sebenernya masih bingung. kenapa ini logo pas jaman hindia belanda keren-keren tapi sekarang logonya jadi monoton isinya ada unsur padi dan kapas semua? apakah ini efek dari orba?
Merokok: Tradisi Nusantara atau Warisan Kolonial?
Inget kiai Agus Salim, tokoh eksentrik yang berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia?
Ada satu kisah yg cukup populer saat blio jadi utusan dlm prosesi penobatan Ratu Elizabeth.
Nah, dalam acara itu, dg santainya blio udud. Wajar saja ada yg protes, yakni Pangeran Philip.
Namun blio mengatakan, "Yang Mulia, bau yang tidak sedap itu berasal dari rokok kretek saya, terbuat dari tembakau dan cengkeh. Yang Mulia boleh ga suka, tapi bau inilah yang menarik minat penjelajah Eropa datang ke negeri kami tiga abad yang Ialu," ungkapnya.
Tentu saja saya tidak hendak menilai blio yang merokok di acara penobatan yang dianggap mengganggu (penjajah) itu. Ini hanya pengantar pembahasan, apakah yang dikatakan blio itu benar?
Bukankah merokok itu mulanya bukan budaya Nusantara?
#literasipertanian #gastrokolonialisme #tembakau #kretek
Presiden Prabowo mulai bicara dengan nada tinggi di depan rapat kabinet, "KALIAN SAYA TUNJUK JADI MENTERI JANGAN PERNAH SEKALIPUN PUNYA PIKIRAN UNTUK KORUPSI!"
Semua Menteri tampak terdiam. Beberapa di antaranya yang awalnya memegang HP, langsung ditaruh karena mendengar nada suara Presiden yang tinggi.
"KALAU KALIAN SAMPAI BERANI KORUPSI, SAYA SENDIRI YANG AKAN MEMISKINKAN KALIAN DAN ANAK-ANAK KALIAN! SAYA PASTIKAN HIDUP KALIAN DAN KELUARGA KALIAN AKAN MENDERITA," sambung Prabowo.
Raut muka Prabowo tampak serius. Terlihat sekali dia marah. Tak ada sedikit pun ada suara dari meja para menteri.
Tampaknya pidatonya belum selesai. Dia masih melanjutkan ucapannya dengan sedikit berteriak, "SAYA NGGAK MAU LAGI ADA MENTERI ATAU PEJABAT DI SEKITAR SAYA YANG KORUPSI. JANGAN BIKIN MALU SAYA! KALIAN DIGAJI RAKYAT UNTUK BEKERJA DENGAN BAIK. INGAT ITU!"
Para Menteri makin menunduk. Prabowo menggebrak-gebrak meja dan melanjutkan marahnya, "KITA HARUS PUTUS BUDAYA KORUPSI MULAI SAAT INI. KITA PERBAIKI NASIB SELURUH RAKYAT INDONESIA MENJADI LEBIH MAKMUR DAN SEJAHTERA. ITU SUMPAH YANG HARUS KITA JALANKAN."
Teriakan Prabowo makin keras. Saking kerasnya sampai membangunkan saya dari tidur saya yang sedang bermimpi indah.
kalo org org masih milih ngomongin isu lgbt ketimbang ini, WALLAH
sampe skrg kebijakan wowo gada yang jelas, ga transparan. coba pikir dr 44rb napi, itu napi dari jenis kriminal apa coba kira kira??????
trus 44rb napi itu akan 'ngutang' sm wowo.
kita gada yang tau itu napi--
gue ulang mati listrik ini salahnya bahlil.
krisis energi itu gak cuma batubara, tapi jg solar, lpg, lng... semua pasokan tiba2 hilang bulan juni, diekspor semua
Di penghujung wawancara, host Kompas TV bertanya kepada Menteri Koperasi Feri Juliantono:
"Padahal sudah ada IKOPIN , kenapa tidak dipakai untuk melatih manajer koperasi?"
