PO BUS DI SUMATERA INI PALING BANGKE. Seleksi supirnya asal asalan.
Seorang penumpang mengaku mengalami ketidaknyamanan saat menggunakan layanan Bus Chandra dalam perjalanan menuju Medan. Menurut keterangan yang disampaikan, penumpang telah membeli tiket resmi di loket dengan tarif Rp100.000 dan diinformasikan bahwa kursi masih tersedia.
Namun, setelah naik ke dalam bus, penumpang mendapati kursi yang dijanjikan ternyata tidak tersedia. Kernet kemudian menjelaskan bahwa kursi akan tersedia setelah ada penumpang yang turun di kawasan Simpang Kompi.
Setelah kursi tersebut kosong dan ditempati oleh penumpang, yang bersangkutan mengaku kembali diminta berpindah ke bangku tambahan (bangku tempel), sementara penumpang lain yang naik di perjalanan tetap menempati kursi utama. Saat mempertanyakan hal tersebut, penumpang mengaku mendapat penjelasan bahwa ongkos yang tercatat hanya Rp40.000, padahal dirinya telah membayar Rp100.000 sesuai tiket yang diterima dari loket.
Perbedaan informasi terkait tarif tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya perdebatan antara penumpang dengan kru bus. Penumpang menilai persoalan internal antara pihak loket dan kru bus seharusnya tidak berdampak pada pelayanan kepada penumpang yang telah membeli tiket secara resmi. Ia berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan kepada penumpang dapat berjalan lebih baik di masa mendatang.
Narasi ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak penumpang dan menunggu klarifikasi dari pihak terkait.
Apakah kami bukan lagi bagian dari Indonesia sehingga 7 bulan bencana kami dicuekin, atau karena suara bapak hanya 24% waktu pilpres terus bapak tidak peduli
cc:threadedhiegayo
proyek deforestasi terbesar di dunia ada di Merauke
laporan sejumlah media internasional dan lembaga lingkungan menyebut proyek ini sebagai “world’s biggest deforestation project”
Analisis Mighty Earth dan The TreeMap menunjukkan aktivitas pembukaan lahan terus meningkat di wilayah Papua selatan dalam beberapa tahun terakhir
Sejak 2010, pemerintah telah menggagas program MIFEE atau Merauke Integrated Food and Energy Estate yang mengalokasikan sekitar 2,5 juta hektar lahan untuk pengembangan industri pangan dan energi
Bukan cuma babat hutan tapi Seharusnya pemerintah juga memperhatikan nasib warga dan habitat satwa yang ada didalam nya
Baca selengkapnya: https://t.co/JF8mdOEvcz
Putri penulis Ahmad Bahar, F (33), akan melaporkan Ketua Umum GRIB Jaya Hercules ke Polda Metro atas dugaan intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan saat dibawa ke markas di Jakarta Barat.
~RK #GRIB#AhmadBahar
Yth. Bapak/Ibu Pejabat yang Terhormat,
Sudah lebih dari 12 jam Aceh Tamiang gelap gulita. Listrik mati sejak kemarin sore, tapi sampai sekarang belum nyala.
Katanya lagi "proses pemulihan".
Prosesnya lama kali ya, kayak nunggu bantuan banjir yang juga belum cair.
Masyarakat sudah pada bingung:
Mau minum air bersih susah,
Mau charge HP gelap,
Mau simpan makanan basi semua.
Semoga besok atau lusa ada keajaiban listrik menyala, sekaligus bantuan banjir turun.
Atau... Aceh Tamiang tunggu tahun depan saja?
Salam gelap
Laporkan tidak ada yg kebal hukum di negara ini..
Betul kan @Gerindra@ListyoSigitP@DivHumas_Polri
Putri Ahmad Bahar berinisial F berencana melaporkan dugaan penculikan dan intimidasi yang menyeret organisasi GRIB Jaya serta ketuanya, Rosario de Marshall alias Hercules, ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026).
Rencana pelaporan itu disampaikan Ketua Bidang Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, usai mendampingi F mengadukan kasus tersebut ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Waspadai tindakan @prabowo dlm kaitannya dng kebijakan perang AS. Track tecordnya sejak jd Presiden adalah mengkhianati negara. Mulai dari gabung dlm BoP, jual kedaulatan negara dng perjanjian dagang, membiarkan pesawat AS melintasi udara RI, kini menjadikan RI pusat pemeliharaan pesawat militer AS. Arahnya bisa2 ia menjadikan RI sbg pangkalan militer AS. Tolak RI dijadikan obyek kebijakan AS. Tolak kolonialisme AS.
#StopPengkhianatanNegara
#IndonesiaBukanNegaraBagianAS
“kasian anak-anak ku kepanasan di tenda sekolah mba”
ucap bu guru di sekolah Desa Reje Payung, Takengon, Aceh Tengah 🥺💔
ini keadaan terkini ya temen-temen…. tadi siang yaa bukan video lama😞
terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini
di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!!
panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔
buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….
Pelayaran kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza kembali mendapat hambatan. Dua kapal mereka, Borales dan Osgurluk, dilaporkan dicegat saat berada di Laut Mediterania.
Di antara penumpang kapal terdapat sejumlah WNI, termasuk jurnalis Republika Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody).
Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona, mengatakan sejak dini hari pihaknya sudah mendapat informasi bahwa kapal berada di perairan internasional dan berpotensi dicegat lebih cepat oleh Israel.
Sekitar pukul 11.00 WIB, kapal yang ditumpangi Abeng disebut mendeteksi kapal perang melintas di dekat mereka. Lalu pukul 14.00 WIB, Abeng mengirim video SOS yang berisi permintaan bantuan jika dirinya ditahan otoritas Israel.
Stevy menjelaskan video tersebut merupakan bagian dari protokol keamanan yang telah disiapkan Global Sumud Flotilla untuk menghadapi situasi darurat.
“Oke, Abengnya sudah kirim video SOS bahwa ada kemungkinan, karena sudah melihat ada perahu mendekat maupun apa, jadi dia kirim video SOS,” kata Stevy, Senin (18/5).
Namun hingga kini, Republika mengaku belum menerima video SOS dari Ody dan sejumlah WNI lain yang ikut dalam rombongan tersebut.
Stevy juga mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kondisi maupun lokasi para relawan setelah pencegatan terjadi. Republika telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk meminta bantuan pemantauan dan perlindungan terhadap WNI yang berada di kapal tersebut.
📸: Dok. Republika.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | svt | R158 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Baca di sini: https://t.co/bQqBaDGo4f
Rumah penulis buku, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didatangi oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) lalu.
~AC #Megapolitan
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
#intinyadeh di tengah aksi warga Pati, ada org pake penutup wajah & kaos bertuliskan “darah polisi itu segar”
Org tsb jg bikin tulisan dgn pilok “Polisi Asu”
Jd rame krn beredar foto org tsb lg pose di kantor Unit Intel Kodim.
Dugaan aksi unjuk rasa disusupi provokasi aparat.