Suporter Persebaya Surabaya, Bonek Mania melakukan aksi sweeping terhadap suporter Persib Bandung Bobotoh / Viking. Yang hendak melawat ke Madura United FC untuk Final Championship Leg kedua.
Slogan Nyawa Lebih Penting Dari Sepakbola Tinggal Sebatas Slogan!
postingan baru tidak menyantumkan tulisan “Majelis Permusyawaratan” dan dua logi simbol ‘gerpol’ lagi. silakan dibandingkan.
sekadar info: konperensi pers para pihak itu dilakukan di luar kediaman dan jauh dari kompleks pondok Leteh yang diasuh Gus Mus.
semoga menjadi jelas.
Salah & kurang tepat ya ini pertolongannya.
Klo km nemu kasus seperti ini, begini cara nolong yg bener 👇🏻
1. Tepuk & panggil namanya. Klo gbs ngejawab segera minta bantuan orang lain buat membaringkan korban di bidang datar.
2. Boleh dibaringin di bangku duduk? Ga safety! Lebih baik di bawah saja (jika lapang seperti pada video)
3. Longgarin pakaian korban, kemudian cek napas dg teknik tekan dahi angkat dagu
“…itu kan terbaca spesial hanya untuk satu orang, untuk Gibran doang,” kata Butet menyoal putusan MK.
Benarkah putusan MK ini memang semata-mata untuk seseorang?
| Mata Najwa
Ndak usah ndakik-ndakik tekan Kanjeng Nabi, Mas. Wong narsum yg dipakai KompasTV itu sampai detik ini ndak muncul secara langsung di rumah sakit, hanya berbekal informasi WA, lalu mengambil panggung informasi seolah menjadi jubir resmi.
NORAK BIN UDIK BIN KAMPUNGAN BIN SONTOLOYO. Branding capres namun pakai rujukan ibadah haji di Mekah, ASLI, itu benar - benar sontoloyo.
Tiba - tiba narasi berebut sebagai person yang jauh lebih penting dibanding person yang lain menggejolak. Mereka berebut menyodorkan narasi siapa lebih diterima oleh penguasa di sana.
Tiba - tiba aura khusuk ibadah dan panjat doa yang bersifat pribadi itu berubah ajang menjadi pertandingan. Bersifat kompetisi dan maka harus disiarkan. Seharusnya mereka malu.
KECUALI untuk dan demi target POLITISASI agama, branding yang seperti itu jelas kontraproduktif.
Lebih kontraproduktif lagi bila kapasitas kehadiran mereka sebagai orang penting dan maka mendapat undangan khusus dan tidak perlu antri itu tidak diberitakan dan tidak dinyatakan dengan benar, warga yang setia menunggu hingga 20 - 30 tahun pasti marah.
Tepa selira atau etika moral atau paling tidak simpati pada mereka yang karena keterbatasan ekonominya dan sudah menabung uang seumur hidup namun tak pernah bisa berangkat dan keburu meninggal karena daftar tunggu yang sangat panjang, patut jadi pertimbangan.
Entah sengaja atau tidak, menjadikan ibadah itu seolah sebagai ajang politik jelas melukai hak publik.
Dan maka jangan hakimi publik yang tidak semua melèk aturan dan informasi saat mereka berkata : "mudah bagi para tuan besar itu 'nyelak' daftar tunggu hanya karena mereka adalah ORANG PENTING."
"Sepenting itukah mereka para orang yang merasa penting?"
Dunia sedang tidak baik - baik saja. Efek negatif dampak pandemi, perang Ukraina, pemanasan global, desakan kemampuan AI yang berdampak pada ruang pekerjaan banyak manusia membutuhkan tak hanya pintar tapi strategis pemikiran dari para pemimpinnya.
Dan lalu, dalam kontestasi capres, kita hanya akan masih terus rebutan gimmick demi terlihat paling agamis dan paling dihormati oleh tuan rumah, pemilik dan penguasa dari tempat ibadah paling fenomenal itu??
Malang benar nasib bangsaku kali ini…😓
.
.
.
Selamat untuk Pemkot SURABAYA yang telah memenangkan kepemilikan aset Karanggayam dari Persebaya!
Yok ndang didandani, dan dekelola dengan baik agar segera bisa disewa Persebaya atau koMUnitas Fun Football lainnya demi majunya Sepakbola SURABAYA.
#KaranggayamMilikPemkot
17 Tahun Hilangnya Kru Jejak Petualang di Laut Papua [A Thread]
Milllenials pasti inget ya acara ini. Yes "Jejak Petualang" yang populer sejak 2003
Medina Kamil salah satu host-nya. Pengalamannya saat itu bener-bener jadi lima hari yang gak bakal bisa ia lupakan sampai hari ini