Kok bisa Indo hobi banget konsumsi tepung terigu??
Padahal terigu itu MAYORITAS IMPOR....
Dan mayoritas snack2 indo bahan bakunya tepung terigu?
Jawabannya: Rezim Orde Baru (Orba)
Orba memang sengaja membangun sistem pangan yang membuat terigu makin murah, tersedia, dan mudah dikonsumsi rakyat..
Kenapa?
Pertama, Orba berusaha mencari pangan yang murah, cepat, dan gampang didistribusikan.
Pangan apa yang cocok di zaman itu? Ya terigu, karena mudah diimpor. Beras, meski bisa swasembada, tetap rawan gagal panen.
Kedua, Orba memonopoli perdagangan terigu.
Terigu hanya bisa diimpor oleh dua perusahaan penggilingan gandum yang semuanya adalah kroni mereka.
Bayangin, berapa jatah yang didapat Orba dari impor jutaan ton gandum?
Kebetulan, Indonesia mengalami urbanisasi massif di masa Orba.
Masyarakat urban membutuhkan makanan cepat, murah, dan praktis.
Walhasil, produk olahan gandum seperti mi, roti, dan kue meningkat.
Jadilah, terigu massif dikonsumsi oleh rakyat Indo.
Padahal, sekali lagi..
TERIGU ITU IMPOR.
Dan dari minggu-minggu kemarin, harganya NAIK TERUS!
Source Gambar: DetikFood dan Sitenews
ALASAN KENAPA HIDUP LU STRESS
1. Ga olahraga
2. Kurang kena matahari
3. Makan sembarangan
4. Jarang doa or meditasi
5. Suka nunda-nunda
6. Jam tidur berantakan
7. Kebanyakan scroll sosmed
8. Ga punya hobi or passion
9. Manajemen waktu yang buruk
10. Jauh dari diri sendiri.
@tanyakanrl karena islam itu rahmatan lil alamin, kebaikannya utk seluruh alam semesta.
jadi kalo umat muslim lg berbahagia insya Allah semuanya akan "kecipratan" senengnya juga🫶🏻
sama jg ky ramadhan-lebaran, yg puasa cm muslim, tp yg happy semua org karena banyak jajanan😂
Ya Allah ... kenapasi info2 gini lewatnya malah dari media luar 😭😭😭 yang di sukabumi stay safe, semoga lekas surut. Lihat di media lokal sampai hari ini masih tinggi airnya 😭💔
khutbah ied:
“selain berkorban, idul adha juga membunuh sifat kebinatangan yang melekat pada diri yang berkurban. seperti rakus, ingin menang sendiri,dan melanggar konstitusi”
bro chill😭😭😭
@KapudS640 makanya perempuan, stop memulai hubungan sama laki-laki red flag walaupun sekecil apapun red flagnya. aku kaya gini dan nemu suamiku yang bisa urus anak dan bersih-bersih rumah tanpa ku minta.
@catlover17081 Allah uda tulis seperti itu di dalam Al Qur'an,trus disebutkan.
"Mereka orang orang fasik mengatakan kami telah berbuat baik di atas bumi, padahal mereka merusaknya"
tambah in satu lagi...
Pria ini sering ke mana-mana hanya pakai kaos oblong. Tidak pernah masuk daftar Forbes dunia. Tidak suka sorotan kamera. Tidak pernah berpidato di forum nasional.
Tapi dia mungkin adalah orang paling berpengaruh di Indonesia yang tidak pernah kalian dengar namanya di berita utama.
NAMANYA HAJI ISAM
Nama aslinya Andi Samsuddin Arsyad. Lahir di Batu Licin, Kalimantan Selatan, 1 Januari 1977. Anak keenam dari 14 bersaudara. Keluarga pas-pasan. Tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya.
DULU:
Tukang ojek. Supir truk kayu. Penebang pohon. Buruh angkut di pelabuhan. Operator ekskavator. Buruh tambang.
SEKARANG:
Kekayaannya diperkirakan Rp101 triliun.
LIMA kementerian dalam kabinet Prabowo "disusupi" orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengannya.
