@alsjournall Wkwkwk, jd inget dulu pengalaman yg hampir sama waktu Starbucks belum masuk palembang, trus pas lg di Depok bela2 in ke UI bawa duit 50 ribu buat beli Starbucks,mampunya Americano,sepahit itu smpe kepikiran biar keminum minta gula cair sama kasirnya,huhuhu,rasanya malu wktu itu
Penasaran banget kenapa minimarket ini bisa kasih harga murah. Akhirnya aku searching kenapa dia bisa murah, dan sesuai apa yang aku lihat.
Bahasa gampangnya gini :
1. Tokonya biasa aja.
Mereka gak sewa tempat di lokasi mahal, seringnya di deket perumahan. Gak ada fasilitas yang berlebihan.
2. Barang ditaro langsung di kardus atau palet.
Rackingnya sederhana, planogram gak ribet, barangnya di display langsung dengan kardusnya di rak display.
3. Hanya jual barang penting.
Yang dijual itu barang-barang kebutuhan sehar-hari. Kaya beras, minyak goreng, sabun, deterjen, susu. Karena barang pasti cepet laku, dan mereka beli dalam jumlah banyak, maka harga dari pemasok lebih murah.
4. Promonya gak ribet.
Harga udah rendah dari awal, dan harganya stabil. Kaya contoh air mineral di bawah, 1.5L cuman 2.400. Di minimarket lain, kurasa blm ada.
Kalian sering belanja di minimarket ini gak?
Kenapa orang-orang malah berpusat pada orientasi seksual Teddy?
Ini, kan, terlalu spekulatif, gak ada buktinya juga, dan andai benar pun tidak ada hubungannya dengan kelayakannya memegang jabatan publik.
Mungkin ini bukan opini populer, ya, tapi saya tidak begitu peduli dengan hal itu.
Karena sebenarnya ada banyak hal yang perlu diperhatikan dari Teddy:
Pertama, jabatan Seskab itu secara hukum nyaris kosong. Menurut @grok (setelah saya tanya), berdasarkan Perpres Nomor 148 Tahun 2024, tidak ada satu pasal pun yang mengatur tugas, fungsi, dan wewenang Sekretaris Kabinet.
Jabatannya diakui, tapi mandatnya tidak diatur. Namun, masalahnya...
Kedua, posisi Teddy cuma eselon II.a, alias setara direktur (dulu Seskab setingkat menteri, lalu diturunkan supaya Teddy tidak perlu pensiun dari militer).
Tapi praktiknya, tanggal 30 Mei 2026, Gus Ipul datang "menghadap" dan menunggu di kantor Seskab. Seorang menteri yang seharusnya lapor langsung ke Presiden malah datang dan duduk menunggu di kantor eselon II.
Kan, kocak.
Ketiga, Teddy itu perwira TNI aktif (tolong koreksi jika keliru, @grok). Ini kan jelas melanggar UU TNI karena menduduki jabatan sipil di luar lembaga yang diizinkan.
Ketika dulu dwifungsi dilucuti Gus Dur, sekarang dwifungsi itu muncul kembali lewat pintu belakang, bahkan sebagiannya terang-terangan.
Tapi rangorang malah fokus sama buntad-bunted.
Ya Rabb...
Terdengar lucu. Tapi ini satu dari sekian contoh soal kegagapan asesmen, bahkan lebih tajam bisa disebut "pembunuhan kognitif".
Sangat jelas, teks si murid kaya konteks, konflik, dan realitas zaman. Kok bisa D—hanya perkara gak sesuai harapan imajinasi guru?
Seharusnya sung Jin woo ini bos terakhir yg harus dikalahkan hero2 kelas S di akhir cerita, pertama dia ngecheat,kedua nih org udh dikuasain sistem yg bkin dia kuat yg bs nyuruh dia apa aja, dan si SJW ini ga segan2 nurutin semua tanpa debat layaknya main villain character
Nonton ini di bioskop, inget bnget smpe Dua kaki gua naik ke atas kursi saking ketakutannya apalagi pas bagian ibu2 nya yg getokin kepalanya ke plafon, cuman bs nganga
Essa cena me deu um susto do caralho
Diferente de muitos filmes de terror, aqui não existe “luta final heroica”.
O mal já venceu antes da história começar.
@BirthBruno@Ruiiz___ For the casual moviegoers like me, at that time, I appreciate the details that they explained on movie, it didn't decreasing the tension and the shock during watch it on cinema