Jadi guru tuh banyak sedihnya karena harus menghadapi realita bahwa BANYAK BANGET anak-anak yang jadi korban parenting orang tuanya sendiri. Mau bantu mereka tapi harus sadar diri juga bahwa mendampingi anak 6 jam sehari nggak akan memperbaiki bad parenting 18 jam sehari. 🥲
Kadang tuh masih gak nyangka dan habis pikir.. kok bisa ya jadi warga pendatang di kulon progo.. kayak musti KP banget tuh
Trus tau-tau udah dua tahun 🤌
Utas Lanjutan.....
26/
15 September 2021, ICW merilis kajian tentang pengadaan perangkat TIK untuk digitalisasi pendidikan.
ICW menyoal besarnya anggaran, urgensi, potensi masalah tata kelola, dan risiko dalam proyek tersebut.
Sekali lagi: alarm sudah berbunyi.
https://t.co/i6ipKxczy3
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
banyak laki-laki tidak hancur karena miskin, mereka hancur karena pulang pun tidak menemukan ketenangan.
di luar, dia dituntut jadi kuat.
di rumah, dia ditutut jangan pernah lemah.
harus berhasil.
harus tahan banting.
harus selalu punya jawaban.
harus selalu terlihat baik-baik saja.
padahal laki-laki juga manusia.
dia bisa lelah.
bisa takut.
bisa kehilangan arah.
dan kadang, diamnya bukan karena tidak peduli—
tapi karena terlalu penuh, bahkan untuk bercerita pun tidak tahu harus mulai dari mana.
laki-laki jarang bercerita,
bukan karena mereka tidak punya luka,
tapi karena dunia terlalu sering meminta
mereka sembuh
tanpa pernah memberi ruang untuk terluka.
dan sayangnya,
sering kali luka yang paling dalam bukan datang dari dunia luar,
tapi dari orang yang dianggapnya bisa memberikan ketenangan.
dicela karena penghasilannya,
dibandingkan dengan laki-laki lain.
direndahkan karena belum mampu memenuhi semua keinginan pasangannya.
sampai akhirnya dia mengerti,
tidak semua pulang itu menenangkan.
maka perempuan qana'ah menjadi mahal.
qana'ah itu bukan sekadar menerima, tapi juga tau batas antara syukur dan tuntutan berlebihan.
tidak semua laki-laki butuh perempuan yang paling cantik.
banyak yang hanya butuh satu orang yang berkata:
"aku tau hidupmu sedang berat,
tapi aku percaya kamu bisa lewatin ini semua,
kita hadapi sama-sama ya."
kalimat sederhana.
tapi bagi laki-laki, itu bisa menjadi alasan untuk bertahan lebih lama.
karena dihormati, dihargai, dipercaya, diyakinkan lebih menyentuh daripada dicintai.
perempuan yg qana'ah menjaga harkat dan martabat suaminya.
dia tidak membuka aibnya.
tidak meruntuhkan wibawanya termasuk di depan anak-anaknya.
tidak menjadikan kekurangan ekonomi sebagai senjata.
tidak membandingkan suaminya dengan laki-laki lain.
dia paham,
harga diri laki-laki sering kali berdiri di balik satu kalimat sederhana:
"aku percaya sama kamu"
dan dari kalimat itu,
laki-laki rela mati berjuang untuk keluarganya.
ingin jadi yang paling kuat.
paling bisa diandalkan.
paling berwibawa di mata istri dan anak-anaknya.
dari situlah qawwam tumbuh.
dan qawwam bukan cuma soal siapa yang mencari nafkah.
qawwam juga bukan prestasi tapi amanah yang Allah kasih.
