BENTROKAN DI MATRAMAN
Kronologi versi pedagang (saksi mata) dan polisi:
> 2 orang membeli sarapan, karena (mungkin) tidak dilayani dengan baik mereka pergi sambil geber geber motor (versi polisi)
> versi pedagang 2 orang naik motor sambil geber geber
> diteriaki oleh warga sekitar
> mereka kembali lagi membawa rombongan dan mencari orang yang tadi meneriaki
> tidak mendapati ybs, mereka merusak gerobak pedagang
> warga masuk dan memanggil bantuan
> warga balik menyerang ke markas kelompok tsb
> warga membakar kendaraan dan markas kelompok tsb
> 2 orang di evakuasi dari tkp ke RSCM
> 1 orang kritis dan meninggal dunia
Stay safe, jangan mudah terprovokasi.
Jaga kawan, jaga lingkungan,
JAGA JAKARTA.
rangkuman kronologi kasus dugaan pelecehan murid SD oleh pasangan suami istri di Tanjungbalai (Sumatera Utara),
— berdasarkan informasi yang beredar hingga Kamis, 23 Juli 2026:
1). Mei 2026 (diduga sejak awal bulan, salah satu versi sebut 4 Mei 2026): Dugaan perbuatan sodomi terhadap murid laki-laki berinisial A (usia sekitar 8-12 tahun, status anak yatim/piatu, siswa SD) terjadi di rumah pasangan di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung. Guru perempuan berinisial A (status PPPK/P3K di SD setempat) diduga membawa atau menyerahkan muridnya ke suami berinisial D untuk dicabuli.
2). 19 Mei 2026: Ibu sambung korban A membuat laporan resmi ke Polres Tanjungbalai terkait dugaan pencabulan.
3). Akhir Juni 2026: Kepala sekolah melaporkan isu terkait ke Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai. Disdik memanggil pihak terkait (kepsek, keluarga korban, dan guru A) untuk klarifikasi. Guru A menyangkal keterlibatan.
4). Sekitar dua pekan sebelum 22 Juli 2026 (saat periode ujian): Korban A absen sekolah. Guru A sempat mengantar lembar ujian ke rumah korban. Ibu angkat kemudian membawa A ke klinik/pemeriksaan medis. Ditemukan luka/robekan di anus, dan korban mengaku mengalami sodomi.
5). Selasa, 21 Juli 2026: Sejumlah warga sudah mendatangi Mapolres Tanjungbalai untuk mendesak penanganan kasus yang dianggap lambat.
6). Rabu, 22 Juli 2026 malam: Ratusan warga menggeruduk rumah pasangan di kawasan Teluk Nibung. Situasi memanas, massa hampir main hakim sendiri terhadap guru A dan suami D. Aparat Polres Tanjungbalai tiba, mengamankan keduanya, dan mengevakuasi ke Mapolres Tanjungbalai untuk mencegah kericuhan lebih lanjut.
7). Kamis, 23 Juli 2026 pagi-siang: Video penggerudukan viral di media sosial. Polisi (dipimpin Kasat Reskrim Iptu B.S. dan Kasubsi Humas Ipda R.) menyatakan kedua terlapor sudah diamankan dan sedang diperiksa intensif. Lima saksi diperiksa (dua dari keluarga korban, dua dari pihak terlapor, satu ahli psikologi). Penyidikan masih berlangsung, alat bukti dikumpulkan, segera digelar perkara, dan SP2HP akan dikirim ke pelapor.
8). Kamis, 23 Juli 2026 siang-sore (hingga saat ini): Pemkot Tanjungbalai (Inspektur Daerah I.H.N., Kepala Dinas Pendidikan B.G., dan Kepala BKPSDM A.S.K.) mengadakan klarifikasi resmi. Mereka tegaskan aspek pidana ditangani polisi, sementara aspek disiplin ASN/PPPK ditangani Disdik, Inspektorat, dan BKPSDM (sanksi bisa hingga pemecatan jika terbukti). Wali Kota M.S. sempat menemui terlapor. Ratusan warga dan orang tua murid kembali mendatangi Polres untuk mendesak proses hukum tegas.
ayo pak @DivHumas_Polri
cc:
@NataliusPigai2 S.I.P
🚨MIRIS!! Seorang oknum guru sekolah dasar berstatus ASN (aparatur sipil negara) di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, diduga membawa dan menyerahkan muridnya sendiri kepada suaminya untuk menjadi korban pencabulan.
