Untuk air mata, untuk titik keringat, untuk gores hati, untuk kata-kata, untuk kehilangan, untuk kekecewaan, untuk amarah, untuk tuduhan, untuk kecaman, untuk kesedihan... semuanya... terimakasih Tuhan memandangku mampu menempuh semua ini sejauh ini.
di hari-hari terakhir sebelum 2017 berlalu.. Ia menyatakan diri mendorongku bersyukur untuk cerita-cerita yang kuterima seminggu ini. Terimakasih Tuhan memprosesku luarbiasa di 2017, dan aku siap untuk setahun kedepan yang disebut 2018...
Dua hal yang paling aku nggak suka adalah perpisahan dan lagu sedih... dan keduanya kutemukan kemarin sabtu. Siang mendengar lagu sedih, dan malam berpisah
Jika aku merelakan jam tanganku, menyetrikakan bajumu, meminjamkan tas baruku, bukan semata aku sudah suka. Aku memang orang baik, jangan berfikir macam-macam. Tapi jika aku mulai menyebutmu dalam doa...... (?)
Aku kerap mendengarkan lagu dengan satu judul kala kita masih sering jumpa, dan kala itu juga aku masih jatuh cinta pada lainnya. Kukira lagu itu hari ini untuk mengenang seseorang di masa lalu, tp ternyata unt mengenang hari sering kutemui kamu
biarkan rambutku tergerai supaya kau ikat. Biarkan aku tak pernah sarapan, supaya kau bawa bubur ayam di atas mejaku pagi-pagi. Biarkan aku tak mengatakannya, supaya kamu tetap sama.