Seorang bayi berusia 1 tahun 2 bulan di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal setelah mengalami sesak napas dan sempat menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit.
Kondisi itu terjadi di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka di Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda.
Berdasarkan keterangan keluarga, bayi tersebut awalnya mengalami sesak napas hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pada Rabu (14/10). Kondisinya kemudian memburuk dan mengharuskannya menjalani perawatan di ruang ICU.
Namun, nyawa bayi tersebut tidak tertolong. Bayi itu dinyatakan meninggal pada hari berikutnya, Kamis (15/10).
Kakek korban, Sarno, menyebut bahwa, saat kejadian, kabut asap menyelimuti lingkungan tempat tinggal keluarga. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir terhadap kesehatan cucunya yang masih bayi.
“Waktu itu cucu saya mengalami sesak napas. Di sekitar rumah memang ada kabut asap yang menyelimuti lingkungan. Kami khawatir kondisi asap itu berdampak pada pernapasannya,” ujar kakek korban.
📸: Dok. kumparan.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | vidol | R203 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
@ohmy_beautybank MsGlow dan berakhir BO terparah seumur hidup. Padahal beli langsung di kliniknya.
Moist cethapyl bikin jerawatan, kayanya karna terlalu lembab, padahal FW nya cocok bgt.
Toner Pyunkang yul tidak ada efek apapun buat wajah.
FW Hadalabo bikin bruntusan dan kering.