University of Exeter; PhD in Human Geography; Gendered food waste.
DM for discussion in social research/thesis (S1, S2, S3)
Civil servant; Environment agency.
Jurnalis investigasi The Athletic Jacob Whitehead pernah menanyakan soal keanehan2 aturan main dan keuntungan2 yg didapatkan Qatar dan Saudi pd R4 kualifikasi Piala Dunia 2026 kepada AFC?
Apa jawabannya? Nggak ada respon.
Memang organisasi korup.
⚠️⚠️MENOLAK LUPA⚠️⚠️
Kontroversi Lolosnya Qatar dan Saudi di Piala Dunia 2026:
✅Pembatalan status tempat netral secara sepihak. Pada awal proses kualifikasi, AFC memberi tahu negara2 peserta bahwa putaran 4 akan dimainkan di tempat netral
✅Secara tiba-tiba, AFC mengumumkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah untuk seluruh pertandingan di grup mereka masing2 tanpa adanya transparansi atau kriteria pemilihan tuan rumah yg benar2 jelas.
✅Hal ini membuat Qatar dan Arab Saudi diuntungkan karena bisa bermain di kandang sendiri. Sementara negara lain (Irak, UEA, Indonesia, dan Oman) harus main tandang.
✅Jadwal pertandingan yang tak adil dan adanya diskriminasi waktu istirahat. Arab Saudi dan Qatar ditempatkan sebagai unggulan teratas. Jadwal diatur sedemikian rupa sehingga kedua negara ini mendapatkan waktu istirahat selama 6 hari di antara pertandingan mereka.
✅Sebaliknya, tim lawan yakni Irak, UEA, Indonesia, dan Oman dipaksa bermain dgn jeda hanya 3 hari (72 jam). Para pelatih memprotes keras karena durasi ini sangat tidak cukup untuk pemulihan fisik pemain.
✅Polemik status top seeds. Terdapat ketidakselarasan alasan antara AFC dan FIFA mengenai mengapa Qatar dan Arab Saudi jadi unggulan teratas. AFC berdalih karena peringkat FIFA mereka yang tinggi. Sementara FIFA menyebut di situsnya karena mereka adalah negara host untuk menjaga agar tidak berada di satu grup.
✅Terjadi pemangkasan kuota tiket untuk suporter UEA saat melawan Qatar di Doha hanya menjadi 8%. Padahal di pertandingan sebelumnya di stadion yang sama mereka dpt jatah 33%. Hal ini memicu kerusuhan di tribun penonton setelah pertandingan.
✅Ada dominasi gurita politik negara teluk di AFC dan monopoli jabatan. Struktur kepemimpinan AFC didominasi oleh figur dari negara teluk (Presiden dari Bahrain, Wakil Presiden dan Ketua Komite Keuangan dari Arab Saudi, dan Ketua Komite Kompetisi dari Qatar).
✅Sebagian besar sokongan dana terbesar AFC disuplai oleh perusahaan raksasa asal Teluk (Aramco, NEOM, beIN, Qatar Airways, QatarEnergy).
Qatar dan Saudi, dua negara yang merusak fairplay dalam kualifikasi memang lolos. Tapi mereka akhirnya dibantai dgn skor2 telak di Piala Dunia 2026.
Hanya satu kata: mampus!
- ChatGPT: anak manis yang ingin semua orang senang.
- Claude: dosen serius yang lupa kelas sudah selesai.
- Gemini: pustakawan pintar yang terlalu berhati-hati.
Lima cara berpikir:
- Berpikir kritis mencegah kita mudah percaya.
- Berpikir analitis membantu kita mengurai masalah.
- Berpikir sistemik membuat kita melihat dampak.
- Berpikir reflektif mengubah pengalaman menjadi pelajaran.
- Berpikir lateral membuka jalan yang tidak terpikirkan.
Masalah yang berbeda memerlukan cara berpikir yang berbeda.
https://t.co/eU9oZ3w8CU
@brentfordID@gilangrmdhn *secara umum*, nggak juga sih. Seringkali yg penting bertentangan sama lawan politik.
Contoh nyata waktu Brexit yg diusung sama Tory, Labour mengusung stay walaupun Corbin sbg Ketua Partai pengen exit. Jd nya labour nggak all out utk kampanye stay
SEKOLAH INI LULUS 100 PERSEN KE PTN, RAHASIANYA BUKAN SOAL KEPINTARAN...
SMAN 14 Bandar Lampung, Mei 2026 mencatat kelulusan 100 persen ke perguruan tinggi negeri, tapi kisah di baliknya jauh lebih penting daripada angkanya...
Februari 2025 Hendra Putra dilantik jadi kepala sekolah baru... ia membawa satu keyakinan: SMA bukan tujuan akhir, tapi jembatan... dan ia punya 15 bulan untuk membuktikannya...
