Masya Allah Tabarakallah 🥹🤍
Alhamdulillah Ya Allah, i got it! Besok day 1 aku kerja di tempat baru 😭🥹
From tamu, jadi karyawan baruu 💗
Allahumma baariik
Teman-teman yang sedang berjuang untuk hidup lebih sukses, lebih bahagia, dan lebih sejahtera, izinkan saya menitipkan sedikit pemikiran untuk kita renungkan bersama.
Nomor 1, pikiran kita sering menciptakan cerita yang terasa sangat benar.
Kita sering merasa sedang melihat kenyataan apa adanya. Padahal, di dalam kepala kita, ada narasi yang terus bekerja. Pikiran kita menafsirkan kejadian, memberi makna, lalu membentuk cerita.
Sebagian cerita itu lahir dari pengalaman lama, luka yang belum selesai, rasa takut, bias, dan emosi yang masih tertinggal di dalam diri.
Karena itu, semua yang kita pikirkan JANGAN langsung kita percaya. Sebagian perlu kita periksa ulang dengan tenang.
Nomor 2, hal yang kita hindari justru akan mengendalikan hidup kita.
Menghindar memang terasa melegakan di awal. Rasanya aman, rasanya ringan, rasanya kita sedang menyelamatkan diri.
Namun setiap kali kita lari dari rasa tidak nyaman, kita sedang memberi makan rasa takut, rasa malu, kebiasaan menunda, atau luka yang seharusnya mulai kita sembuhkan.
Nomor 3, kita dibentuk oleh apa yang terus kita ulangi.
Identitas tidak terbentuk dari harapan indah yang kita simpan di kepala. Identitas tumbuh dari kebiasaan kecil yang rutin kita lakukan.
Cara kita berpikir, cara kita merespons masalah, cara kita menjaga janji, cara kita bekerja ketika tidak ada yang melihat, semuanya perlahan membentuk diri kita.
Pada akhirnya, kita menjadi hasil dari latihan yang kita ulangi terus-menerus.
Nomor 4, emosi adalah bagian dari diri kita, tetapi hidup kita tetap perlu dipimpin oleh kesadaran.
sedih, takut, marah, kecewa, atau cemas adalah bagian dari spektrum emosi kemanusiaan.
Emosi perlu didengar, diberi nama, dan dipahami. Namun emosi juga perlu dituntun.
Kesehatan mental tumbuh ketika kita mampu mengenali apa yang sedang kita rasakan, menahannya dengan dewasa, lalu menggunakannya sebagai petunjuk, bukan membiarkannya mengambil alih seluruh keputusan.
Skill Fat ini udah level tinggi. Dia ngga pernah ketarik ke level emosi yang sama dengan lawan sehingga kemudian jadi debat kusir dan dapet kesempatan kasih argumen yg jelas. Membuat mereka yang emang ngga punya argumen mendalam bingung karena lo kok dia malah validasi gue?
💚 suamiku boro2 selingkuh, full gaji, lembur, bonusan, baru dikirim dr perusahaan lgsg di tf lg ke rek ku smua, pdhal kita ldm. ga nyesel ngcrushin dia dari jaman SMP, 9 thn kemudian nikah. alhamdulillah ga zonk😭🙏🏻 jago masak, ngurus anak, beberes rumah masyaallah🥹
Bumil ke konselor laktasi.
Yang dites BAPAKNYA dulu bukan ibunya
👩🏻⚕️ Pak, rencana menyusui mau berapa lama?
🧑🏻 Rencana mau 2 tahun dok
👩🏻⚕️ Kenapa mau 2 tahun? Tau darimana?
🧑🏻 (mulai gagu) hmm… baca-baca di internet dok
👩🏻⚕️ ok pak, sekarang coba buka HP-nya terus search ini
👩🏻⚕️ (kasih tau yang perlu di search)
Karena kami muslim, dokter nyuruh suami baca terjemahan Al-Baqarah:233. Potongannya kayak gini: “Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut……….”
