🚨🚨🚨
pernah denger sidikalang?
ya, salah satu daerah penghasil kopi robusta terbaik di indonesia, kini tanah penghasil kopi ini terancam keberadaan tambang PT Dairi Prima Mineral (PT DPM).
sebagai yang terlahir di Sidikalang, tumbuh besar dari hasil kopi dan dan sekarang setiap butir nasi yang masuk ke perut ini adalah hasil dari kopi sidikalang, jelas menolak keberadaan PT. DPM.
warga dairi jelas menolak keberadan tambang PT. DPM yang berpotensi merusak hasil tani dan merusak alam dairi dapat menimbulkan bencana.
warga Dairi dan organisasi masyarakat sipil telah dan akan akan melaporkan lagi menteri lingkungan hidup ke Ombudsman Republik Indonesia dan ke Komnas Perempuan.
Mohon dukungan kawan kawan sekalian bagi kami warga dairi...
kalau kawan kawan disana berjuang agar pemerintah mengevaluasi perekonomian dan kebijakan indonesia, kami disini berjuang menyelamatkan tanah kelahiran kami.
kita sama sama berjuang, sampai menang.
sc video: Yasasan Diakonia Pelangi Kasih
Yang belum tahu tuntutan demo mahasiswa sekarang mereka perwakilan kita semua
Ada 5 tuntutan
Jangan termakan framing murahan
Dari buzzeRp fans fanatik dan termul
-Mahasewa
-dibiayai asing
Dll
Adik adik kita mahasiswa untuk kepentingan kita semua, seluruh rakyat Indonesia.
‼️Perhatian‼️
Sebagai pengganti CCTV di bundaran Hi yang mati. banyak abang Ojol yang live Tiktok. Kalo mau support boleh kirim hadiah ke para abang ojol yang live Tiktok ya.
Salut buat abang ojol👍
Kalau tidak bisa turun aksi hari ini, boleh ikut berdonasi untuk bersolidaritas dan saling jaga.
Ada beberapa QRIS yang udah dikumpulkan oleh teman-teman Social Justice Indonesia, buat donasi ke:
1. LBH Jakarta, yang biasanya advokasi utk teman-teman yang dikriminalisasi;
2. LBH APIK, untuk teman-teman perempuan;
3. LBH Masyarakat, untuk teman-teman dari kelompok marjinal.
Jatah kopi hari ini bolehlah kita sisihkan untuk bersolidaritas😄
REVISI UU POLRI: SKEMA NEGARA MEMFASILITASI REPRESI!
Selain multi(dis)fungsi, kami memberi catatan pada Pasal 19 ayat (2) yang meneruskan pola kriminalisasi dan brutalitas polisi yang banyak dilakukan pada kriminalisasi Agustus lewat penerapan Pasal 170, 212, & 214 KUHP lama.
Kata Siapa Demo Tidak Ada Gunanya?
kata siapa gada hasilnya?
Coba tanya Soeharto.
coba baca sejarah sebentar
32 Tahun Berkuasa.
Jatuh dalam 3 Minggu.
Bayangkan ini:
Seorang pria memegang seluruh Indonesia selama tiga dekade lebih.
Militer di tangannya.
Media di bawah kendalinya.
Tidak ada yang berani melawan setidaknya, tidak terang-terangan.
Lalu datanglah anak-anak muda berjas almamater.
Tanpa senjat4.
Tanpa tentara.
Hanya suara, spanduk, dan nyali yang tidak muat di dada.
Yang Terjadi di Mei 1998
Empat mahasiswa Trisakti gugur ditemb4k.
Seharusnya itu membungkam yang lain.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya
jutaan orang makin berani.
Gedung MPR/DPR simbol kekuasaan tertinggi negeri ini dipadati massa.
Bukan tentara.
Bukan politisi.
Mahasiswa.
Dan pada 21 Mei 1998, pria yang selama 32 tahun tidak tersentuh itu duduk di depan kamera, lalu mengucapkan kata-kata yang tidak pernah ada yang percaya akan keluar dari mulutnya:
"Saya menyatakan berhenti..."
Ini Bukan Keajaiban. Ini Bukti.
Reformasi yang kamu nikmati hari ini kebebasan berpendapat, pemilu langsung, hak bersuara bukan hadiah dari penguasa.
Itu hasil dari orang-orang yang turun ke jalan dan tidak pulang sebelum didengar.
Demo mengubah sejarah.
Bukan sekali.
Berkali-kali.
Dan akan terus begitu
selama rakyat tidak memilih diam.
Kalau anak gak boleh diatur, gak usah disekolahin. Didik sendiri aja di rumah jangan nyusahin guru.
•
Guru di pidana usai cukur rambut siswa, Komisi III minta kasus ini di hentikan.
RAPBN 2026 resmi disahkan dengan 29 persen anggaran pendidikan atau 223 T dialihkan untuk MBG.
Bandingkan dengan anggaran beasiswa, guru non PNS, dosen non PNS dan ASN daerah yg digabung hanya 91,4 t, padahal pendanaan MBG diambil dari porsi wajib 20% APBN untuk pendidikan. Sungguh sebuah ironi bukan?