AlUla SC to represent Asia at the Intercontinental Cup in November
The club has become a titan in Saudi Arabia with the likes of Dyego, Douglas Junior and KSA national team captain Nawaf Al-Arwan on the roster.
Current holders of the ๐ธ๐ฆ treble: League, Cup and Super Cup
MENGINGATKAN KEMBALI
25 nama yang terdaftar di pengumuman @timnasfutsalIDN untuk persiapan AFF Futsal pada bulan April nanti.
Banyak nama baru dan nama lama yang kembali terpanggil dengan semangat terbarukan ๐ฎ๐ฉ๐ฅ
Jaya terus Futsal Indonesia, Ayo Kawal Lagi !
#GaleriFutsal
#Gempa Mag:6.5, 06-Feb-2026 01:06:11WIB, Lok:8.98LS, 111.17BT (89 km Tenggara PACITAN-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Kenapa Jaman Soeharto Lebih Enak?
Karena hidup terasa stabil.
Harga-harga jarang naik.
Sekolah, jalan, dan irigasi banyak dibangun.
Televisi bicara soal pembangunan, bukan keributan.
Dan semua tampak aman. Tenang. Terkendali.
Tapi di balik ketenangan itu, kekuasaan terkonsentrasi di satu keluarga.
Selama 32 tahun, uang publik berputar di lingkaran kecil bisnis kroni dan yayasan pribadi.
Nilai kekayaan tidak sah yang dikaitkan dengan Soeharto diperkirakan mencapai US$ 15โ35 miliar,
setara dengan Rp 400โ1.000 triliun dalam nilai uang sekarang.
Lalu ketika ia turun tahun 1998,
Sang "Pahlawan" tidak mewarisi kemakmuran, tapi utang lebih dari Rp 550 triliun,
sekitar 58 persen dari total ekonomi nasional saat itu.
Beban itu tetap kita cicil lewat pajak, inflasi, dan kebijakan anggaran sampai hari ini!
Masalahnya tidak berhenti di situ.
Korupsi dan inefisiensi birokrasi selama Orde Baru menghambat produktivitas nasional.
Menurut simulasi ekonomi, jika sistem pemerintahan saat itu bersih,
dan pertumbuhan ekonomi naik hanya 1,5 poin persen per tahun (dari 7 persen menjadi 8,5 persen),
maka dalam 32 tahun ekonomi Indonesia bisa dua kali lipat lebih besar dibanding kenyataan.
Potensi yang hilang sepanjang periode itu setara dengan Rp 7.000โ8.000 triliun dalam nilai sekarang.
Uang sebesar itu bisa membiayai pendidikan gratis untuk seluruh anak Indonesia,
membangun ribuan rumah sakit, dan mengangkat jutaan keluarga dari kemiskinan.
Seandainya Soeharto tidak korupsi, Indonesia bisa masuk ke jajaran negara maju sejak awal 2000-an.
Kita tidak akan terjebak dalam lingkaran utang, subsidi, dan ketimpangan yang masih terasa sampai hari ini.
Jadi kalau ada yang bilang "jaman Soeharto lebih enak",
mungkin iya, karena rakyat hanya merasakan stabilitas di permukaan.
Tapi di bawahnya, masa depan bangsa sudah dijual jauh sebelum reformasi dimulai.