Intinya, dokter mau menegaskan kalo MENYUSUI itu BUKAN CUMA TUGAS IBU. Jangan kalo ada apa-apa nyalahin ibu, karena ayah bertanggung jawab juga memberikan nafkah yang memadai kepada ibunya. Abis itu baru dokter jelasin dari sisi medis dan lanjut bahas lagi persiapan menyusui lainnya.
cc:threadnaraaldrena
💚 wajar ga sih kalo cowo minjem uang ke cewenya buat kebutuhan kuliah kayak print tugas dll, dia ga mau minta ke ortunya dengan alesan "segan minta uang" tapi dia ga ragu buat minta uang ke cewenya. padahal selama pacaran sender ga pernah minjem/minta uang ke dia :(
kata raditya dika kita itu harus menghargai perasaan pasangan mau logis atau tidak,
misalnya nih pasangan kita enggak suka kita bergaul sama si A karna cemburu aja, padahal kenyataannya kita gak ada apa2.
tapi menurut radit ya ikutin aja, memvalidasi perasaan pasangan dan mengikuti apa yg pasangan mau adalah salah 1 bentuk bahwa kita menghargai dia sebagai pasangan kita.
kamu setuju gak sama raditya dika???
atau punya pendapat berbeda???
“Jangan minta yang kecil, kepada Dia yang Maha Besar.”
Ada yg ngetik ini di threads kemarin.
Terus langsung inget kalo besok hari Arafah. Hari dimana bukan malaikat, tapi Allah yang turun langsung ke bumi.
Maka dari itu, berdo’a lah se-banyak dan se-mustahil mungkin.
Manfaatkan momen hari arafah ini dengan se baik-baik nya🫶
Ini ada list do’a yg bisa kalian baca, incase bingung mau do’a apa😅
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili.
Di tengah rupiah Rp17.700.
Di tengah badai PHK yang mengintai.
Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan.
Di tengah anggaran pendidikan
yang dipotong 44% untuk MBG.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan:
Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa.
Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu:
Seribu Layar Bioskop Di desa.
Dari APBN.
Dari uang pajak rakyat.
Di 2027.
Dan ini yang paling menggelikan:
Alasannya mulia.
Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah.
Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal.
Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa.
Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu:
Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa?
Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung:
88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1.
IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia.
Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara.
50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis.
Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan.
Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak.
Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang.
Tapi DPR punya solusi:
Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak.
Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada.
Bukan perpustakaan desa.
Bukan laboratorium sains.
Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur.
Tapi bioskop.
Dan ini logika yang paling sederhana:
Dr. Tirta sudah bilang:
rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten.
Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya.
Ahok sudah bilang:
kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas.
Mahfud MD sudah bilang:
demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar.
Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya.
Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop.
Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur.
Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya.
Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya.
Dan ini yang paling menohok:
Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan
Tidak butuh bioskop.
Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78.
Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing.
Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian.
Karena bioskop tidak mengubah nasib.
Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah.
Dan angkanya bicara sendiri:
1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN.
Uang yang sama bisa dipakai untuk:
menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai.
Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu.
Tapi yang diusulkan adalah bioskop.
DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat.
DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat.
Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop.
Rakyat yang pintar akan tanya:
kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa?
Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema?
Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional?
Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh.
Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah.
Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect.
Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵
Tadi sebelum pulang kantor tanpa sengaja ketemu dengan mantan tunanganku 4 tahun yang lalu, dia minta maaf dengan apa yang telah terjadi. Lalu dia cerita kalau mamahnya meninggal 4 bulan yang lalu, dan dia pun minta aku memaafkan segala kesalahan mamahnya.
Aku gamau berinteraksi terlalu lama, tapi ketika aku pamit pulang dia bilang "Bulan Juli nanti aku mau nikah, kalau kamu sempat hadir ya". Belum sempat ku bilang iya, ternyata dia akan menikah dengan perempuan yang dia jadikan selingkuhan pas lagi pacaran sama aku.
Sekarang kepalaku kacau, gatau harus sedih, kecewa, menyerah, atau gimana, aku gatau. Bukan aku gak moveon, kalau ditanya aku lagi dekat sama siapa? Ya mungkin ada, intens, tapi yaudah.
Cuma daritadi mikir, kok bisa ya orang yang selama hidupnya menyakiti orang lain masih hidup dengan enak, nyaman, bahagia. Sedangkan orang yang mereka sakiti harus mati-matian sembuh karena luka yang mereka berikan.
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr
Menfess ini hanya sebuah reminder bahwa terkadang kita baru sadar besarnya pengorbanan seseorang ketika melihat dia tetap memikirkan kita di tengah sakitnya sendiri.
Sehat2 istriku tersayang 💚