Hai tweeps,saya menerima jasa bikin logo sama ilustrasi nih. Kalo ada yang minat buat tanya2,boleh dm lho. Contoh logo ada dibawah yak..Thank you tweeps!
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?
Luar biasa banget emang negara kita.
Demi ngajarin generasi muda cinta Pancasila, MPR rela keluar Rp30,7 miliar.
Tiga puluh koma tujuh miliar rupiah.
Untuk lomba cerdas cermat.
- Penyusunan soal: Rp1,2 miliar
- Grand final: Rp3,5 miliar
Soal kuis. Satu koma dua miliar.
Mungkin soalnya ditulis pakai tinta emas di atas kulit sapi Wagyu.
🥇 Juara 1: Rp10 juta
🥈 Juara 2: Rp7,5 juta
🥉 Juara 3: Rp5 juta
Belum dipotong pajak.
Total hadiah tiga besar: Rp22,5 juta.
Dari Rp30,7 miliar.
Sisa Rp30,69 miliar. Jadi pilar perlombaan atau jd pilar nilai² pancasila ya?
Minimal Kita bisa memetik pelajaran dan nilai²:
- kerja keras itu mulia
- pengabdian itu tak ternilai
- uang bukan segalanya
Pelajaran yang sangat pas — disampaikan oleh panitia yang anggarannya Rp30,7 miliar.
Negara ini pandai sekali mengajarkan kesederhanaan. Lewat rakyatnya.
beberapa kali berkesempatan bersua ndan muk, sepakat dengan: setiap orang punya peran masing2
nggak selalu yang nggak nampak itu acuh. bisa jadi lewat medium lain, bisa jadi lewat cara lain. ada porsinya, ada perannya
sinergi & tak menghakimi karena hakimi masih main di paris
I stopped reading at "kekristenan secara historis sebenarnya apolitis" bro Jesus was killed for political reasons karena dianggap menantang kaisar, tiap Jumat Agung tidur kah?
📊 🇦🇷Ezequiel Vidal (30/MF) dalam angka selama bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia
🟣 2022/23: 👤3️⃣0️⃣ ⚽1️⃣0️⃣ 🅰️5️⃣
🟣 2023/24: 👤3️⃣0️⃣ ⚽7️⃣ 🅰️9️⃣
🔵 2025/26: 👤3️⃣1️⃣ ⚽8️⃣ 🅰️5️⃣
Masih stabil kendati sempat singgah ke India pada musim 2024/25.
Masuk salah satu list nama pemain asing yang secara performa masih layak bersama Laskar Mataram musim depan?
💙⚔️🇦🇷
🧵
Butuh 12 Tahun” = VATIKAN GAK GAMPANG CAP “MIRACLE”
• 15 Nov 2013: Wajah muncul di Hosti. • 2013-2020: 7 tahun investigasi Keuskupan Tellicherry: teolog, ilmuwan, lab forensik. Cek jamur, cat, rekayasa. Hasil: Nihil. Muncul dari dalam.
• 2020-2025: 5 tahun lagi naik ke Roma. Diperiksa Promotor Fidei “Devil’s Advocate” + Prelatus Teolog Vatikan. Tugas mereka = JEGAL mukjizat palsu.
• 9 Jan 2020: Uskup umumkan.
2025: Vatikan final verifikasi.
Total 12 tahun dibully sama Vatikan sendiri sebelum diakuin.
Proses 12 Tahun: Skepstisisme Radikal Institusi Katolik
2013–2024 (Eksperimen Waktu): Selama lebih dari satu dekade, Hostia disimpan dan dibiarkan terpapar udara. Secara biologi normal, roti gandum akan membusuk, berjamur, dan hancur hanya dalam hitungan hari. Tapi Hostia ini tetap utuh tanpa dekomposisi organik.
Filter Berlapis Vatikan: Kasus ini harus melewati pemeriksaan Promoter Fidei (Promotor Iman -yg secara historis perannya mirip Devil's Advocate, bertugas mencari segala celah kesalahan atau penipuan) hingga Prelate Theologian Vatican di bawah Dikasteri Doktrin Iman (DDF). Mereka tidak memakai perasaan, tapi memakai hukum pembuktian yg kejam.
Sains Modern Membedah "Roti" (Januari 2024)
Ketika DDF memesan investigasi forensik di Christ University, Bangalore, sains sekuler dikerahkan untuk menelanjangi Hostia tersebut.
FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy): Tes ini menembakkan sinar inframerah untuk melacak ikatan kimia. Hasilnya? Nol residu zat asing. Tidak ada tinta, tidak ada cat, tidak ada arang, tidak ada pigmen kopi. Pola gelap Wajah Yesus itu secara struktur molekul adalah 100% tepung gandum asli.
HPLC (High-Performance Liquid Chromatography): Tes molekuler untuk melacak kontaminasi biologi. Hasilnya? Tidak ada jamur, bakteri, atau spora yg secara alami bisa menghitamkan roti.
Mass Spectrometry: Memeriksa massa molekul paling mikro untuk mendeteksi residu terkecil sekalipun. Hasilnya bersih total dari intervensi tangan manusia.
Vatikan baru mengeluarkan dekret persetujuan resmi pada Mei 2025 setelah sains menyerah dan menyimpulkan: Secara alami ini mustahil, dan secara artifisial ini tidak dibuat oleh manusia.
Source:
https://t.co/YpYpcY6pLh
https://t.co/4AF7Ymer1k
https://t.co/6DUQz3cpEI
Butuh 12 tahun penelitian keras dan persetujuan Promoter Fidei sampe Prelate Theologian Vatican baru diverifikasi sebagai Miracle
Seperti kata Francis Bacon (bapak metode ilmiah modern): "Sedikit ilmu pengetahuan akan membawamu menjauh dari Tuhan, tetapi kedalaman ilmu pengetahuan akan membawamu kembali kepada-Nya."
Tuhan yang asli tidak butuh dilindungi oleh kebebalan iman butamu. Jika Tuhanmu beneran Mahakuasa, Dia tidak akan pernah takut diuji secara brutal di bawah mikroskop laboratorium oleh manusia yg diciptakan-Nya sendiri. Jika Tuhanmu langsung 'hilang' atau terbukti palsu saat disinar inframerah, berarti yang selama ini kamu sembah di mimpimu bukan Tuhan, tapi cuma ego teologimu yang insecure
In Cristo
From the Abyss 😇
Thread ini bagus guys
Disini dibahas kalau rambut di jari kaki ternyata bisa jadi tanda sirkulasi darah & kesehatan pembuluh darah kita masih bagus.
Karena folikel rambut itu sensitif banget sama oksigen dan aliran darah.
Makanya kalau rambut di kaki/jari kaki tiba-tiba mulai hilang, itu kadang bisa jadi early sign kalau circulation tubuh mulai bermasalah 😵💫
Pak Jonan dulu waktu Dirut KAI selalu bilang: ‘Jangan bikin regulasi dari atas meja AC doang. Turun ke lapangan, rasakan sendiri bagaimana kondisi sebenarnya.’
Sekarang lihat statement ini: ‘Laki-laki taruh di depan & belakang, perempuan di tengah’ pasca tabrakan KA.
Solusi dadakan yg terdengar ‘peduli’, tapi justru absurd. Nyawa laki-laki & perempuan sama berharganya. Kalau gerbong perempuan memang biasanya lebih sepi, malah gerbong depan-belakang yg padat bakal jadi tumbal lebih besar.
Ini klasik contoh kebijakan tergopoh-gopoh tanpa riset mendalam & tanpa empati lapangan.
Kalau pejabat negara masih suka bikin statement seperti ini tanpa turun langsung ngerasain operasional harian, ya hasilnya akan terus begini: solusi yg malah bikin publik geleng-geleng kepala.
Leadership Jonan dulu sukses karena beda: merasakan dulu baru mengatur. Bukan sebaliknya.
🔥Mengenang 10 Tahun Peristiwa, GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara) 🔥
Ketika Pensiunan PNS (@PNS_Ababil) membuat agama baru...
Pada akhir 2015 hingga awal 2016, Indonesia digemparkan oleh salah satu kasus paling dramatis pasca-Reformasi, ketika sebuah organisasi yang semula tampak sebagai gerakan sosial mandiri berubah menjadi pusaran konflik agama dan kekerasan massa yang menelan ribuan jiwa dalam ketakutan.
🌜 Awalnya, laporan hilangnya beberapa warga, termasuk dokter Rica Tri Handayani beserta bayinya di Yogyakarta, menyulut kecurigaan publik terhadap Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sebagai kelompok yang “mencuci otak” anggotanya.
🌜 Ketegangan meledak di pertengahan Januari 2016, ketika massa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, marah besar dan membakar puluhan rumah serta pemukiman anggota Gafatar, memaksa ribuan jiwa melarikan diri dalam kepanikan.
