Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Hampir sama kejadiannya kaya kakakku.
Ada Ibu-ibu yg dateng ke toko seragam sekolah punya kakakku, udah dapet nih ukurannya dan udah dicobain anaknya jg. Eh abis itu si ibu bilang "saya mau beli seragamnya di sekolah teh, tapi ke sini tuh mau nyobain ukurannya dulu"
kek HAH??!!🙂
Random banget hari ini
Tiba2 ada ibu2 ke toko saya, ga belanja tapi...
👩🦰 ibu 👱♀️ saya
👩🦰 : neng, ibu mau pinjem mobil besok ya
👱♀️ : ga bisa bu (dalam hati : siapa lu, kenal juga kaga, mau minjem mobil)
👩🦰 : tolong atuh neng. Ibu tuh mau kabur dari suami ibu. Ibu mau pulang kampung. Tapi ibu gak punya uang
👱♀️ : maaf, ga bisa bu. Mobil sy hrs stand by utk kirim2 barang. Sy kalau ga ada mobil besok, gimana bisa jualan. Barang harus di kirim ke pembeli pakai mobil
👩🦰 : yah neng sewa mobil aja. Mobil neng mau ibu pinjem utk antar ibu dan barang2 pulang kampung
👱♀️ : kalau gitu ibu sewa aja
What the h3ll !!!
Makin aneh org2.
Kenal juga kaga, eh mau minjem mobil.
Mana malah suruh yg punya mobil sewa mobil.
Kemana urat malu org2 jaman skrg ya. Herannnn
cc:threadbigsisroom
Serius nanya apa pencapaian nya? 🤔🤔
Rangkuman berita yg aku baca :
- Dolar AS tembus Rp 17.900
- Kebutuhan pokok naik
- PHK merajalela
- Kriminalitas meningkat
- Juli ini jatuh tempo utang Rp 833 T
- Total utang Rp 9.920 T
- Bunga utang Rp 599 T
- IHSG anjlok ke 6.370
- Harga plastik naik 50%
- Gas LPG non-subsidi naik 18%
- BBM non-subsidi naik 40-60%
- MBG tetep berjalan trus sampai APBN defisit..
Stay strong WNI 💪🏽🙃
Anak kucing diperkosa
Anak balita diperkosa
Bayi diperkosa
JADI INI BUKAN SOAL PAKAIAN, KELUAR RUMAH JAM BERAPA, PERGI KE MANA, DLL.
Laki2 harus belajar & ubah perilaku lebih adil gender, perempuan & anak (+ hewan) bukan objek seksual, jangan defensif, stop victim blaming & toxic masculinity.
Jangan tutup mata kalau MBG tuh memotong anggaran pendidikan dan kesehatan.
Jangan tutup mata kalau ratusan siswa keracunan karena MBG.
Jangan tutup mata karena MBG stok susu di swalayan habis.
Jangan tutup mata MBG memakan banyak sekali APBN
Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔
ADUH, NEGARA SIBUK AMAT
PESTA BABI, SUMATRA BLACKOUT, RUPIAH, KOPDES MERAH PUTIH. BENERAN BANYAK BGT YANG HARUS DIBAHAS TAPI RAKYAT INDON LEBIH MILIH FOKUSIN JULE HAMIL? GENDENG
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif?
Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi