Kalau belum pernah ngerasain sendiri, emang gampang banget buat ngejudge. Gampang bilang "tinggal move on", “semua orang juga punya trauma”, “tinggal percaya lagi", atau "avoidant tuh red flag." Padahal ga ada yang tau seseorang jadi seperti sekarang karena apa. Siapa tau dulu dia justru orang yang paling berani mencintai. Yang ngasih effort tanpa disuruh, yang selalu ada, yang komunikasinya intens, yang percaya sepenuhnya sama pasangannya. Sampai suatu hari semua itu dihancurin oleh pengkhianatan yang datang dari orang yang paling dia percaya.
Dan banyak orang ngeremehin efek dikhianati. Mereka pikir itu cuma soal sedih beberapa minggu lalu selesai. Padahal kenyataannya jauh lebih kompleks dari itu. Kepercayaan yang rusak bisa ngubah cara seseorang memandang cinta, kedekatan, bahkan dirinya sendiri. Hati yang hancur ga selalu sembuh cuma karena waktu berjalan.
Makanya kadang yang sekarang terlihat dingin, menjaga jarak, susah percaya, atau selalu menarik diri saat hubungan mulai serius, belum tentu karena dia ga punya perasaan. Bisa jadi itu cara dia bertahan hidup setelah pernah hancur di titik yang ga pernah orang lain lihat. Luka karena pengkhianatan tuh efeknya ga main-main. Bisa kebawa bertahun-tahun, bisa muncul lagi di hubungan berikutnya, bahkan ada yang masih berjuang melawannya seumur hidup. Jadi sebelum ngejudge seseorang terlalu cepat, mungkin kita ga tau berapa banyak bagian dari dirinya yang dulu hilang gara-gara orang yang salah.
That's why jangan pernah main-main sama hati seseorang. Karena buat lo mungkin itu cuma fase, cuma kesalahan, atau cuma momen sesaat. Tapi buat orang yang menerimanya, itu bisa jadi luka yang mengubah cara dia mencintai selamanya. Long term effect isn't a joke, dan ga semua orang bisa kembali jadi versi dirinya yang dulu setelah dikhianati.
capek banget lihat diskursus soal avoidant dan anxious ini. orang-orang jadi terlalu sibuk ngasih label sampai lupa kalau hubungan itu tetap butuh tanggung jawab. harusnya ketika memutuskan pacaran, kita juga udah paham ekspektasi dasar yang dibutuhkan dalam suatu hubungan.
kata gua avoidant anxious kaga usah cari pacar dulu, cari psikolog aja deh. kocok lolok. sebel gua liat orang pake alasan avoidant blabla trauma for justified their actions to hurts other. go seek therapy bro
Benar kata Dokter Gia, anxiety sering muncul karena terlalu memikirkan masa depan, sedangkan depresi sering berkaitan dengan terlalu terfokus pada masa lalu.
The closest a horse has ever got to winning the Spring Triple Crown, Croix du Nord just fended off by front-running Meisho Tabaru in wet conditions
A great race and congratulations to Tabaru on a back-to-back win!