Jawaban Menteri: "Baru rencana. Baru prosesnya."
Jadi urutannya:
✅ Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) , sudah ada puluhan tahun
✅ Punya kurikulum manajemen koperasi
❌ Tidak dipakai melatih calon manajer KopDes
✅ Latsarmil 45 hari di barak TNI , baru dibuat
✅ Materi: halang rintang, menembak, PBB
✅ Hasilnya: 5 orang meninggal dalam 10 hari
Institusi yang tepat: tidak dipakai.
Institusi yang tidak relevan: dipakai , sampai ada korban jiwa.
Siapa yang memutuskan itu, dan atas dasar apa?
🤔
alasan Investor Asing Kabur menurut tom lembong :
- Regulasi berubah-ubah sesuai keinginan yg berkuasa
- tidak konsisten, tidak bisa diprediksi
- Kriminalisasi nyata ,Nadiem, Tom Lembong, BRI Ventures, Telkom Ventures semua dikriminalisasi
- Danantara tidak transparan
- laporan keuangan belum keluar, bisnis model tidak jelas
- tiap tahun cuma ngeluarin bond (malak secara halus?)
- DPR masuk ke BI
- politisasi kebijakan moneter sangat menakutkan investor
- Patriot Bond = tanda putus asaan prabowo
- pemerintah terlihat desperate cari uang dengan cara aneh
Rupiah melemah ke semua mata uang
- bukan karena dolar kuat, tapi borok dari dalam negeri sendiri
- Investor punya banyak pilihan
- Malaysia, Vietnam, Thailand jauh lebih ramah.
- Tidak ada yang wajib invest di Indonesia
Dua profesor Harvard nulis buku How Democracies Die , kasih 4 tanda peringatan pemimpin otoriter:
a. Menolak aturan main demokrasi
b. Pengkritik dicap pengkhianat / antek asing
c. Menoleransi kekerasan terhadap lawan
d. Membungkam kebebasan sipil
Yang bikin merinding?
Buku ini terbit 2018.
Tidak ada satu pun nama Indonesia di dalamnya.
Tapi entah kenapa checklist-nya terasa sangat... familiar.
Demokrasi tidak mati karena tank di jalan.
Ia mati perlahan , sambil semua terlihat berjalan "sesuai prosedur".
Kita lengah, kita yang rugi.
Tempo baru saja mengungkap kasus Gaurav Srivastava, pengusaha India yang menyusup ke lingkaran keluarga Prabowo Subianto dan elite Indonesia dengan pura-pura sebagai agen CIA.
Ia berhasil mendekati Prabowo dan adiknya Hashim Djojohadikusumo. Pertemuan terjadi di Hambalang tahun 2022. Ada kedekatan bisnis dengan Hashim, termasuk aliran dana sekitar 51 juta dolar AS ke perusahaan miliknya.
Srivastava sempat bahas pengadaan alutsista. Ada letter of intent untuk pesawat tempur dan helikopter ke perusahaan terkait dia, tapi dealnya gagal total.
Kasus ini diungkap Tempo lewat investigasi bersama jurnalis independen asal India. Meski transaksinya tidak jadi, sorotan utamanya adalah bagaimana orang dengan rekam jejak penipuan internasional bisa masuk begitu dalam ke lingkaran presiden dan elite pertahanan.
Kemenhan menyatakan pengadaan tetap sesuai aturan.
ketipu intel palsu. . .
wkwkwkwkw lucu banget.
intel asli itu katak @myshawti dan @TheKerupuk. mereka ngaku pun, orang gada percaya.
Bayangkan tinggal di gedung 45 lantai yang nggak pernah selesai dibangun.
Nggak ada lift. Nggak ada PLN. Nggak ada PDAM. Tiap hari harus naik-turun tangga puluhan lantai.
Tapi anehnya: lingkungannya tetap aman.
Ada warung, gym, gereja. Punya "RT" sendiri dan iuran bulanan.
Dari proyek mangkrak disulap jadi kampung vertikal oleh warga lokal.
