Aku sekumpulan tanya yang tak pernah ditemukan jawabannya.
Tak ada siapa yang bisa menafsirkan, kecuali gelap malam dan lembabnya pojok kamar.
Karena itu aku tak menyalahkan keraguan mereka juga cara pandang mereka yang menyimpulkanku sebagai wujud tak berarti.
Sudah sampai di usia “demam dikit, gapapalah. hajar aja, kerja!”. Sudah sampai pada perasaan-perasaan tidak mau takluk pada rasa malas dan manja. Sudah sampai di area: esok kita masih butuh makan. Harapan punya hidup yang lebih baik. Sadar masa produktif dan masa muda cepat berlalu.