"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
Deretan kejanggalan kematian Farhan di Gedung ACC Kwitang.
Dua bulan setelah dinyatakan hilang dalam gelombang demonstrasi Agustus 2025, Farhan akhirnya ditemukan. Bukan dalam keadaan hidup, melainkan dalam bentuk kerangka di lantai dua Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut mereka korban kebakaran.
Laporan kolaborasi Project Multatuli dan @BBCIndonesia menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus ini.
Selengkapnya dapat dibaca di - https://t.co/hReY6a4BV5
Kekuasaan lagi terganggu dan mulai nyerang NGO
Ini lagu lama dan usang. Elite Global, Deep state dan teori konspirasi lain yang masih dipake aja di tahun 2026😅
Ini arahnya mau memframing kalau pihak-pihak yang mengkritisi pemerintah tidak murni berasal dari rakyat, pasti menerima dana asing dan tidak independen yang bertujuan ingin menjatuhkan presiden.
ini perspektif yang juga salah,
Menerima pendanaan dari luar negeri bukan berarti tidak independen. Yang menentukan independensi adalah bagaimana keputusan diambil, bukan dari mana sumber dananya.
Sebagai orang NGO, justru NGO itu pencatatan keuangannya sangat transparan dan terperinci.
Kalau logikanya setiap yang menerima dana asing tidak independen, maka banyak lembaga internasional dan bahkan pemerintah yang bekerja sama lintas negara juga harus dianggap tidak independen. Itu jelas tidak tepat.
Padahal kehadiran NGO itu adalah salah satu tanda demokratisnya suatu negara. NGO itu adalah wadah masyarakat sipil untuk memperjuangkan hak-haknya.
Masyarakat sipil itu yang akan membentuk peradaban suatu bangsa.
Silahkan di debat.
Sumber IG: @ leveenia