin amalan rasanya.
Jangan tanya berapa jasmed yg gw dapat utk ngurusin pasien di ICU ya..
Makanya selalu gw bilangin, BPJS itu sukses krn nakesnya "rela" dibayar murah.
This drama was emotional roller coaster for me. I learned a lot from them. Most importantly, they showed us what a real family means, i’m so glad to meet all these beautiful characters. You mean everything to me! 🫶🏻
#FamilyByChoice#FamilyByChoiceEp16
cantik banget sama kalimat ini :
"belajarlah untuk menjadi tenang dalam segala hal, maka kamu akan bisa melihat jelas apa yang sedang terjadi disekitarmu"
Polemik Kasus Tom Lembong, Politisasi atau Bukan?
Buat yang minta Saya untuk bahas kasus Tom Lembong, sebenarnya agak sungkan karena dari awal memang udah gak feeling sama dia. But well, pembahasan ini sengaja bukan dalam bentuk esai karena terlalu banyak sudut pandang yang gue dapet.
Tapi tenang, gue coba untuk seobjektif mungkin. -Thread-
Gw bantu jelasin ttg trend 'Peringatan Darurat' dgn bahasa sederhana yg bs dimengerti anak SD sekalipun. Buat yg bs bantu bikin ilustrasi gambar/videonya, waktu dan tempat dipersilahkan.
A thread.
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.