Pemerintah bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tetapi melemahnya nilai tukar rupiah tidak bisa berbohong. Ada yang salah dengan negeri ini, dan yang lebih menyedihkan, para pemimpinnya seakan tidak mau menerima kenyataan
Tadi pas break makan siang, gue baca artikel Laurie Whitwell di The Athletic yang judulnya:
"The inside story of how Michael Carrick saved Manchester United’s season – and made the job his own".
Article-nya lumayan panjang, tapi worth it untuk dibaca diwaktu santai. Ada satu part cerita yang menarik dan gue ngerasa harus share ini ke kalian.
Jadi waktu Carrick pertama datang di Januari, hal pertama yang dia lakuin ternyata bukan langsung pasang formasi atau teriak-teriak di sesi latihan buat langsung ngubah culture tim. Dia duduk satu-satu sama tiap pemain, dan nanya satu hal yang sangat sederhana: “menurut lo, posisi terbaik lo apa dan kenapa lo suka main di posisi tsb?”
Guys, bayangin. Skuad kita baru keluar dari era Amorim yang kata banyak pemain terasa dingin dan jauh. Trus tiba-tiba ada orang yang beneran mau duduk, dengerin, dan nganggep pendapat mereka penting. Itu bukan hal kecil buat pemain, terlebih buat mereka yang udah lama ngerasa nggak dihargai.
Dan kita semua udah liat hasilnya. Bruno dikembalikan ke nomor 10 dan sekarang mengakhiri musim sebagai Premier League Player of the Season. Mainoo yang saking terpinggirkannya, udah sempet 2x request buat dipinjemin saking suramnya masa depannya dibawah Amorim, dan sekarang baru teken kontrak sampai 2031 di Old Trafford. Skuad yang musim ini sempat keliatan hancur, pelan-pelan nyatu lagi.
Tapi yang paling bikin gue happy sebagai fans baca artikel ini adalah, bahwa setelah laga kandang terakhir musim ini, seluruh skuad ternyata pergi makan malam bersama di restoran Fenix di Manchester. Dan di makan malam tersebut suasanya digambarkan hangat bgt, nggak ada yang cabut duluan. Beberapa bahkan masih di sana sampai tengah malam.
Kapan terakhir kali kita denger cerita sesantai dan sesolid itu dari internal klub kita?
Carrick emang bukan nama paling glamor yang sempat dikaitkan ke United musim ini. Tapi rasanya dia justru yang paling ngerti apa yang skuad ini butuhkan.
#utdfocusid | @TheAthleticFC
Banyak orang kaya yang sengaja mendesain bisnisnya UMKM, padahal omzet, margin dan laba bisnisnya sudah GEDE (omzet di atas 4,8 milyar).
Biasanya taktiknya dengan pecah usahanya jadi banyak biar omzetnya keliatan kecil.
Atau dengan tukar faktur dengan bisnis kawannya, dimana banyak bon penjualannya mengatas namakan toko kawannya biar omzet keliatan kecil.
Kenapa tetap pengen keliatan sebagai UMKM?
Supaya bisa menggaji karyawannya di bawah UMR + dapat keringanan pajak + menghindar dari sebagian aturan UU Ketenagakerjaan.
Sering terjadi di bisnis FnB hehehe
Ini hal yang keliru, dan harus ditindak tegas.
Bayangin karyawan2 itu bisa jadi kerja di atas 12 jam, tapi malah penghasilannya di bawah UMR.
Carrick stop deh obsessed tanpa striker. Lawan tim medioker kayak Everton yang 4-2-3-1 rapet, tanpa reference point bikin CB mereka nyaman stay compact
Ga ada yang occupy mereka, ga ada ancaman depth, tengah makin crowded. Lawan tim gede masuk akal, tapi ga semua game butuh f9
Babak kedua Carrick makin commit sama rencananya. United sengaja let City have the ball, tapi game tetap dikontrol lewat struktur.
Block compact, duel tengah dimenangi, tiap recover jadi threat. Bukan sekadar bertahan, defend with purpose.
Game management 👏
Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja.
Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecapatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat2 ga masuk "akal sehat"
Bukti videonya jelas.
Ga mngkin itu masuk blindspot.
Beckham n sayuri membuktikan, yg kerja keras pasti kan bermain.. tak perlu protes lebih pakai latar warna kuning-merah..apalagi yg protes bkn p'main bola.. good job beckham salam huncut berem