Korban adalah anak laki-laki berusia 12 tahun berinisial A, yang berstatus yatim piatu dan merupakan murid kelas VI SD.
Lokasi dugaan kejadian berada di rumah pasangan suami istri tersebut di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.
Dugaan perbuatan terjadi sejak Mei 2026.
Kasus terungkap setelah korban absen sekolah hampir dua minggu. Ibu angkat korban kemudian membawanya ke fasilitas kesehatan, di mana ditemukan indikasi kekerasan seksual.
Pada Rabu malam (22 Juli 2026), warga mengepung rumah pasangan tersebut dan menuntut penanganan cepat agar tidak ada korban lain. Situasi memanas sehingga polisi mengevakuasi keduanya untuk mencegah main hakim sendiri. Warga juga mendatangi Mapolres Tanjungbalai untuk mendesak proses hukum yang terbuka dan tuntas.
Polres Tanjungbalai sudah menerima laporan dari ibu tiri/angkat korban dan sedang mendalami kasus. Penyidik memeriksa pihak terkait serta akan menggelar perkara untuk menentukan konstruksi kasus dan status hukum. Keduanya masih diperlakukan sebagai terduga karena belum ada putusan pengadilan.
Identitas lengkap korban tidak dipublikasikan untuk melindungi hak dan masa depannya sebagai anak.
Kronologi kejadian : di perlintasan kereta api Braan Kertosono, seorang penjaga palang pintu kereta api ketiduran sehingga tidak menutup palang perlintasan rel, alhasil hampir aja kecelakaan terjadi antara truk dengan kereta,Beruntungnya ada pedagang asongan yang teriak teriak mengingatkan dan gak lama berselang si penjaga rel dibangunkan oleh warga sekitar
njirrr ini ngeri banget, telat sedikit si ini mah badan truk bakal ketabrak abis abisan walau kereta sudah mengurangi kecepatan nya😭😭😭
Maaf ,,,
korban yg kepalanya "Terp*t*s" , ada terrekam disini , memakai jaket warna merah topi hitam dan posisinya dia jalan ke arah depan pas dibawah pohon 😭😭😭,,
*TABRAKAN BERUNTUN 9 KENDERAAN DENGAN 9 KORBAN*
Selamat siang Jenderal, melaporkan kecelakaan beruntun yang melibatkan 9 kenderaan dg 9 korban, al :
*I. WAKTU/TKP*
Jumat, 17 Juli 2026, pk.10.30 Wib di *depan Rumah makan Garuda Grand Hill* Jl. Jamin Ginting Km. 44 - 45 Desa Suka Makmur Sibolangit Grand Hiil Medan - Berastagi.
*II. KENDERAAN*
- 1 truck fuso *(pelaku)*
- 2 truck cool diesel
- 5 minibus
- 1 sepeda motor
*III. PELAKU DAN KORBAN*
- Pelaku : Ilham, 50th.
- Korban : 12 org
MD = 4 org
LB = 0
LR = 8 org
Ket :
*Meninggal dunia*
1. Heppi Sitinjak laki2 ( 60 Th) Sidikalang
2. Dinaria Manik Perempuan( 60 Th) Sidikalang
3. Samsir Sitinjak Laki2 (30 th) Sidikalang
4. Anton Simorangkir
*Pasien Luka - Luka yg dirawat di puskesmas*
1. Siti Mawan /Pr/61 THN Sidikalang
2. Pebrianto Siburian /Lk/31 THN Sidikalang
*Pasien yang dirujuk ke RS Adam Malik*
1. Rafika Lince / Pr/41 THN Desa Sugihen Brastagi
2. Harta Ulina /Pr /50 THN desa Sugihen Brastagi
3. Seventri Amandasari Manihuruk / Pr/ 27 THN Dairi
4. Five Sitinjak / Lk /11 Th Dairi
5. Gabe Roida Sitinjak / Pr/18 Th Dairi
6. Rinto Sitinjak / Lk / 23 Th Dairi
*IV. KRONOLOGIS :*
1. Adanya Truk Fuso bermuatan galon air mineral mengalami *rem blong* dari arah Tanah Karo menuju Medan dan menabrak 8 kenderan tsb data diatas.
