MAHFUD MD: SAYA TERKECOH!
BERITA MENGATAKAN PELIMPAHAN PERKARA DARI POLISI KE KEJAKSAAN, P21.
TERNYATA BUKAN!
PELIMPAHAN HANYA BISA APABILA TERSANGKA (FEBRIE) TELAH DIPERIKSA POLISI!
TAPI TERNYATA INI PENGALIHAN PENYIDIKAN DARI POLISI KE KEJAKSAAN!
TERSANGKA (FEBRIE) BELUM PERNAH DIPERIKSA POLISI!
INI MELANGGAR HUKUM ACARA PIDANA!
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr
@ImamBesar212 Ini emg di kamar operasi (OK),dan sdg ada px.
Emg kalau di OK kdg klo ops lama dan sulit, lbh dr 2 jam, bisa play lagu spy mencairkan suasana spy gak tegang. Itupun liat2 px nya jg. Klo pake GA sih gak pngruh krn px tidur.
Tp juga ga dipost gini juga sih 🫣
REPUBLIK CHARITY
(Bagi rakyat kecil).
Polanya klasik, malah spt hafalan, tp justru pola itu yg bikin banal sekaligus berbahaya.
Ketika kekeliruan aparat berhubungan dgn rakyat kecil & viral, aparat cepat berubah fungsi, bukan lagi sbg Bhabinkamtibmas & Babinsa, melainkan penyalur bantuan, setelah salah sasaran.
Rakyat kecil ditangkap, digiring, digebuk dipermalukan, & diviralkan.
Lalu publik ribut, kamera menyala, jempol netizen bergerak, setelah itu negara panik, lalu tampil sbg dermawan, bukan sbg pihak yg keliru.
Dugaan tindak pidana aparat tidak diakui lewat mekanisme keadilan, melainkan ditebus lewat bantuan sembako, modal usaha, sepeda motor, & disempurnakan dgn narasi kepedulian.
Seolah masalahnya ekonomi, bukan tindakan aparat yg "kebablasan".
Pasal penghinaan, menguap.
Penganiayaan oleh aparat, lenyap.
Fitnah & persekusi, sirna.
UU ITE seolah tak berlaku & tiba² lupa alamat, padahal sengaja diekspos via media elektronik.
Yg tersisa hanya narasi penyelamatan, bukan pertanggungjawaban.
Ini bukan potret keadilan, melainkan;
MANAJEMEN CITRA.
Terhadap rakyat kecil, negara memang piawai mengganti adegan, dari aksi kekerasan, menjadi pentas kepedulian.
Lalu, publik diajak bersyukur :
"Masih untung dibantu".
Selama pola ini terus dipuji,
retak nalar & arogansi aparat terus dibiarkan, rakyat kecil akan selalu jadi figuran dua kali ;
1. sebagai korban yg ditindas, dan;
2. sebagai alat pencitraan, ketika kamera berdatangan.
_____________
Seolah - olah aparat boleh keliru, asal bersedia berderma di depan lensa.
Pasal berlapis boleh ditepis, asal adegan empati ditayangkan.
Korban tak perlu dipulihkan martabatnya, cukup dibuat tersenyum, jabat tangan & berpelukan, dgn dihujani hadiah, sbg "tukar tambah" akuntabilitas.
Rakyat kecil tetap di posisi yg sama, bukan warga dgn hak, melainkan hanya objek belas kasih negara yg ketahuan salah bertindak & viral.
.
.
.