First time ketemu cowo dari Bumble. Wajah biasa aja sesuai foto, tinggi juga sesuai keterangan. dia di bekasi aku di bsd, janjian ketemu di Marugame serpong karena di ajakin makan marugame, janjian jam 16.00 Wib, Jam 15.50 dia udah dateng sedangkan aku jam segitu masih bru selesai make up an, trus aku nyampe jam 16.40 Wib, bilang sorry ya aku telat, jawaban dia dengan santai nya “santai ajaa ga buru buru kok”, trus makan juga di bayarin sma si cowo ngobrol2 tentang kehidupan sehari hari dia juga Pas makan dia act of service bnget, di bawain trus di ambilin minum sma sumpit dan sendoknya, trus lanjut ngobrol makan smpai habis, pas habis dia ngelap sendiri meja makan trus juga tempat makan nya di rapihin lagi katanya biar mudah di angkat sma pelayan nya.
habis itu aku bilang mau belanja ke farmer market , aku belanja buah dll, di bantuin ngambil buah2 di pilihin juga di ambilin plastik nya juga di bawa in keranjang belanja nya, aku bayar juga bayar semdiri karena itu kan belanjaan aku. Setelah itu puter2 di nyari tempat duduk di starbuck lah di ajak sma dia, pas mesen karena dia ga ada akun starbuck pakai lah punya aku, aku ga tau kalo ada saldo starbuk aku 36000 kemudian pas pembayaran dia bilang klo saldo kmu gapapa kan kepake dari total belanja 185000 aku bilang gapapa kok kan juga dia udah bnyak bayarin. pas nongki di starbuck dia ngobrol tentang dia orang nya picky eater banget, picky eater nya itu kek lebih ke makanan yg sehat anjayy, bukan rasa tentang rasanya. edangkan aku pemakan segala apalgi fast food atau makanan upf 😭😭😭.
sehabis bahas makanan dia flexing kesehatan . dia bilang klo dia orang nya sangat aware bnget dengan kesehatan smpai2 dia ngitung gula tiap hari konsumsinya berapa, kalori makanan, gizi trus juga ngecek BMI sm tensi nya tiap bulan, olahraga (btw dia bilang klo dia sbenernya ga suka olahraga tpi karena kebutuhan kesehatan aja) dia juag ga pnya riwayat penyakit apapun, bahkan dia nunjukin hasil MCU nya yg bener2 normal semua. sedangkan aku punya banyak riwayat penyakit (minus, Pvc, Alergi, Tensi tinggi, kulit sensitif, auto imun) Beneran iri guys 😭😭😭 tapi dia ga pernah mengomentari penyakit atau menyalahin tpi lebih ngasih saran ajaa supaya pola makan kebersihan dijaga kedepan nya, dan dia juga ga ngomentari penampilan aku sedikitpun bahkan aku lebih tinggi dari dia , dia juga no comment. nah habis itu pulang sendiri2 dia nungguin aku dlu naik gojek bru dia mesen gojek sendiri juga. oiyaa pas makan marugame juga selesai nya pas adzan magrib aku lupa soal sholat 😭 dia nunjukin jam klo udah waktu magrib dia mo sholat dlu bru lanjut katanya, ( malu anjayy) . menurut kalian gimana guys lanjut apaa skip?? pleasee help me
cc: dheiwbnsjs
Kemarin baru dari lotte shopping avenue dan mampir ke toiletnya, terus ada quotes kayak gini di temboknya. Maksud gua tuh, kencing doang loh inii wkwkwkwk ga perlu dikasih quotes juga kayaknya
Nggak. MBG sama Kopdes bukan yang bikin rupiah ambruk secara langsung. Tapi dua program ini turut bikin keuangan negara makin kepepet, dan itu berefek ke rupiah. Prosesnya gini: kalau pengeluaran negara jauh lebih gede dari pemasukannya, pemerintah harus ngutang lebih banyak lewat surat berharga. Investor asing yang pegang surat itu mulai ragu, karena makin gede defisitnya, makin mereka khawatir negara susah bayar utang. Makanya mereka jual, tukar ke dolar, cabut. Permintaan rupiah turun, dolar naik.
Mereka kan pantau terus berita kita, defisit APBN per April 2026 udah tembus Rp164,4 triliun, jauh lebih parah dibanding April tahun lalu yang cuma Rp4,3 triliun. Belum lagi dokumen APBN final 2026 tegas bahwa hampir sepertiga anggaran pendidikan, tepatnya Rp223,5 triliun dari total Rp769 triliun, digeser buat MBG.
Yang pasti bikin mereka tambah heran, tentang Kopdes. 80 ribu koperasi desa dikasih pinjaman dari bank BUMN buat modal usaha. Normalnya kan koperasi yang nyicil utang itu tiap bulan. Tapi di aturan terbaru, yang bayar cicilan pokok plus bunganya adalah negara, bukan koperasinya. Jadi koperasinya minjem, tapi yang nanggung utangnya APBN. Koperasinya rugi atau males pun, utangnya tetap kebayar. Beban itu nempel tiap bulan, dari 80 ribu koperasi sekaligus. Apa ga geleng-geleng kepala itu investor dan ekonom global.