Sejak kelas X, tiap siswa dipetakan... siapa layak SNBP, siapa arah SNBT, siapa cocok lewat jalur keagamaan... gak ada yang dibiarkan tanpa rencana... gak ada yang tertinggal tanpa alasan...
Memasuki semester akhir kelas XII, pelajaran biasa berhenti... gantinya: latihan UTBK intensif, lima kali simulasi, analisis kelemahan tiap siswa satu per satu... sekolah berubah jadi ruang persiapan penuh...
Hasilnya: 153 siswa lewat SPAN-PTKIN, 70 via SNBP, 54 via SNBT, 7 lewat jalur prestasi khusus... berbeda jalur, tapi satu tujuan... semua masuk PTN tanpa pengecualian...
Boleh. Salah satu hal yang sering tidak disadari orang tua adalah bahwa banyak anak tidak takut pada matematika, tetapi justru takut pada pengalaman belajar matematika yang mereka alami.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
1. Kurangi pertanyaan "berapa hasilnya?"
Dan lebih sering tanyakan:
- "Kamu dapat jawaban itu dari mana?"
- "Menurutmu kenapa begitu?"
- "Ada cara lain nggak?"
Tujuannya agar anak melihat matematika sebagai proses berpikir, bukan lomba cepat menjawab.
2. Biasakan membahas perkiraan (estimasi)
Misalnya:
- "Menurutmu antrean ini sekitar berapa menit?"
- "Kalau kita jalan kaki ke sana kira-kira berapa langkah?"
- "Menurutmu ada berapa permen di toples itu?"
Estimasi adalah salah satu bentuk nalar matematis yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
3. Jangan buru-buru memperbaiki jawaban salah
Saat anak salah, coba tanyakan:
"Boleh ceritakan cara berpikirmu hingga sampai pada jawaban ini?"
Sering kali kesalahan justru memperlihatkan bagaimana logika anak bekerja. Yang seperti itu jauh lebih berharga daripada sekadar mengetahui jawaban benar. Kita juga jadi bisa mengoreksi/meluruskan logika yang kurang pas.
4. Mainkan permainan yang melibatkan strategi seperti catur, congklak, Uno, Sudoku, puzzle, permainan kartu, bahkan tebak-tebakan logika.
Banyak konsep matematika tumbuh dari kebiasaan mencari pola dan membuat keputusan, bukan dari lembar latihan.
5. Tunjukkan bahwa orang dewasa juga menggunakan matematika. Misalnya saat berbelanja:
- membandingkan harga,
- menghitung diskon,
- memperkirakan waktu tempuh,
- membagi makanan.
Anak perlu melihat bahwa matematika adalah alat berpikir orang dewasa, bukan sekadar mata pelajaran sekolah.
6. Rayakan cara berpikir, bukan hanya jawaban benar
Daripada bilang, "Pintar, jawabannya benar."
Cobalah pernyataan seperti, "Aku suka cara kamu mencoba tiga strategi berbeda sebelum menemukan jawabannya." Hal ini membantu anak mengaitkan matematika dengan usaha dan penalaran.
7. Kenalkan pola sebelum rumus
Misalnya sebelum menghafal perkalian, kenalkan pola bilangan:
2, 4, 6, 8, ...
5, 10, 15, 20, ...
Biarkan anak menemukan polanya sendiri. Rumus akan lebih masuk akal jika lahir dari pola yang sudah mereka lihat.
Yang paling penting adalah bahwa matematika awalnya bukan tentang angka. Matematika adalah kebiasaan bertanya "kenapa?", "bagaimana?", dan "apakah selalu begitu?"
Kalau anak sering diajak berpikir seperti itu sejak kecil, saat bertemu pecahan, aljabar, atau kalkulus nanti, mereka tidak melihat matematika sebagai monster dan akan melihatnya sebagai bahasa untuk menjelaskan pola yang sudah lama mereka kenal.
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
This is one of the oldest known footages of the Hajj, lasting only seven minutes yet vividly capturing the atmosphere of that era.
Filmed in 1928, nearly 100 years ago, it shows pilgrims traveling from Jeddah to Mecca, scenes of the holy Kaaba, and the arrival of King Abdulaziz overseeing the organization of the Hajj.
@F4hm1pray@hgbudiman@MangAyod Pastina teu bireuk ku ngaran Robi Darwis, Ajat Sudrajat, Sutiono, Kekey Zakaria, Nyanyang, Asep Dayat, Asep Poni... Ada moment lbh enak nonton MBR karena ada duet Peri Sandria dan Dejan Glusevic
Terlalu sering hidup struggle sampe makan nugget tanpa nasi kerasa aneh, minum kopi harga 30 ribu seminggu sekali langsung hemat. Urip isine gur hemat karo hemat.