Dulu saat masih jadi mahasiswa arsitektur, aku sempat mewawancarai Iwan Baan, fotografer Belanda yang bertahun-tahun mendokumentasikan gedung bernama TORRE DAVID ini.
Kisahnya mengubah caraku memandang desain.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Telihat taktikal? Tidak? Terlihat bodoh? Ya jelas terlihat bodoh dan konyol... Ini banyak yang mengabaikan sisi disiplin dan safety alias ngawur! Muzzle discipline tidak ada, kena sapu semua oleh laras senapan kawan di belakangnya, dan ada yang telunjuk masih menempel di pelatuk.
Plot twist dari presser Menkomdigi siang ini: 31% serangan spam komentar judol nyasar ke akun INSTANSI PEMERINTAH.
Bukan akun receh, akun resmi negara, gengs.
Pelakunya? Bot asing dari Brazil sampai India, kerja otomatis nyebar komentar massal.
Solusinya? Menkomdigi sendiri ngaku di depan wartawan: akun resmi pemerintah gak bisa diputus aksesnya karena... ya resmi.
Rumah sendiri kebobolan spam judi 24 jam, tapi kuncinya gak ada yang pegang.
Sementara itu besok, 1 Juli, rakyat jelata wajib registrasi biometrik wajah & sidik jari biar "akuntabel dan transparan."
Lo aktivasi SIM card disuruh scan muka, tapi akun .go.id yang jadi etalase iklan judol cuma dijawab "akan dikoordinasikan."
Anomalinya bukan di rakyat yang anonim, Bu Menteri.
Anomalinya di negara yang gak bisa beresin rumah sendiri tapi sibuk minta data biometrik orang lain.
Kalau identitas jelas itu kunci berantas kejahatan, kenapa akun pemerintah yang identitasnya paling jelas seIndonesia malah jadi sarang spam paling subur kedua?
🤔🤷♂️
Btw ini ya yang dimaksud Gladwell di bukunya Outliers soal lucky generation. Timing tuh pengaruhnya banyak banget.
Contoh gampangnya, CPNS 2024 itu formasinya banyak banget, bahkan banyak formasi kosong atau 1-1 alias ga belajar pun harusnya bisa lolos. Sementara taun ini belom tentu sebanyak itu dan saingannya pasti lebih banyak dr 2024.
Yang kebetulan fresh graduate pas formasi lagi banyak ya menang start duluan. Kadang bukan soal lebih pinter, tapi ya lucky krn kebagian kesempatan pas cpns bukaan gede.
Buku ini ngebongkar mitos “kerja keras = pasti sukses”. Gladwell ngangkat cerita Bill Gates buat contoh. Dia emang jenius, tapi dia juga kebetulan lahir di tahun yang pas. Bill Gates masih remaja pas komputer pribadi muncul, otomatis dia dapet exposure ke ngoding dan perkomputeran lebih awal di banding yg lain.
Ada juga case pemain hoki pro Kanada yang mayoritas lahir Januari-Maret doang. Liga junior ngelompokin anak per tahun kelahiran (1 Jan - 31 Des). Yang lahir Januari otomatis lebi matang dong dibanding yang lahir Desember walau sama-sama “seangkatan”. Karena keliatan paling jago, akhirnya dipilih masuk tim elite. Padahal gerbang awalnya cuma krn menang umur.
Makanya kalo ada yang masih bilang “yang penting usaha, rejeki gak kemana” ke generasi sekarang… boleh lah disuruh baca buku ini dulu biar ngerti big picturenya 🤣
Prabowo tantang siapapun yang tidak puas:
"Silakan tantang saya di 2029."
Oke. Kita terima tantangannya.
Tapi:
a. UU Pemilu harusnya selesai 2025. Sekarang 2026. Belum kelar.
b. Penyelenggara pemilu dari 2024 belum dievaluasi, belum direformasi.
c. Putusan MK soal pemisahan jadwal pemilu? Masih "ditafsirkan" DPR.
d. Siapa Pj kepala daerah kalau jadwal bergeser?
