kita hari ini adalah hasil pilihan kita di masa lalu, pilihan kita hari ini adalah kita yang akan ada di masa depan, dan pilihan2 kita yg ada di dunia yg akan menentukan nasib kita di akhirat.
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
‘Fokus kerja aja, nggak usah ikut-ikutan bahas isu politik.’
Orang yang ngomong kayak gini, emang penginnya manusia jadi mesin uang saja sampai mati, lalu dipajakin. Tanpa dibiarkan memiliki kesadaran atas pekerjaan mereka dipengaruhi kebijakan-kebijakan politik.
Polanya selalu mirip.
Kalau ada musisi bersuara, komennya:
Fokus bikin lagu aja.
Kalau ada penulis bersuara, komennya:
Fokus nulis puisi—fokus nulis aja.
Kalau ada guru bersuara, komennya:
Fokus ngajar aja.
Kalau ada pelukis bersuara, komennya:
Fokus lukis aja.
Kalau ada anak muda bersuara, komennya:
Fokus sekolah aja.
Kalau ada stand up komedian bersuara, komennya:
Fokus ngelawak aja.
Mereka selalu nyerang, seolah profesi profesi kita, tidak ada kaitan dengan kebijakan politik.
Makin kritis masyarakat suatu negara makin tinggi standar mereka akan seorang pemimpin. Makin kritis masyarakat suatu negara makin mereka merasa pendidikan itu sangat penting.
2004:
• Arsenal memenangkan liga
• Liverpool memecat pelatih
• Liverpool merekrut pelatih Spanyol
• Liverpool memenangkan UCL 🏆
2026:
• Arsenal memenangkan liga
• Liverpool memecat pelatih
• Liverpool merekrut pelatih Spanyol
• ⏳
‘Kenapa nggak kamu aja yang jadi presiden?’
Komen yang muncul tiap kali ada orang mengkritisi satu kebijakan pemerintah.
Saranku, komen seperti itu jangan dipakai lagi. Itu jenis komentar yang seharusnya dipakai di zaman Tan Malaka masih hidup.
Sekarang, coba yang lebih kreatif. Malu sama gen Alpha yang lebih logis.