🌜 Gelombang pengusiran berlanjut secara massif sepanjang Januari hingga Februari 2016, dengan lebih dari 7.900 orang — termasuk perempuan dan anak-anak — diusir paksa dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dievakuasi ke berbagai penampungan di Jawa di bawah pengawasan aparat.
🌜 Majelis Ulama Indonesia (@MUI_Pusat) secara resmi mengeluarkan fatwa pada 3 Februari 2016, menyatakan ajaran Gafatar sebagai sesat dan menyesatkan, karena dianggap metamorfosis dari aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang telah lama difatwa sesat.
🌜 Pemerintah pusat merespons cepat dengan instruksi penutupan kantor-kantor Gafatar, diikuti penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri pada 24 Maret 2016 yang melarang segala aktivitas organisasi tersebut. (menag kala itu: @lukmansaifuddin)
🌜 Puncaknya, pemimpin utama seperti Ahmad Moshaddeq (juga dikenal sebagai Ahmad Musadeq atau Abdussalam), Mahful Muis Tumanurung, dan Andry Cahya ditahan dan diadili atas tuduhan penodaan agama. Ketiganya divonis 5 tahun penjara pada Maret 2017 (tidak terbukti makar), dengan vonis banding yang tetap dikuatkan.
🌜 Setelah menjalani hukuman, Ahmad Moshaddeq secara terbuka menyatakan telah bertobat dan kembali memeluk agama Islam sepenuhnya.
🌱Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi ribuan eks anggota yang kehilangan harta benda dan kehormatan, tetapi juga menjadi diskusi tajam tentang batas antara kebebasan berkeyakinan dan keresahan masyarakat mayoritas.
@sharpandshark / @kittenclaay / @arieparikesit / @r3tmono / @senogp / @bopo_jodhipati / @fauzanmuhajir / @piyopikavet
Sekarang aku jadi benar-benar mengerti. Kenapa banyak orang yang hidup dengan penyakit mental, entah itu anxiety, bipolar, depresi, skizofrenia, atau bentuk lainnya lebih sering memilih untuk diam, menyimpannya rapat-rapat, bahkan pura-pura baik-baik saja di hadapan orang lain. Bukan karena mereka kuat, bukan juga karena mereka tidak ingin ditolong, tapi lebih karena mereka sudah terlalu sering dikecewakan oleh respon orang-orang di sekitar.
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Fakta yang tidak sesuai ekspektasi penonton.
Dalam Money Heist,
El Professor sering berbicara tentang sistem yang korup, ketidakadilan negara, dan kekuasaan finansial. Ia menyerang legitimasi pemerintah, memperlihatkan kelemahan aparat, dan membangun citra seolah-olah dirinya berdiri di sisi rakyat.
Tapi jika ditelanjangi dari simbol dan dramatisasi, ada satu pertanyaan mendasar:
Apakah ia benar-benar berjuang untuk rakyat? Atau dia hanya memanfaatkan suara rakyat untuk kepentingannya sendiri?
Dia menyusun rencana pencetakan uang di Royal Mint of Spain bukan untuk dibagikan kepada masyarakat.
Dia merancang strategi menghadapi Bank of Spain bukan untuk mengguncang sistem demi reformasi.
Semua narasi tentang “melawan pemerintah” berfungsi sebagai tameng moral.
Sebagai alat untuk:
• Menggiring opini publik.
• Mendapat simpati massa.
• Menekan pemerintah agar terlihat sebagai pihak jahat.
Namun hasil akhirnya tidak pernah berubah: uang itu untuk dirinya dan timnya.
Bukan untuk rakyat kecil.
Bukan untuk memperbaiki ketimpangan.
Bukan untuk membangun perubahan.
Narasi perlawanan hanyalah strategi komunikasi.
Ia menyerang pemerintah bukan untuk membela publik,
tetapi untuk melindungi rencananya.
Bukan demi keadilan sosial,
melainkan demi keselamatan dan kekayaan kelompoknya.
Dan di situlah kesadarannya:
El Professor tidak berdiri di depan rakyat.
Ia berdiri di belakang layar, menggunakan kemarahan rakyat sebagai bahan bakar untuk keberhasilannya sendiri.
Kadang, yang paling berbahaya bukanlah orang yang memegang senjata, tetapi orang yang pandai berbicara atas nama banyak orang, padahal tujuannya hanya satu: mengisi perutnya sendiri.
