aku bilang ke istri, santai sambil tiduran di sofa.
"aku kan udah bantu cuci piring"
dia melongo, tapi matanya ngomong sesuatu
malamnya, dia duduk di depanku
"mas boleh tanya satu hal?"
"boleh"
"Bantu siapa?"
dua kata, dan aku ga bisa jawab
hbd to me. proud🫶✨️ yg selama ini tertahan untuk menghadiahi diri sendiri. selamat telah berani dan itu gapapa banget. mari mulai mengusahakan demi diri sebelum yg lain. perihal esok, Tuhan kaya. Alhamdulillah🌻
aku milikku terakhir, dirayakanku, April selanjutnya dimudahkan
Bagus Muljadi, profesor termuda Indonesia yang kini mengajar di University of Nottingham, menyentil satu hal penting:
pendidikan kita mahal, tapi arahnya murahan.
Di luar negeri, kampus meringankan biaya dan memamerkan alumni sukses sebagai pertanggungjawaban moral.
Di Indonesia, mahasiswa bayar mahal dulu. Soal masa depan, silakan cari sendiri.
Orang jarang ngeh waktu kita sabar memaklumi semuanya, tapi begitu kita capek lalu ngomongnya agak keras sedikit, yang mereka ingat cuma sisi kurang ajarnya. Padahal gak ada yang tau seberapa berat kita menahan semua ini sebelum akhirnya meledak.
ada kalimat yang selalu aku jadikan reminder:
teruslah mempermudah urusan orang lain, urusanmu biarlah Tuhan yang mempermudah.
teruslah membuat orang lain bahagia, kebahagiaanmu biarlah Tuhan yang beri.
Hustle culture & toxic productivity bikin kita merasa:
Harga diri kita sepenuhnya hanya ditentukan dari pencapaian.
Ketika istirahat, merasa bersalah. Berlebihan takut gak produktif, gak sukses.
Ingat, harga diri kita gak ditentukan oleh pencapaian. Kita manusia, bukan mesin.