GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
"SIAP-SIAP BUKAN LAGI PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR"
"JADI MENYALA BERGILIR"
Hal vital kalo PLN makin sering padam,
- Baterai HP menipis
- Sinyal ikut bermasalah
- Rumah jadi gerah
- Kehabisan cash tapi ATM mati
Ini beneran mode survival activated ya?
Pemerintah, menurut gw, harus hati-hati banget…
Banyak kelompok yang sudah resah dan kecewa karena kebijakan pemerintah ini.
- Kelas menengah yang kesal karena harga Pertamax dinaikkan
- Oknum Pemda dan ASN Kementerian yang kesal karena anggaran lembaganya kena efisiensi demi MBG
- Dan juga kesal karena aparat mulai masuk ke dunia birokrasi sipil
- Rakyat kecil yang kesal karena harga-harga naik (terutama sejak naiknya harga minyak dunia)
- Masyarakat sipil dan LSM yang kesal karena gaya-gaya Orba terlihat kembali
- Pengusaha/Investor yang kesal gara-gara Danantara dan Badan Ekspor
- Plus pernyataan pemerintah yang tidak lazim dan kurang menenangkan pasar.
Dan terakhir, pengusaha SPPG yang mulai ga nyaman karena MBG jadi ga jelas…
Ini udah lampu merah...
Situasi seperti ini sudah rawan banget.
Gini yaa
GA MASALAH HARGA BBM 20 RIBU
Asalkan:
- UMR di Indo minimal 10 juta
- Penghasilan rata-rata rakyat Indo 20 juta
- Transportasi publik ada di semua kota besar, banyak, terintegrasi dan murah.
- Daerah hunian dekat ke pusat bisnis dan perkantoran
Lah sekarang
- UMR kota paling kaya aja 5-6 juta
- Rata rata penghasilan rakyat Indo 2-3 juta
- Transportasi publik yang lengkap di Jakarta, kota-kota lain bapuk
- Jarak rumah ke kantor 30-40 km di Jakarta
Malah ada yang kantor di Sudirman, rumah di Cisarua. Mantap ga tuh
Bakal habis berapa bensinnya per hari?
Source Gambar: Republika
Fun Fact
Anggaran MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun
Jika dana sebesar itu dialokasikan untuk bayar UKT Rp10 juta per semester, maka: 4,18 juta mahasiswa bisa kuliah gratis sampai lulus S1
Setiap tahun, lulusan sarjana di Indonesia cuman 1,2 juta
Jadi, Anggaran 1 Tahun MBG bisa membiayai seluruh mahasiswa angkatan 2021, 2022, dan 2023 💀
ngeliat anak ui pd ngundurin diru gr gr ukt:(
MAKIN BENCI SI WA WO WA WO ITU
WHAT IF PENDIDIKAN GRATIS
WHAT IF SATU KELUARGA SATU SARJANA
KIMAK SIAPA YG MILIH MBG SIH BEBAN DUNIA LUWK
Kita berhutang pada Affan Kurniawan, 135 korban tragedi Kanjuruhan, orang2 yang mengalami kekerasan dan kriminalisasi korp coklat
Hutang itu seharusnya bisa dibayar dengan merevolusi institusi Polri sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya
Tapi apa yg dilakukan negara?
Setelah Prabs dilantik pada 21 Okt 2024, rupiah saat itu di angka Rp. 15,490.
Kalo misal saat ini rupiah di angka 14,900 ya kita juga harus fair apresiasi effort Prabs dan tim.
Lah ini jebol 18,100 trus menguat dikit 17,937 udah minta disembah aja. The bar is fucking low brahhh
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.