Siapa saja tokoh yang berada di lingkar bisnis Raffi Ahmad?
Penelusuran kami menemukan sedikitnya 17 individu yang terindikasi sebagai Politically Exposed Person (PEP).
Lihat daftar lengkapnya dan baca liputan investigasi selengkapnya - https://t.co/FAJINoxWGe
Kalau suami dan istri sama-sama bekerja, logikanya pekerjaan rumah juga seharusnya dibagi. Lalu kenapa masih banyak suami yang enggan terlibat?
Biasanya ada tiga penyebab utama:
1. Pola asuh. Sejak kecil mereka melihat ibu mengurus semua pekerjaan rumah, sehingga menganggap itu memang tugas perempuan.
2. Ego dan identitas. Sebagian pria masih merasa pekerjaan domestik mengurangi citra mereka sebagai laki-laki, terutama jika istri juga ikut mencari nafkah.
3. Komunikasi yang buruk. Istri berharap suami peka, sementara suami menunggu diminta secara jelas. Akhirnya sama-sama kesal.
Solusinya bukan saling diam atau menyalahkan. Duduk bersama, bagi tugas secara spesifik, dan anggap pekerjaan rumah sebagai tanggung jawab bersama, bukan bantuan sukarela.
Bilang ke suami: "Sayang, aku senang kita bisa berjuang bareng nyari nafkah buat keluarga kita. Tapi jujur, energi aku habis kalau setelah kerja masih harus beresin rumah sendirian. Aku butuh tim yang solid. Yuk, kita bagi tugas."
Karena rumah tangga dengan dua pencari nafkah hanya bisa berjalan baik kalau keduanya juga sama-sama menjadi tim di rumah.
Yg bikin gedeg dari kasus komisaris BUMN ini tuh bukan cuma soal siapa yg diangkat, tapi pesan sosial yg dikirim ke publik.
Di saat (((RATUSAN RIBU))) fresh graduate berjuang cari kerja, ikut seleksi berlapis, ditolak berkali-kali, ada orang2 yg kariernya melesat bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan, loyalitas politik, dan kemampuan menjilat.
Akhirnya yg rusak bukan cuma tata kelola BUMN, tapi juga kepercayaan anak muda bahwa kerja keras punya tempat yg adil di negeri ini.
"Ya wajar saya kasih posisi komisaris, dia udah banyak bantu saya waktu pemilu ...."
YA KALAU PINGIN BALES BUDI BAYAR PAKE DUIT SENDIRI DONG. YANG UTANG BUDI KAN ELU NGAPA MALAH BUMN, RAKYAT SAMA NEGARA YANG HARUS BAYARIN
Emang mental maling sialan
dia tuh kayak sering kelepasan ngondek gitu ngga sih 😭
kayak "aaaarrrggghh aku harus jadi macho aku harus jadi machoo!!! ehhh aduh aduhh kelepasan neeyyykkk"
Respect sih sama artis yang berani nolak masuk politik. Tau kapasitas, tau passion, ga ngerasa semua panggung harus dia naikin.
Lagian kenapa sekarang banyak banget artis tiba-tiba berlomba nyemplung ke politik?Politik tuh bukan komedi candaan anjr. Rakyat ga butuh cameo, rakyat butuh orang yang emang ngerti kerjaan. Udah deh yang jago akting ya akting aja, yang jago nyanyi ya nyanyi aja. Jangan dikit-dikit ngerasa modal terkenal trs bisa jadi wakil rakyat. TV masih butuh hiburan, parlemen butuh orang yang beneran kerja.
#intinyadeh jajaran komisaris PT Krakatau Semen Indonesia (KRSI) jg jd sorotan netizen.
Ada 2 timses:
> Ashram Saleh (Komisaris Utama): Sekretaris Umum Tim 8 Prabowo-Gibran
> Ahmad Najmi Shahab (Komisaris): Tim kreatif, sosial media, dokumentasi Rumah Besar Relawan Prabowo
Lagi makan di salah satu restoran di mall bareng anak. Tiba-tiba dia ngomong dengan muka serius, "Mi, jangan nengok, jangan panik, jangan teriak ya. Aku ke belakang bentar."
Aku yang bingung mau nanya, malah disuruh diem. Dia kasih kode supaya aku nggak ngomong apa-apa, terus langsung berdiri dan jalan ke arah belakangku.
Karena penasaran, aku nengok pelan-pelan. Ternyata dia lagi ngambil beberapa lembar tisu, lalu nutupin sesuatu yang ada di lantai. Setelah itu dia manggil salah satu waitress dan ngomong pelan. Nggak lama kemudian waitress balik lagi sambil bawa sapu dan serokan.
Baru setelah semuanya beres, dia balik duduk di meja.
Aku langsung tanya, "Emang ada apa?"
Dia bilang ternyata ada tikus mati yang jatuh dari plafon restoran.
Katanya, dia sengaja nutupin dulu pakai tisu supaya pengunjung lain nggak panik dan nggak bikin heboh. Menurut dia, kejadian itu belum tentu sepenuhnya salah pihak restoran, jadi nggak perlu langsung dijadikan tontonan atau bahan ramai-ramai.
Aku cuma bisa ngangguk.
Dalam hati aku bangga. Di zaman sekarang, banyak orang yang mungkin bakal langsung foto atau rekam buat dijadiin konten. Tapi dia justru milih nyelesain masalahnya dulu tanpa bikin keributan atau merugikan pihak lain.
😔😔😔 gimana ya..... kadang suka mikir apa jangan-jangan gw berada di kerjaan yang sekarang justru karna bisanya cuma di situ "doang"? what happened when i lose my questionable unhinged creativity, just like now?
Rakyat jelata apply kerja di BUMN:
Syaratnya gila:
• Minimal S1 lulusan PTN ternama
• IPK 3.5
• Pengalaman kerja 5 tahun
• Fasih 3 bahasa asing
• Umur maksimal 25 tahun
• Harus menguasai elemen bumi, air, api, udara
• Bisa mengalahkan Raja Api Ozai
Gaji? UMR!!!
Sementara jalur “orang dalam” tingkat dewa: Gak lulus S1 pun langsung dapat kursi komisaris + gaji puluhan juta + fasilitas.
Terus heran BUMN rugi triliunan tiap tahun?
Uang pajak rakyat dipakai buat gaji orang-orang yang bahkan gak perlu ngelamar.
Sistemnya emang sengaja dibikin begini.
Kalian masih percaya BUMN bisa diperbaiki dari dalam?