One of the oldest Javanese Islamic manuscripts held in Germany, presented in this important new article: Wayan Jarrah Sastrawan, Ali Yunis Aldahesh, & Adrian Vickers: A Newly Identified Islamic Text from Sixteenth-Century Java https://t.co/Y9TwyMpnom https://t.co/0POJbzlkcc
Paham maksud dr penulis bhw kampus adalah tempat prod pengetahuan. Tapi kampus adl pabrik di mana prod pengetahuan itu terjadi. Realitanya, banyak pekerja kampus, termasuk dosen, yg menerima upah bahkan di bawah upah buruh pabrik. Kampus adalah pabrik, dan dosen adalah buruh.
Publikasi baru tentang kenyataan pasca-konflik di Maluku.
Saya menyoroti bagaimana narasi akhir zaman, yang dilecut oleh ketegangan tenurial, berbenturan dengan trauma kekerasan dua dekade silam. Ini memunculkan kontradiksi sehari-hari yang dipendam.
https://t.co/X5njBSIdGk
Marx published "The Poverty of Philosophy" - his first book on political economy - in 1847, when he was 29. The notes on his own copy demonstrate his self-critical spirit & how he continued to develop his ideas. He wrote it in French, so that his adversary Proudhon could read it.
He wrote: "Economists say that feudalism is artificial while capitalism is natural. They resemble the theologians who think that every religion which is not theirs is an invention of men, while their own is an emanation from god. There has been history but there is no longer any".
Hari ini, 8 April 2026, Magdalene bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (@AMSI_ID) telah melakukan konsultasi dengan Dewan Pers yang diwakili oleh Abdul Manan, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers terkait pembatasan konten di akun Instagram kami.
Berikut rangkumannya!
Kita akan diajak membedah struktur cerita agar lebih kuat dan berkesan. Peserta mengeksplorasi alur, memahami konflik utama dan konflik sampingan, serta membahas pilihan ending: terbuka, mengejutkan, atau pahit. Fokus pada analisis, contoh, dan diskusi.
"cara negara melihat kekuasaan dan kedaulatan secara kaku, seolah harus selalu tampak kuat dan tidak boleh mengakui kelemahan. Inilah cerminan maskulinitas toksik."
Tulisan hebat dari akademikus hebat Prof Evi Eliyanah
https://t.co/YcGUDJ3Qny
Peristiwa ini dinilai bukan kriminalitas biasa, melainkan bagian dari pola teror lama yang secara sistematis menargetkan mereka yang menyuarakan kritik. #Polhuk#AdadiKompas
https://t.co/8b3Ig3OK94
Yang menulis, menyunting, mereview, dosen dan peneliti. Mereka juga yang merawat dan membesarkan jurnal. Tidak dapat sepeser pun. Kalau mau tulisannya bebas diakses, bayar puluhan juta. Penerbit? Layout dan proofread seadanya.
Ratusan kampus bayar miliaran ke penerbit.
Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia bersama guru dan masyarakat sipil telah mengajukan permohon Judicial Review UU APBN 2026 di MK terkait penyelundupan kebijakan MBG yang menguras anggaran penyelenggaraan pendidikan nasional dan berdampak pada kesejahteraan guru & pendidikan
📚 In celebration of World Book Day, we're spotlighting one of our open access books.
The first of its kind, this book offers a unique study of awkwardness, not just as an emotion, but as a cultural phenomenon.
🔗 Available open access: https://t.co/TrfWHVNtRa
Saya cek di Undang-Undang 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, nggak ada bahas-bahas gizi sama sekali tuh, Pak?
Yang jelas ada malah pasal tentang jaminan hak pendidik dan tenaga kependidikan. Ini sudah belum?
Monggo peraturannya bisa dibaca: https://t.co/2FXdh5f6ya
Saya kutipkan perkataan Ali bin Abi Thalib di Nahjul Balagha, ""Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."
Sampai ketemu malam nanti di Mesjid @jogokariyan
Disagree. Dikotomi common law vs civil law dalam belajar hukum sudah lama nggak relevan. Toh ketika kita belajar hukum ke negara lain, yang dipelajari bukan hukum dan sistem hukum di negara itu per se, tapi teorinya; asasnya; logicnya; dinamikanya; dsb.
An editorial firewall should prevent owners, advertisers, and sponsors from influencing news content, yet Krisdinanto argues it often erodes gradually through routine compromises rather than outright censorship. https://t.co/un93ZqXTjb
MBG ini memang proyek yang mengada-ada. Ia tidak bergizi, tidak gratis, tidak tepat sasaran, tidak mencerdaskan, tidak adil, dan hanya memperkaya sekelompok orang. Padahal masih banyak yang lebih urgent yang harus dilakukan oleh pemerintah.
Saya berupaya khusnudzon, tapi tetap saja tak menemukan jawaban masuk akal atas keputusan-keputusan pemerintahan akhir-akhir ini, termasuk yang satu ini: petugas SPPG jadi ASN, sedangkan guru (honorer) tak mendapat perhatian layak.
https://t.co/haXgPbBuUG
The correction system in academic publishing often fails because publishers and academic culture prioritise profit and prestige over accuracy, allowing errors to persist even after they have been reported. @ConversationIDN https://t.co/sEEn0yJ5sa