Ini bukan cerita sukses biasa. Ini cerita tentang arti kekuasaan yang sebenarnya di Indonesia.
BAGAIMANA AWALNYA?
Tahun 2001 saat reformasi belum genap 3 tahun, Haji Isam bertemu Johan Maulana, pengusaha tambang batu bara lokal yang disegani di Kalimantan Selatan.
Dua tahun ia berguru di "padepokan" Johan Maulana.
Ia belajar cara mengelola tambang, mengatur logistik, dan berurusan dengan birokrasi perizinan daerah.
Tahun 2003 Johan memberikan pinjaman modal untuk menyewa alat berat pertambangan.
Lalu Haji Isam mendirikan CV Jhon Baratama dan mulai berkiprah sebagai subkontraktor untuk Arutmin Indonesia anak usaha Bumi Resources milik keluarga Bakrie.
Satu CV kecil yang bermetamorfosa dalam kurang dari dua dekade menjadi Jhonlin Group dengan sekitar 60 anak perusahaan. Gila? Tentu tidak, karena ada penjelasannya
INI BEBERAPA BIDANG USAHANYA:
- Tambang batu bara.
- Perkebunan sawit.
- Logistik.
- Kapal tongkang lebih dari 70 unit.
- Pelabuhan ekspor sendiri.
- Maskapai charter sendiri.
- Pabrik biodiesel.
- Pabrik gula.
- Perkebunan tebu 20.000 hektar.
HAJI ISAM BERBEDA DARI KONGLOMERAT BIASA
- Dia tidak menunggu izin dari Jakarta.
- Dia menguasai lapangan dulu, lalu Jakarta yang datang kepadanya.
- Pelabuhan ekspor batu bara dan CPO di Kalimantan Selatan dikuasai Jhonlin Group.
- Siapapun yang mau ekspor dari sana harus lewat infrastruktur miliknya.
- Siapapun yang mau bisnisnya bertahan di wilayah kekuasaannya harus mengikuti aturan mainnya.
- Dan karena supply batu bara Indonesia sangat bergantung pada jaringan logistiknya, maka pemerintah pusat pun "menyembahnya". Paham, sodare?
- Kalau jalur logistik Jhonlin terganggu, maka pasokan energi nasional terganggu. Indonesia bisa gelap.
MENGAPA EKOSISTEM POLITIKNYA SULIT UNTUK DIGOYAHKAN:
- Di tingkat lokal dia menyerap ribuan tenaga kerja. Membangun rumah sakit.
- Memberangkatkan ribuan warga umrah dan haji setiap tahun.
- Membiayai pendidikan anak-anak setempat.
- Menyelenggarakan program sosial massal.
- Warga lokal merasa Jhonlin Group adalah berkah nyata.
- Bukan pemerintah, tapi Haji Isam yang justru hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
- Jika ada tuntutan hukum atau aturan dari Jakarta yang mengancam bisnisnya, maka warga
akan dengan sukarela memasang badan, karena takut kehilangan mata pencarian.
- Perisai sosial yang tidak bisa dibeli oleh anggaran negara manapun.
JEJAK POLITIK DI TINGKAT NASIONAL
PEMILU 2019: Haji Isam masuk sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin.
PEMILU 2024: Dikabarkan menggelontorkan dana kampanye dalam jumlah sangat besar untuk memenangkan Prabowo-Gibran.
Di saat konglomerat lain masih ragu dan cari aman Haji Isam sudah berpihak dengan manteb.
Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔
kalo suka versi bahasa indonesianya, berarti memang editornya dan pengalih bahasanya keren banget.
catat namanya, follow social media-nya kalo ada, cari info buku apa aja yg dia terjemahkan.
menurutku, alih bahasa aset besar di setiap penerbit.
belum bisa digantikan AI.
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Dear pak @prabowo, saya warga desa. Tinggal di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Saya menggunakan USD secara langsung untuk expense pekerjaan (langganan SaaS, biaya token, business travel).
