BREAKING: media Jepang menyebut pemerintah Indonesia memakai buzzer untuk membungkam publik dengan cara menuduh warga yang kritis sebagai "antek-antek asing"
---
Antek-antek asing mendunia guys.
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹
“karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
Gengs, karena berita di Aceh makin tenggelam, kita bakal up lagi situasi di sana.
Kondisi di Aceh masih banyak titik-titik yang belum pulih akibat banjir tahun lalu, ekonomi belum bisa bergerak penuh seperti sebelumnya.
Ya Allah!
Semua pihak harus bertanggung jawab!
1. Taxi mogok di perlintasan, Kalo baterai habis salah TAXI dan SOPIR, kalo bukan baterai habis, failure dari VINVAST.
2. perlintasan tanpa palang artinya salah PEMKOT BEKASI. karena pasti PT KAI maunya jalur steril dan kewenangan tutup jalur itu ada di PEMKOT BEKASI.
3. Keterlambatan ngirim sinyal ke argo bromo, artinya kesalahan di PEGAWAI PT KAI
Pemkot dan KAI harus klarifikasi kenapa perlintasan tidak ditutup permanen. TAXI, sopir dan VINFAST harus klarifikasi kondisi mobil.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban.
Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya.
Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan kepada para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban. Semoga mereka semua diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang.
Prioritas berikutnya, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu. Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani.
Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama.
Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain.
Banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan. Kita bisa belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global.
Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan.
Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Setelah mendengar kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek soal kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), persinyalan menjadi hal yang paling krusial untuk diinvestigasi.
Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek menuturkan ada kemungkinan error pada lampu sinyal.
Saat KA Argo Bromo Anggrek melintas Stasiun Bekasi, lampu sinyal menyala hijau. Namun lampu sinyal berikutnya menyala merah.
Dalam sistem persinyalan blok terbuka, seharusnya lampu sinyal Stasiun Bekasi menyala kuning, jika lampu sinyal berikutnya menyala merah.
Lampu sinyal kuning memberi indikator kepada masinis untuk menurunkan kecepatan kereta karena sinyal berikutnya menyala merah (indikator tidak aman).
Lalu kenapa saat kejadian lampu sinyal di Stasiun Bekasi menyala hijau?
Ini yang menjadi pertanyaan & membuat KA Argo Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan tinggi (100 km/jam) saat melintasi Stasiun Bekasi ke arah Cikarang.
Asisten masinis juga mengatakan sempat menghubungi PK (Pusat Kendali) namun tidak keburu untuk menerima informasi.
Namun untuk mengungkap lebih jelas penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek & KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, mari kita tunggu hasil investigasi dari KNKT.
program upgrading 40 kota itu cuma butuh 90-120 triliun selama 5 tahun. kota2nya dapat trans publik, jaringan air minum, vertical housing, ruang publik hijau. bakal dinikmati 120 juta orang scr langsung. kualitas hidup membaik, ekonomi tumbuh lbh merata.