2. Saat ini seluruh *korban sdh dievakuasi* dan *1 diduga pelaku sdh diamankan di Polsek Pancur Batu.*
3. Seluruh *kenderaan berhasil dievakuasi* ke sisi kanan dan kiri jalan, dan *arus lalulintas 2 arah dari medan dan tanah karo sdh berjalan lancar.*
Peristiwa ini berawal ketika seorang pengendara mobil tengah melintas bersama anaknya yang berusia 8 tahun di kawasan Bekasi. Saat perjalanan berlangsung, mobil yang dikendarainya diduga ditabrak oleh sepeda motor yang ditumpangi tiga orang.
Usai insiden itu, korban mengaku memilih menempuh jalur damai dengan mengajak para pengendara motor menyelesaikan persoalan melalui mediasi di Polsek setempat. Namun, suasana disebut berubah tegang setelah seorang pria yang diduga merupakan oknum RT sekaligus paman dari salah satu pengendara motor datang ke lokasi.
Bukannya meredakan situasi, pria tersebut diduga justru membela pihak pengendara motor. Ia bahkan disebut melontarkan ucapan, "Dia orang susah, jangan mentang-mentang bapak punya mobil mewah," yang membuat suasana semakin memanas.
Korban mengaku kecewa atas sikap yang dinilai tidak berpihak pada penyelesaian secara adil. Ia juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi sang anak yang menyaksikan langsung kecelakaan dan perselisihan tersebut hingga mengalami trauma.
Sampai saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyelesaian perkara tersebut, apakah telah diselesaikan melalui mediasi atau berlanjut ke proses hukum.
📍Lokasi: Bekasi.
Guys kalian tau kasus ini ga? Lagi rame di fb dan thread
Beritanya gini:
Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) asal Kepulauan Riau harus menelan kekecewaan setelah gagal berangkat ke Manokwari untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV. Padahal, mereka sudah datang ke Jakarta dengan koper, seragam lomba, dan semangat penuh buat mengharumkan nama daerah. Sayangnya, saat hendak check-in di bandara, mereka baru mengetahui kalau tiket yang mereka pegang ternyata masih sebatas pemesanan dan belum dibayar. Akibatnya, rombongan yang sudah dilepas resmi oleh pemerintah daerah itu terpaksa batal terbang dan kehilangan kesempatan tampil di ajang nasional.
Meski mimpi mereka pupus di depan mata, para peserta memilih menyikapinya dengan cara yang bikin banyak orang salut. Alih-alih marah atau membuat keributan, mereka justru menyanyikan lagu yang seharusnya dibawakan di panggung lomba, tepat di area Bandara Soekarno-Hatta. Aksi itu langsung menyentuh hati banyak orang dan viral di media sosial. Di sisi lain, kejadian ini juga memunculkan banyak pertanyaan soal siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut. Publik pun mendesak agar persoalan ini diusut tuntas, sementara 27 perempuan asal Kepri itu tetap dikenang sebagai sosok yang menunjukkan keteguhan, profesionalisme, dan semangat meski gagal tampil di panggung yang mereka impikan.
Naikan gaji tim medsos SD ini minn @muhammadiyah ‼️
Bukan cuma foto²nya yg keren, tapi copy writingnya cakep² banget weeee. Apresiatif dan positif banget buat si anak ataupun orang tua. Pasti mereka bangga bisa sekolah di situ 🥹
When yhaa medsos sekolah standarnya bisa kaya gini?? Indonesia emas dimulai dari medsos SD ga sih??