semua investasi itu ada volatilitasnya, ada resikonya.
“kalo kamu ga kuat nahan floating loss 50%, maka kamu ga layak dapet gain 500%”.
pentingnya analisis, ga asal masuk dan ikut”an yang akhirnya malah ngerugiin diri sendiri🙏🏻
Nasib crypto bros Indonesia.
Dari Oktober, rungkad di crypto
Dijanjikan altseason dan akhir 2025 bikin ATH baru, yang ada malah loyo
Katanya 2026 supercycle, tapi Bitcoinnya malah diem-diem bae
Akhirnya nyoba ke saham karena mulai banyak influencer yang bahas
Eh, saham boncos juga
Muncul meme diketawain emak karena emas dan perak naik tinggi
Oke, masuk ke emas dan perak kita, mumpung listing di Binance
Emas dan perak mengalami penurunan terbesar dalam
sejarah
Ini namanya bukan rungkad, ini namanya dikutuk
KWOAKWOAKWOAWKOAW
guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
saran dari sandiaga ke prabowo
untuk menguatkan rupiah
- meningkatkan ekspor produk produk dalam negeri seperti kopi, komoditas
- pengembangan pariwisata seperti bali dan papua
- kurangi wisata ke luar negeri
- kurangi impor gajelas seperti motor listrik dll
- gaya komunikasi jangan tempramen
apakaah sandia uno yang pernja jadi
wakil presiden dia dulu
bakal di cap antek antek asing juga?
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Nadiem: Saya mundur dari Gojek agar tidak ada konflik kepentingan.
Jaksa: Hallah! Pura-pura!
N: Nah! Terbukti TIDAK ADA aliran uang ke rekening saya, kan?! Saya bersih!
J: Emang jago ya menyembunyikan hasil korupsi.
N: Lihat pajak saya! Saya patuh pajak! Dari situ saja keliatan harta saya bersih dari korupsi. Yang ada, justru anda salah baca SPT pajak saya.
J: Hallah! Jangan sok pintar kamu. Kamu tuh korupsi. Sudah terima saja!
Urusan sama jaksa model bekicot sawah ini emang ruwet, mbak! Sabar ya!