Aneh banget yang bilang alam Amerika seadanya. Mereka punya banyak bioma, mulai dari gurun, taiga, tundra, padang rumput, hutan hujan iklim, bahkan hutan hujan tropis pun ada.
Justru saking luas dan beragamnya bentang alam Amerika, orang Amerika sampai dikenal jarang ke luar negeri dan kepemilikan paspornya rendah (dibanding Eropa). Karena mereka sudah cukup liburan di dalam Amerika dengan destinasinya yang beragam.
Simpelnya, kalo orang Eropa harus ke Afrika untuk lihat gurun, maka orang US tinggal ke Southwest. Kalo orang Eropa harus ke Bali untuk liburan eksotis di iklim tropis, maka orang US cukup ke Hawaii.
Dan kalo yang ngikutin sejarah US pasti tau, dulu proyek rel kereta yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat US itu sempat terkendala lama salah satunya karena kondisi alamnya yang ekstrim.
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
Logika Fatimah ini jauh lebih bener. Lagi pula, anak-anak di daerah yg akses sulit kebanyakan jg nggak dapat MBG. Aku share lagi deh gambar anak2 di Pulau Kera, NTT, yg belajar di bawah pohon krn nggak ada ruang kelas, dan mrk sama sekali nggak dapat MBG. Tapi, yg mrk butuhkan justru bangunan sekolah dan guru-guru.
Sebaliknya, MBG itu lebih banyak di kota, utk anak-anak yg sebenarnya nggak butuh makan lg. Dan akhirnya banyak yg nggak dimakan. Bahkan, yg sudah aku lihat sendiri di desa-desa Indramayu, anak-anak buruh tani pun enggan makan MBG. Kebanyakan dibawa pulang dan diberikan ke itik atau ayam.
tapi keknya di indo apa aja jadi aib deh kalo gue perhatikan, gue nggak tau ya kenapa orang kita itu punya kecenderungan senang membuat orang lain merasa gagal dengan narasi yg menurut gue absurd.
saking udah gatau lagi gimana caranya agar suara kita didengar oleh presiden, permintaan yang diwakilkan oleh wakil ketua BEM UI ini kerasa bgt hopelessnya. kaya kita tuh cuma mau didenger loh, kita cuma minta hak kita, kita cuma minta pemerintah berpihak kepada rakyat.
โkami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharapโ
โucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Akun ini ngasi tahu bagaimana cara membaca makalah ilmiah dengan tepat. Dia merekomendasikan satu esai pendek klasik yang harus dibaca oleh setiap pemula penelitian: How to Read a Paper oleh S. Keshav.
Sumber bacaannya menjelaskan metode tiga tahap yang dirancang untuk membantu akademisi membaca artikel penelitian secara lebih efisien dan sistematis. Dijelaskan bahwa pembaca sebaiknya tidak langsung melahap seluruh teks, melainkan memulainya dengan pemindaian cepat untuk memahami gambaran umum sebelum memutuskan untuk mendalami kontennya.
Tahap pertama bertujuan menentukan relevansi makalah, tahap kedua berfokus pada pemahaman isi tanpa detail teknis yang rumit, dan tahap ketiga melibatkan analisis kritis yang mendalam. Selain teknik membaca, teks ini juga memberikan panduan praktis dalam melakukan survei literatur dengan memanfaatkan referensi dan nama peneliti kunci.
Pendekatan ini bertujuan untuk menghemat waktu serta mengurangi rasa frustrasi yang sering dialami oleh mahasiswa pascasarjana.
udh gede kok masih tetep mikir kalo orang demo itu ga guna siโฆ and also, kalo negara dan pemerintahnya bener, nyenengin rakyat, gaakan ada demo. lu ngomong gitu karena emang lu belom kena ruginya, at least buka wawasan lu lebih luas, jangan stay di zona nyaman lu