Allah berfirman:
"ar-rijaalu qawwamuuna 'alan-nisaa.."
laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, karena mereka memikul tanggung jawab dan menafkahkan hartanya.
tapi qawwam bukan berarti paling berkuasa.
qawwam itu melindungi.
memberi rasa aman.
menjadi tempat berteduh, bukan sumber luka.
dia berpikir sebelum berkata:
"kalau aku begini,
dia sakit hati gak ya?"
dia mengingat hal-hal kecil.
dia mendengar tanpa menghakimi.
dia membuat perempuan merasa:
aku dicintai.
aku berharga.
aku dipertimbangkan.
aku diutamakan.
aku tidak sendiri.
karena perempuan tidak selalu butuh laki-laki paling kaya, tapi laki-laki yang paling hadir.
hubungan bukan tentang siapa yang paling dominan, siapa yang paling berkuasa.
tapi tentang siapa yang paham cara menjaga.
perempuan dengan qana'ah.
laki-laki dengan qawwam.
dua-duanya bukan saling menyerang, tapi saling menenangkan.
karena cinta yang dewasa bukan tentang "kamu harus jadi seperti yang aku mau"
tapi
"aku ingin jadi tempat paling aman buat kamu pulang."
dan percayalah,
laki-laki yg merasa dihargai akan berjuang jauh lebih keras dibanding laki-laki yg hanya terus dituntut.
karena gak ada laki-laki yg takut berperang,
jika ia tahu ada rumah
yg layak untuk ia menangkan.
wallahu a'lam.
Masih gak nyangka sama diri sendiri, di usia yang mulai menginjak kepala orang ini.. bisa baper perkara ditinggal gak jadi diajak main T_T kek malu sebenernya tapi tetep valid gak sih perasaan iniehhh
Pernah ketemu perempuan ini?
Yang kalau dilihat sekilas dia tuh kuat banget. Ga banyak minta, jarang ngeluh, selalu keliatan bisa ngurus semuanya sendiri.
Orang-orang tu sering bilang,
“Dia mah mandiri, aman kemana mana sendiri juga.”
Padahal gada yang benar-benar tau,
berapa banyak hal yang dia simpen sendirian. Dipendem takutnya, ditahan bingungnya, ditelen sendiri capeknya.
Bukan karena dia ga butuh siapa-siapa, tapi karena dia terlalu terbiasa jadi “kuat sendirian”.
Sampai kadang, dia sendiri gatau harus bersandar ke mana.
Jalan aja terus, walau kadang arah masih ga keliatan.
Berjuang terus, walaupun belum yakin dengan mimpinya.
Tapi tetap dipaksain, karna berenti rasanya lebih menakutkan.
Dan di balik semua itu, sebenarnya sederhana banget yang diharapkan...
Cuma pengen hidupnya nyaman dan ada satu momen kecil yang bikin mikir kalo,
“oh… ternyata gue juga boleh bahagia.”
Semoga,
Tuhan yang lebih tahu lelahnya dan pelan-pelan nuntun kalian ke arah yang tepat.
Ke tempat yang akhirnya terasa “pulang”.
Dan semoga suatu hari,
Kalian ga perlu kuat sendirian lgi🤍
Ya Allah, in the final hours of this blessed month, please forgive us for our lack of ibadah and our insincerities. Protect us from harm, and keep us guided towards the truth.
Be kind to your heart. Don't let it become overwhelmed with worry about the future and the things you can't control. Allah will take care of everything.
“And whoever relies upon Allah then He is sufficient for him.” (65:3)
Aku berhutang satu kata pada diriku sendiri: maaf.
Maaf ya,
untuk semua lelah yang sering kuabaikan,
untuk semua badai yang kupaksa kuat.
Di ramadhan berikutnya mari kita datang lagi dengan versi diri yang lebih baik, lebih sehat, dan penuh kelancaran dalam setiap apapun itu. 🤍
Ini yang aku bawa dari ramadan tahun ini. Walau masih jauh dari sempurna semoga tahun depan masih dipertemukan lagi sama ramadan ya, ya Allah. Dengan keadaan yang lebih baik tentunya 🤲 aamiin
Di malam lebaran ini justru aku bilang sama ibu gimana kalo aku nggak nikah aja.. dijawabnya
🧕 Yo rapopo nek kui marai kowe bahagia aku yo ra mekso nyusu-nyusu ngekon rabi wong kowe sing nglakoni
Plonggg rasanya aku siap menghadapi duniaaa
Jadi sering doain diri sendiri juga untuk lebih mudah bersyukur, mudah merasa cukup dan mudah merasa bahagia dari hal-hal kecil yang ada di sekitar hidup saat ini. Nge remind diri sendiri that I deserve to be happy too 🥲