Akhirnya sampai dititik ini.
Dimana ikhlas yang belakangan sedang aku usahakan itu ternyata ini :)
Bukan sekedar ikhlas melupakan kejadian yang membuat trauma tetapi ikhlas memaafkan dan melepaskan mereka.
Ya allah sy gagal kah sebagai anak perempuan pertama?
Sy gagal kah sbg kakak pertama dari adik adikku?
Apa yang sudah sy usahakan jgn berhenti disini🥺😭
Hari ini menangis sekali gara gara kata “KUAT” ada hampir disemua ucapannya orang orang ke saya🥺
Apa karna mereka liat sy lemah? Atau mereka liat masalah hidupku yang penuh plot twist dan tidak berhenti 😂🥺😭🙏🏻
Atau terlalu kuat jalani kehidupan yang gila ini.
Terimakasih ya Allah masih dikasih kesempatan napas😁
Di umur 32 ini hanya ingin hidup yang tenang dan nyaman ya Allah.
Dilancarkan dan dimudahkan semua hal hal baik yang akan dtg kepadaku ya allah.
Di jauhkan dari energy2 negatif & segala keburukan dunia. Aamiin ya Allah😇
MARCELLA DAN ARY BAKRIE BUKAN ADVOKAT, MEREKA ADALAH MAFIA HUKUM BERSENJATA PASAL‼️
[ Twiit Panjang, SKIP bagi yang malas membaca ]
Praktik yang dilakukan Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri mencederai profesi Advokat.
Keduanya menjadi tersangka pemberi suap kepada para hakim sekitar Rp22 miliar. diduga bertujuan agar tiga korporasi ekspor minyak goreng yakni Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group divonis lepas dalam perkara ekspor CPO
Mereka telah mencidrai Profesi Advokat sebagai “Officium Nobile” dan melanggar Kode Etik Profesi tentunya, ketika hanya mewakili keinginan Klien, jauh dari pada tugas dan tanggung jawab sebagai Profesi yaitu menegakkan Hukum dan Keadilan yang berpijak pada Kebenaran.
Praktik lancung mereka membuktikan maraknya mafia peradilan dan kolusi sistemik. “Serta memperburuk citra profesi advokat dan merusak tatanan, Negara dalam hal ini institusi peradilan mendadak tidak bisa menegakkan keadilan ketika dihadapkan dengan uang dan koruptor.
ketika direndahkan, dicaci, yang perlu dilakukan adalah “ya allah ya jabbar aku serahkan semuanya kepada-MU. biarlah urusannya menjadi urusan-MU, karena Engkau sebaik-baiknya hakim.”