Secara tidak langsung, kami juga terdampak dengan biaya yang nantinya akan naik seperti tempe & tahu (kedelai impor), BBM, elektronik, obat2an. Semua barang juga harganya akan naik karena biaya logistik naik.
Emang anda kira semua warga desa itu kemana mana naik babi dan berburu rusa?
soal ini juga harus berlaku di restoran.
beberapa kali aku makan di restoran, saat tanya ke pramusaji bagaimana dengan makanan A, B, atau C mereka tidak tau.
kemarin baru saja kejadian, ada yang menjawab "maaf kak, saya belum coba, kakaknya mau coba?" sedih dengarnya. jadinya aku hanya memesan apa yang sudah pernah mereka coba.
untukku pribadi, aku ga nyaman ketika yang mengantarkan makanan untukku, belum mencoba makanan tersebut.
buat pengusaha resto, saat kamu menyetujui seseorang menjadi karyawan pramusaji, berikan dia 3 hal.
pertama, gaji yang pantas. kedua, edukasi produk. ketiga, izinkan mereka menyicip walau sesendok dua sendok.
mereka garda terdepan untuk melayani dan menawarkan apa yang paling oke di lembar menu restoranmu.
paling berapa piring yang harus disediakan saat training, anggap makan-makan sekaligus bercengkrama bersama.
orangtuaku punya resto, ada satu menu yang kami sepakati paling enak namanya daging bumi hangus, dan ini tergolong lumayan harganya.
di hari pertama pramusaji diterima, mendiang ayah dan ibuku beli banyak sekali daging untuk dimasak bumi hangus dan dimakan bersama.
cara supaya ketika ada yang tanya "apa itu daging bumi hangus?" pramusaji jawab dengan experience mereka sendiri, bukan penjelasan dari ayah ibuku atau catatan yang disediakan.
Guys, gue perlu lo baca ini baik-baik karena ini menurut gue salah satu potret paling absurd yang pernah terjadi di republik ini dalam satu hari yang sama.
Pagi — Prabowo bilang di depan ribuan rakyat:
"Mau dolar berapa ribu kek, di desa kan enggak pakai dolar."
Siang — Kapolri Listyo Sigit laporan ke Prabowo soal hasil panen jagung Polri.
Dan Prabowo memberi apresiasi.
Bukan panen raya hasil tangkap pengedar narkoba. Bukan laporan pemberantasan korupsi.
Bukan statistik kejahatan yang berhasil ditekan.
tapi Panen jagung.
sekali lagi karna panen jagung
Kapolri sekarang tugasnya apa:
661.112 hektar lahan jagung ditanami Polri di 2025. Hasil panen 3,9 juta ton.
Target 2026 naik jadi 1,37 juta hektar.
Polri punya gudang ketahanan pangan.
Polri punya SPPG dapur MBG.
Polri ekspor jagung ke Malaysia dengan margin Rp500 per kilogram.
Dan Kapolri berdiri di depan Presiden melaporkan ini semua dengan bangga.
Gue perlu tanya dengan sangat serius:
Ini Kapolri atau Menteri Pertanian?
Sementara itu di tempat lain di hari yang sama:
Josepha Alexandra siswi SMA yang hafal konstitusi sampai tidur komat-kamitstres berat di rumah setelah diancam lewat WhatsApp oleh nomor tak dikenal karena berani mempertanyakan ketidakadilan juri di lomba cerdas cermat.
Dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh."
Nadiem Makarim yang membangun ekosistem yang menghidupi jutaan keluarga driver ojol, yang hartanya berkurang selama menjabat,
yang tidak ada satu sen aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke rekeningnya dituntut 27 tahun.
Tom Lembong mantan menteri juga pernah mengalami hal yang
dan masih banyak lagi
Dan ini yang paling bikin gue tidak habis pikir:
Di negara ini sekarang:
Ahli serangga bisa jadi Ketua BGN.
TNI bisa jadi dirut BUMN.
Kapolri tugasnya nanam jagung.
Pejabat yang ketahuan merokok dan main game waktu rapat cuma ditegur.
Tapi orang yang membangun lapangan kerja jutaan orang dituntut 27 tahun.