🦠 Secara biologis yang dilakukan Mohan dan Jejouw ga ada salahnya
dari kasus Mohan kita tahu bahwa manusia masih memiliki sifat-sifat bawaan di zaman saat manusia masih berburu
dulu manusia ga mengenal pernikahan, pertama kali manusia mengenal suatu hal yang ada label "hak milik" itu ketika 12rb tahun yang lalu ketika manusia mulai bercocok tanam.
mulai dari sini perkawinan juga dianggap sebagai "hak milik", tetapi manusia masih hidup dengan erat dengan alam, sehingga untuk bercocok tanam, membangun desa, dan berburu, jika semuanya dilakukan oleh lebih banyak orang, maka perkembangan akan jauh lebih cepat dan ringan.
dari sinilah masih ada dorongan dari alam untuk menuntut manusia berkembang biak lebih banyak lagi, sekaligus banyak pria pria yang waktu itu terkenal kuat kebanyakan memiliki banyak istri atau wanita, karena keyakinan jika digauli oleh pria yang kuat maka kemungkinan besar keturunannya juga akan menjadi kuat (secara fisik).
jadi dorongan untuk menikah lagi atau berselingkuh itu hal wajar ketika kita ada di zaman perburuan dulu, tapi mungkin karena dorongan tersebut bertahan sangat lama sampai ribuan tahun, jadi orang orang zaman sekarang masih memiliki dorongan tersebut
akhirnya menikah dan kesetiaan adalah tentang sebuah pilihan dan kontrol diri, karena pada dasarnya manusia ga diciptakan untuk setia (coba cari di youtube atau google, banyak refrensinya dan jurnalnya)
Ini dark joke dengan latar belakang Katholik
Paus meninggal dan berdiri di depan Gerbang Surga...
Ia mengetuk, dan St. Petrus membuka gerbang.
St. Petrus: "Ya?? Bagaimana saya bisa membantu Anda??"
Paus: "Saya ingin berbicara dengan Tuhan."
St. Petrus: "Dan Anda adalah ???"
Paus yang frustrasi: "Saya Paus!!!"
St. Petrus: "Tidak terdengar familiar."
Paus yang sangat marah: "SAYA MENUNTUT UNTUK BERBICARA DENGAN TUHAN!!!"
St. Petrus menutup gerbang dan pergi ke Tuhan.
St. Petrus: "Tuhan, ada seseorang yang ingin berbicara dengan Anda."
Tuhan: "Siapa?"
St. Petrus: "Ia menyebut dirinya Paus."
Tuhan: "Siapa seharusnya itu?"
St. Petrus: "Saya tidak tahu, apa yang harus kita lakukan dengannya??"
Tuhan: "Biarkan Yesus berbicara dengannya, ia menghabiskan waktu di bawah sana."
Yesus pergi ke Paus.
Beberapa menit kemudian, Yesus kembali sambil tertawa terbahak-bahak.
Tuhan: "Apa yang begitu lucu, Yesus??"
Yesus: "Ayah, Anda tidak akan percaya ini, klub memancing yang saya dirikan 2000 tahun lalu masih ada!!!"
PS: 12 Rasul adalah nelayan
Tulisan ini mengambil perspektif yang berbeda dari kejadian di Ngada...
Kami diajarkan bahwa Gereja berdiri di pihak yang miskin,
bahwa para suster, frater, dan romo meninggalkan kenyamanan dunia
demi melayani manusia, terutama mereka yang kecil dan tersisih.
Namun hari ini, iman terasa semakin mahal,
dan pendidikan justru menjadi barang mewah.
Sekolah-sekolah Katolik yang dibangun di bawah naungan susteran dan frater
berlomba berdiri megah,
namun uang SPP-nya menjulang tinggi,
tak terjangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin.
Di mana letak keberpihakan itu?
Di mana suara Injil yang berkata:
“Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku”?
Kami bertanya dengan sedih, bukan dengan kebencian:
apakah para biarawan sungguh masih peduli pada kemiskinan
yang nyata di depan mata?
Ataukah misi kemanusiaan kini kalah oleh kebutuhan lembaga
dan kenyamanan hidup?
Ada anak di Ngada yang memilih mengakhiri hidupnya
karena orang tuanya tak sanggup membeli buku tulis dan pulpen.
Setiap hari ia makan umbi dan pisang,
sementara sekolah—yang seharusnya menjadi jalan harapan—
justru menjadi tembok yang tak bisa ia lewati.
Peristiwa ini bukan sekadar angka,
ini adalah luka kemanusiaan yang dalam.
