Vanze mengambil langkah satu persatu, mendekati @sternanklang begitu penuh awas.
“Jangan bohong, Lucian.” Ia yakin suaranya masih begitu lembut. “Jika selama ini aku salah mengira tentang kita dan tindakanku melukaimu, maka aku harus minta maaf.”
...
“Tatap aku, Luca.”
Melihat siluet punggung yang begitu ia kenal, Vanze melangkah perlahan mengikuti sosok itu dari belakang. “Lucian ... ?” Panggilnya penuh ragu.
@sternanklang
Tetapi bukan berarti Vanze tak bisa melihat dusta yang masih ada di sorot mata Lucian. Sesungguhnya Vanze bukanlah orang yang penuh dengan sabar jikalau tak ada hal penting yang ingin digapai.
Untuk Lucian, ia rela menurunkan emosinya barang sebentar, sehingga pelan-pelan ...
Vanze masih ingin memberi jarak nyaman untuk @sternanklang tetap berada di sekitar, sehingga tak satu pun langkah ia ambil untuk menjadi lebih dekat. Setidaknya untuk sekarang.
“Lucian ... Kenapa menghindar? Aku minta maaf soal kemarin. Aku—” Apa yang pantas ia katakan?
@sternanklang 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳, 𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳, 𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳.
Layaknya mantra yang terus diulang, pelan-pelan nafasnya berhembus lebih tenang. Sungguh tak ada maksud untuk menegur Lucian dengan segenap emosi, tahu bahwa hal itu akan membuka kesempatan sang burung kecil terbang lebih jauh.
...
@sternanklang Seakan mendapat validasi terkait kecurigaannya, Lucian benar tengah menghindar. Ah, tiba-tiba merasa bodoh telah melakukan hal impulsif. Bagaimana jika Lucian malah lepas begitu saja dari genggaman?
Tungkainya dibawa melangkah lebih cepat, bahkan sekarang berdiri di hadapan—...
#ᴛʜʀᴏᴡᴅᴏᴡɴ:
Oh, Demi Merlin. Tim Madam Ziyue berisi para ladies cantik.
Baiklah kalau begitu, sudah waktunya menampilkan sosok sesungguhnya Karyawati SCDB itu.
(Terima kasih Inol karena sudah mengeditkan gambar yang pertama.)
@obsidianct Dunia mimpi tidak pernah sebegitu absurd sebelumnya. Dalam mimpi yang Livy saksikan, Professor Wang berdiri di depan sebagai... penghulu? Di hadapannya adalah pasangan yang tidak asing baginya; Vanze dan Lucian.