Anak SMA yang berani jujur diancam somasi.
Wartawan yang laporkan fakta bencana ditekan bosnya untuk diam.
Lo tanya kenapa Amerika bisa sejahtera
padahal kapitalis.
Kenapa China bisa jadi ekonomi nomor dua padahal komunis.
Sementara kita yang katanya demokrasi berlandaskan Pancasila malah makin jauh dari Pancasila itu sendiri.
Gue akan jawab dengan jujur.
Amerika sejahtera bukan karena kapitalisnya.
Tapi karena institusinya bekerja.
Polisi Amerika tugasnya penegakan hukum bukan nanam jagung.
Jaksa Amerika membuktikan kasusnya di pengadilan yang fair bukan dengan audit dari lembaga di bawah presiden.
Anak muda Amerika yang mempertanyakan ketidakadilan dilindungi hukum, bukan diancam WhatsApp.
China jadi ekonomi nomor dua bukan karena komunisnya.
Tapi karena mereka punya satu musuh bersama yang konsisten dikejar: korupsi.
Xi Jinping mencopot jenderal bintang empat
kalau terbukti korup.
Tidak ada yang kebal.
Tidak ada yang terlalu besar untuk dijatuhkan.
Sementara kita?
Kita punya Pancasila yang indah di atas kertas.
Kita punya konstitusi yang dihafal anak SMA sampai tidur komat-kamit.
Kita punya semboyan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tapi eksekusinya adalah Kapolri nanam jagung,
siswi SMA diancam WhatsApp,
dan orang yang menutup celah korupsi pendidikan dituntut 27 tahun.
Yang paling miris dari semua ini:
Bukan pejabatnya.
Bukan sistemnya.
Tapi fakta bahwa kita semua sudah mulai terbiasa.
Kita baca berita Kapolri nanam jagung dan kita scrolling terus. Kita baca anak SMA diancam dan kita bilang "kasihan" lalu lanjut.
Kita baca Nadiem dituntut 27 tahun dan kita berdebat di kolom komentar.
Normalisasi itulah yang paling berbahaya.
Karena ketika absurditas sudah terasa normal tidak ada lagi yang merasa perlu berubah.
Negara yang Kapolrinya bangga laporan panen jagung ke presiden sementara anak SMA yang hafal konstitusinya diancam WhatsApp adalah negara yang sedang kehilangan arah dengan sangat serius.
Bukan karena tidak ada orang baik di dalamnya. Josepha ada.
Nadiem ada.
Para wartawan yang tetap meliput dengan jujur ada. Para guru yang tetap mengajar dengan tulus ada.
Tapi sistem yang seharusnya melindungi mereka justru sedang sibuk nanam jagung.
Harimau juga suka durian.
Waktu kami kecil, opung suka cerita kalau orang menunggu durian jatuh (manarutung) kerap ketemu harimau. Kalau duriannya jatuh, harus cek sekeliling ada matanya atau baunya. Lalu cek arah tampuk duriannya, kalau mengarah ke manusia berarti boleh diambil, kalau mengarah ke harimau berarti itu milik si harimau.
Kalau sudah duriannya sudah hilang duluan sebelum dicek, nah si petani katanya akan bilang “yang berikutnya buatku ya, Opung”.
Banyak sekali mitos tentang harimau yang dituturkan kepada kami saat kecil. Saat membaca buku Sitor Situmorang ini, kenangan masa kecil tentang Opung kembali membanjiri ingatan.
Buku memang selalu menemukan pembaca di saat yang tepat.
Ini VALID banget!
Soalnya pas lg stres/OVT berat, otak tuh lg kejebak dlm mode rumination.
Pikiran muteerrr terus di topik itu2 aja tanpa henti. Makanya makin lama mendem di kamar, malah makin anxious, sumpek, & mentally exhausted.
Nah, keluar rumah sambil jalan2 tuh bisa bantu mindahin fokus kerja otak dari loop pikiran yg muter terus tadi ituu.
Tentu minimalkan gadget yee saat jalan2!
Fokus dan mindful aja sama surrounding.