Seperti yang dikatakan kahlil gibran pada bukunya “Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena ia begitu tinggi mengangkat jiwa, dimana hukum-hukum kemanusiaan dan kenyataan alam tidak mampu menemukan jejaknya”
Katanya mencintai tapi kenyataannya menguasai?
Ketika aku bilang: aku mencintaimu, atau sebaliknya kamu bilang: kamu mencintaiku, pernahkah kita merenungkan lebih dalam, itu maksudnya gimana?
Thread 🧵
Setelah banyak refleksi dari beberapa momen kunjungaku ke saudara2 (ujung). Mataku jadi terbuka, selama ini aku terlalu memikirkan orang lain untuk target berbagi rejeki/bersedekah tapi melupakan saudara yg masih ada hubungan darah
Sampe saat ini aku juga belum dapat jawaban yang clear, mungkin dari sisa tabungan kerja dulu atau gimana gatau, tapi ada slentingan kalau dibantu tetangga dan beberapa saudara
Saya lahir dan tumbuh di Jogja. Kakek orang Solo, dan saya sekarang tinggal di Solo.
Dulu saya kira, Jogja dan Solo sama2 aja kulturnya. Ternyata setelah puluhan tahun ini saya baru sadar. Jebul tidak.
Mirip tp ttp beda. Apa aja bedanya?
Dr sini aja bisa keliatan parameter intrinsik dari variabel2 yg digunakan gak jelas rinciannya, padahal ini sgt penting dlm riset eksperimental
Ktk rincian parameter2 tsb diketahui, kita jd bs berpegang pd faktor2 parametrik ini, bukan malahan identitas variabelnya (yg sgt bias)
Melihat logonya Sukatani, itu sebetulnya tulisan Arab dari nama band-nya sendiri. Tetapi, saya tergelitik dengan aspek kebahasaan dari "سكتاني", yang jadi logo band-nya.
Kata tersebut memang bisa dibaca sebagai "sukatānī" alias nama band-nya sendiri, tetapi kata itu juga bisa dibaca sebagai "sakatānī", yang artinya "they (2 people/entities) silenced me", atau "mereka (2 entitas) membungkam saya".
Kebetulan sekali memang yang membungkam demokrasi kita saat ini ada 2 entitas—polisi dan pemerintah.