Pemerintah udah gerak sih, hanya dinamikanya tetap belum meyakinkan (bahkan lucu). Purbaya udah bilang bakal motong anggaran MBG, ga sampe seminggu dibantah sama BGN. BI juga udah naikin suku bunga, rupiah tetap tembus 17.845. Tapi tetap gw apresiasi 2 upaya itu, khususnya MBG kalau bisa diturunkan lagi dananya, atau kalau tidak mau, fokus arahkan ke sekolah-sekolah di pelosok yang muridnya benar-benar membutuhkan.
Terus apa yang selanjutnya pemerintah harus lakukan?
Menurut keyakinan saya ada tiga hal.
Pertama soal defisit. Yang perlu dilakukan: tunda ekspansi Kopdes ke daerah yang belum siap, daripada maksa jalan tapi malah nambahin defisit baru. Yang lebih penting, buktiin ke pasar bahwa defisit nggak akan jebol 3% sampai akhir tahun. Investor nggak butuh janji, mereka butuh lihat konsistensinya.
Kedua soal cadangan devisa. Per April kata BI, cadangan devisa kita tinggal $146,2 miliar, turun dari $156,5 miliar di awal tahun. Artinya dalam 4 bulan BI udah habiskan $10 miliar buat jual dolar langsung di pasar supaya rupiah nggak makin nyungsep. Masih ada lumayan banyak sih, tapi kalau terus dikuras dengan laju segini, ruang geraknya makin sempit. Yang harusnya dilakukan bukan cuma jual dolar terus, tapi genjot dolar masuk: tarik investasi asing langsung. Dan ini butuh lebih dari sekadar Prabowo keliling dunia.
Kalau kita lihat, dalam 18 bulan Prabowo udah 49 kali keluar negeri, hampir setara 4 bulan penuh hari kerja, dan selalu pulang bawa "komitmen investasi" triliunan. Tapi investor terbesar Indonesia sampai sekarang tetap Singapura, Hong Kong, China, bukan negara-negara yang dikunjungi. Komitmen bukan realisasi. Yang bikin investor beneran masuk adalah kepastian hukum, kemudahan izin usaha, dan konsistensi kebijakan, bukan foto bareng pemimpin dunia.
Ketiga, dan ini yang paling kontroversial, tentang gimana caranya mendorong jumlah ekspor kita. Mulai 1 Juni 2026 eksportir CPO dan batu bara wajib simpen 100% devisa hasil ekspornya di bank BUMN selama 12 bulan. Ekspor komoditasnya juga mulai masuk masa transisi lewat BUMN baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Untuk saat ini eksportir masih boleh pakai mitra/sistem lama sih, tapi dokumentasinya sudah harus lewat DSI. Baru mulai 1 Januari 2027 nanti seluruh transaksi ekspor sepenuhnya diambil alih DSI, sebagai eksportir tunggal batu bara, sawit, dan ferro alloy.
Tujuannya mulia: supaya dolar dari ekspor nggak kabur ke luar dan kebocoran devisa lewat transfer pricing bisa ditekan. Tapi gw tetap khawatir melihat proses eksekusi dan kecepatannya. DSI dibentuk dalam 3 hari: akta notaris 18 Mei, SK Kemenkumham 19 Mei, diumumkan Presiden 20 Mei, tanpa satu pun rapat publik, tanpa DPR, tanpa asosiasi pengusaha. Lalu sekarang satu entitas ini pegang seluruh hak jual komoditas strategis Indonesia ke luar negeri, tanpa audit independen, tanpa mekanisme pengawasan yang jelas. Ironisnya, ini persis modus transfer pricing yang mau diberantas, tapi sekarang yang melakukannya adalah negara sendiri. Kalau badan ini tidak transparan, kita tidak nutup pintu korupsi, kita cuma mindahin lokasinya ke satu titik yang lebih susah diawasi.
Jadi balik ke pertanyaan awal tadi: emang kalau MBG dan Kopdes dihentikan rupiah bisa menguat? Jawaban singkatnya nggak, karena memang tidak sesimpel itu. Dan gw berharap pemerintah bisa notice tiga saran gw diatas. Karena selama defisit terus bengkak, cadangan devisa terus dikuras, dan kebijakan besar kayak DSI dibentuk dalam 3 hari tanpa kajian publik, pasar akan terus ragu. Yang akhirnya menghasilkan rupiah yang lemah, cerminan dari pemerintah yang juga kelihatan ragu-ragu...
DON’T STOP TALKING ABOUT ACEH!🚨
siapa bilang Aceh sudah pulih dan ditangani secara merata?
BELUM PULIH!
sedihnya, mereka masih sekolah di tenda yang panas banget kalo siang hari
mata pencaharian merekapun hilang, karena sawah mereka hilang dan tersapu oleh banjir kemarin💔
terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini
di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!!
panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔
buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….
Aku baru baca ini,
Hasil survey dari Policy Research Center (Porec)
Judulnya "Siapa yang diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)"
Silahkan kita baca hasil penelitiannya, yang sebenernya hasilnya tidak mengagetkan namun melegitimasi dan mengkonfimasi asumsi kita.