Di saat yang sama,
kami melihat sebagian suster, romo, dan frater hidup berkecukupan:
makan enak, tidur nyaman, bepergian dengan mobil.
Kami tahu mereka juga manusia,
mereka juga butuh hidup.
Namun apakah wajar bila kenyamanan itu dibayar
dengan tertutupnya pintu pendidikan bagi yang miskin?
BAHKAN ADA DRAMA YG LAGI TREND... REAL BENAR TERJADI DI SD/SMP KATOLIK FAFORIT
KALAU TIDAK LUNASI UANG Sekolah TIDAK BOLEH IKUT UJIAN....!!! ANAK YG TDK LUNAS TERPAKSA GIGIT JARI !!KASIHAN......😭😭
Kritik ini lahir dari cinta,
dari harapan agar Gereja kembali pada wajah aslinya:
wajah yang sederhana,
wajah yang berpihak,
wajah yang berani menggratiskan pendidikan
demi masa depan anak-anak kecil.
Jika Gereja kehilangan kepekaan pada tangisan orang miskin,
maka bangunan sekolah semegah apa pun
akan terasa kosong.
Karena iman tanpa kemanusiaan
hanyalah simbol tanpa jiwa.
Miris, sungguh miris.
RIP (Yohanes Bastian Roja)
Bahagia bersama para kudus di Surga
ORANG LUAR NEGERI KE INDONESIA
"Hello, where are you from?"
"I am from the US."
"What are you going to do here?"
"Vacation."
"Great, you just need to pay IDR 500,000 for a Visa on Arrival."
"Here."
"Have a nice vacation."
***
"Hi, you're late to the online meeting."
"Sorry, it's 2 AM here. I have to adjust my schedule."
"Where are you now?"
"I stay in Bali now. It's cheap, the living cost is only a tiny fraction of my salary. I can save A LOT, and by A LOT I mean A LOOOOT."
"Wow, you don't need a work visa for that?"
"I just stay in my room. No one knows that I am working. As long as the internet works."
"Local tax?"
"No, I am on a tourist visa."
***
"Having a nice vacation? You stayed a whole two months."
"Yeah, my visa is almost expired, so I have to leave."
"Kuala Lumpur? Must be another vacation."
"Yes, only for three days, I will be back again after that."
***
"Hello, where are you from?"
"I am from the US."
"What are you going to do here?"
"Vacation."
"Great, you just need to pay IDR 500,000 for the Visa on Arrival."
"Here."
"Have a nice vacation."
***
"Having a nice vacation? You stayed a whole two months."
"Yeah, my visa is almost expired, so I have to leave."
"Bangkok? Must be another vacation."
"Yes, only for three days, I will be back again after that."
***
"Hello, where are you from?"
"I am from the US."
"What are you going to do here?"
"Vacation."
"Great, you just need to pay IDR 500,000 for the Visa on Arrival."
"Here."
"Have a nice vacation."
***
"It's been almost two years since you stayed in Bali, how is it?"
"Amazing, cheap, and tax-free!"
ORANG INDONESIA KE LUAR NEGERI
"Halo mbak, saya perlu urus visa Schengen buat ke Belanda."
"Untuk keperluan apa?"
"Saya ada konferensi ilmiah di Rotterdam. Buat S3 saya, wajib hadir presentasi biar papernya bisa terbit."
"Oke ini jadwal yang tersedia."
"Mesti nunggu 2 bulan?"
"Iya mas, penuh soalnya."
"Aduh, mepet ya."
"Coba dulu aja mas. Ini syarat dokumennya."
***
"Kenapa uang tabungannya cuma segini? Mas perlu sekian ratus juta mengendap."
"Saya adanya cuma segini."
"Mas perlu surat pernyataan gak akan kerja di sana."
"Lah, itu surat undangan dari konferensi gak cukup?"
"Gak cukup, harus ada tabungan sama pernyataan."
"..."
***
"Ini tiket pulang pergi juga udah harus ada."
"Jadi tiket PP udah harus saya beli, tapi visa belum tentu keluar?"
"Iya"
"Hah?"
"Memang aturannya begitu."
"Kalau nanti abis visa keluar gimana?"
"Visanya bisa gak keluar."
***
"Halo, visa Anda ditolak."
"Hah kenapa?"
"Kami gak bisa kasih tahu alasannya."
"Haduh, terus paper konferensi saya gimana?"
"Maaf ya Mas. Saya harus layani antrian selanjutnya."