Pemerintah pusat yang tunjuk.
Jadi tantangannya: bertanding 2029.
Tapi wasitnya belum diganti.
Lapangannya belum diukur ulang.
Aturan mainnya masih ditulis sepihak.
Berani nantang memang gampang ,
kalau yang bikin aturan pertandingannya lo sendiri.
Kenapa Arab Saudi ngomentarin MBG? Yahh gak masuk di logika kultur arab cuk😄
Sekarang Arab Saudi di bawah Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) lagi gila-gilanya mendewakan konsep Efisiensi, Privatisasi, dan Kapitalisme Modern lewat proyek Vision 2030.
MBS itu paling benci sama model pemerintahan yang bikin boncos anggaran cuma buat program-program populis yang nggak sustainable.
Lalu ini gobloknya sih wkwk
Di kultur masyarakat Timur Tengah (dan dunia Islam pada umumnya), ada prinsip sakral bernama Hifz an-Nafs.
Ketika media Arab menyandingkan data "6.000+ anak keracunan" dengan pembelaan seorang pemimpin yang menggunakan "angka desimal nol koma sekian persen", di kuping audiens Timur Tengah itu bunyinya langsung kayak:
"BJIRR MASYARAKAT TEWAS UDAH KAYAK STATISTIK COK."
Al-Arabiya nggak perlu repot-repot nulis opini "PRESIDEN GOUBLOK". Mereka cukup mengutip mentah-mentah ucapan resminya, lalu biarkan standar moral masyarakat Timur Tengah yang mengadili citra pemimpin tersebut 😝😝
buat yang belum tahu ini kasus paling gila :
- Lippo jual apartemen ribuan unit, iklan gede-gedean, banyak yang beli & cicil
- Uang sudah masuk ke Lippo konsumen bayar cash atau KPA bank
- Bangunan tidak jadi mangkrak, tower terbengkalai
- Konsumen nagih disuruh sabar, tunggu 2027
- Minta refund ditolak
- Protes di medsos malah digugat pencemaran nama baik
- Sekarang lahannya mau dihibahkan ke pemerintah untuk rusun subsidi
- denger2 sih hibah ini kagak gratis
- dobel cuan dpat dari rakyat , dapat dari pemerintah
tulisan ini bukan tuduhan hanya fiktif belaka
Respect sih sama artis yang berani nolak masuk politik. Tau kapasitas, tau passion, ga ngerasa semua panggung harus dia naikin.
Lagian kenapa sekarang banyak banget artis tiba-tiba berlomba nyemplung ke politik?Politik tuh bukan komedi candaan anjr. Rakyat ga butuh cameo, rakyat butuh orang yang emang ngerti kerjaan. Udah deh yang jago akting ya akting aja, yang jago nyanyi ya nyanyi aja. Jangan dikit-dikit ngerasa modal terkenal trs bisa jadi wakil rakyat. TV masih butuh hiburan, parlemen butuh orang yang beneran kerja.
Kalo dilihat-lihat, jabatan yg sering dibagiin ke simpatisan itu komisaris ya. Tau gak kenapa komisaris ini jadi jabatan yg suka dibagiin dengan gampangnya?
Ya, karena jabatan komisaris itu :
> Kerjanya cuma ngawasin & ngasih masukan ke direksi
> gak megang operasional
> gak nentuin keputusan harian
Dan kenapa pada mau dikasih jabatan ini?
> Gajinya gede
> Gak butuh kompetensi teknis spesifik
> modal "dipercaya" aja udah cukup
> Gak ada KPI yg jelas buat dievaluasi publik
> minim risiko keliatan "gagal"
> Bisa diisi tanpa proses seleksi terbuka & gak butuh izin teknis
Beda sama direksi, itu pegang operasional langsung, kalo perusahaan ambruk ketauan siapa yg salah. Makanya posisi ini jarang dipake buat "bagi-bagi kursi".