In life's tough moments, where things can be harsh and cruel, there's still much to be grateful for. Thank you Allah for within every hardship, blooms the garden of countless blessings.
“So, surely with hardship comes ease. Surely with that hardship comes more ease.” [94:4-5]
Gibran ditagih 19juta lapangan pekerjaan:
“Saya menyarankan anak anak untuk belajar AI dan coding sedini mungkin, bahkan di pesantren pesantren sekarang mereka ngaji pun pake AI”
Host nya sampe shock denger jawaban Gibran, wajar sih dapet julukan bocah kosong
Pada 1975-1979 ada diktator di Kamboja yang anti orang pintar, namanya Pol Pot.
Orang yang dianggap pintar dieksekusi. Termasuk dosen, guru, dokter, insinyur, pengacara, seniman, orang yang bisa bahasa asing, bahkan orang yang pakai kacamata (dianggap banyak baca).
Orang pintar tidak disukai diktator karena orang pintar cenderung mempertanyakan kebijakan, sementara diktator membutuhkan kepatuhan mutlak.
Orang pintar juga memiliki alat analisis untuk membongkar kebohongan atau kegagalan pemerintah.
Orang pintar juga mampu menciptakan narasi tandingan yang dapat menggerakkan kesadaran masyarakat.
Diktator kerap menyerang orang pintar (yang jumlahnya sedikit) sebagai alat populis untuk merangkul kelas pekerja (yang jumlahnya banyak) dengan mengatakan bahwa kaum elit terpelajar adalah penyebab penderitaan mereka.
Secara umum, rezim mana pun yang dipimpin orang yang memiliki sifat diktator biasanya akan menunjukkan bibit-bibit anti intelektualisme.
“My grandparents never talked about resilience. They wouldn’t have known the word in any psychological sense. But they lived it in ways that I think most of us today would struggle to replicate.” —https://t.co/z69yYqfNyb
“…I hope that either all of us or none of us are judged by the actions of our weakest moments, but rather by the strength we show when and if we’re ever given a second chance.”