Buat yang kesinggung kalem, ga cuma bahasa indonesia. Cuma sedikit bahasa didunia yang cocok bahkan orang Jerman juga mengakui bahasa mereka kurang cocok.
Rap lahir di Amerika udah tepat bgt bahasa cocok, accent cocok even walaupun sama2 bahasa inggris I can't stand British rap
@scudder_9 Asli cringe banget.
Banyak orang ga sadar Bahasa Indonesia itu kurang cocok di rap karena jumlah suku katanya dominan lebih dari 1, kalimat jadi lebih panjang, kurang masuk ke ritmik cepat rap, maknanya telat sampe. Kalo pake kalimat pendek maknanya akan terlalu ringan.
Untuk siapapun, usahakan tidur 6-8 jam perhari demi kesehatan masa depan. Sakit yg gua derita sekarang adalah efek dari kurang tidur belasan tahun.
Jangan remehkan soal tidur.
Semakin government-nya nggak becus bikin dan menegakkan sistem yang mencegah korupsi, semakin tinggi kemungkinan korupsi di akar rumput.
Gitu lho, mas-mas yang dulu ngegaslighting demonstran waktu ada halte kebakar (padahal dibakar intel).
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
Sebagai alumni LPDP, berikut daftar pelatihan yang kami butuhkan agar gak culture shock:
- Academic writing
- Ikut International Conference & jurnal internasional
- Strategi cari funding buat riset, paper dan conference
- Pelatihan memasak (real wkwk)
- Self management, terutama menghadapi stress kuliah dan tugas yang numpuk
- Persiapan paska kampus, either sebagai dosen, karyawan, pebisnis, atau stafsus wkwk
etc etc
Intinya butuh pelatihan dari orang2 yang pernah menjalani itu semua.
"Moment @prabowo 'kesurupan' saat diwawancarai oleh Najwa Shihab"
Wowo ini salah satu penghalang orang masuk surga, liat dia ngomong bawaannya pen banget maki² ajg 😭
Never understood why some public officials treat a PhD like a checkbox. Its a research degree, not a status badge. A real PhD takes YEARS of deep work n research. If someone can run a full public office while “doing” one, either they r superhuman... or the standards arent what they should be..
I need you all to watch this video. No need to read the text if it’s too much. Just watch the video.
Spare a minute.
Watch it.
Then if you want, read the text.