pernah ngingetin
suatu saat, kalau video kesebar/ketahuan, kamu akan jadi target pelecehan seumur hidup
kamu hanya bikin cowok terobsesi pada hal yang salah, bukan mencintai dirimu (your face, your smile, pelukanmu, suaramu, dll)
lupain nasehat dari orang yang ngeselin ini
@Valhallaah betul, terakhir kali kejadian, adek belum bisa pulang langsung karena pagar masih ditutup, karena ada sholat bersama
ini toleransi atau telor asin?
gk ada pelajaran agama non muslim di sekolah negeri, itu termasuk diskriminasi
kolom agama dalam KTP hanya mengakui 6/7 agama, itu termasuk diskriminasi
dulu, warung makan harus di tutup di bulan puasa, itu juga diskriminasi
jualan daging babi didesak tutup, diskriminasi
@chccclatte mereka yang toleran masih belum tergerak hatinya, karena mereka hanya menganggap itu sebagai oknum dan kasusnya sudah selesai, tanpa berpikir diskriminasi masih dirasakan
mungkin sekitaran gk ada topik yang dibahas, ngomong sama sejurusan asik banget loh
walau yaa cuman cowok doang, cewek mah gk mau bahas politik-pemerintahan
apalagi sekelas yang pengen kerja ke jepang, obrolan makin banyak
Bambang Setiawan menjadi korban saat pembubaran paksa demonstrasi, 27 Agustus 2026. Ia tak ikut demo, hanya sedang mematikan lampu toko bingkai tempat ia mencari nafkah.
Pelakunya gerombolan berpakaian sipil. Diduga ada tiga โkelompok terkoordinasiโ yang diturunkan untuk melakukan kekerasan secara sporadis.
https://t.co/CVBCkVJ7OO
@hanniephanno jangankan ibadah, cuman kumpul berdoa di bubarin
ya sudahlah, tinggal cuci tangan berdalih cuman oknum, tanpa pernah memberikan kepastian kapan pembatasan terhadap semua non-muslim berakhir
@nonammee33 kelas sabtu-minggu? kelas agama?
gk usah mengalihkan, memang seharusnya kewajiban tugas sekolah negeri
coba dibalik, pendidikan agama Islam di sekolah negeri merupakan tanggung jawab mesjid.. aneh kan?
@nonammee33@nonammee33 kan salah sendiri, pemerintah mengadakan pelajaran agama di sekolah negeri
jangan lepas tangan, berdalih hanya sedikit orang, malah menormalisasikan ketimpangan, ada prinsip inklusivitas dalam sektor publik
kalau satu orang satu guru, kenapa emangnya?