@diasramadhan Dimas kamu dapetin Umrah gratis 🕋 dan Blibli Tiket Points senilai total IDR 7 juta 💰 di Top Sharer THR.
Caranya gampang, cuma share link sebanyak-banyaknya dan dapetin klik terbanyak! Yuk, ikutan👇
https://t.co/zfGVu79fyg
@GoToJATIASIH@tiket Dimas ngajak kamu dapetin Umrah gratis 🕋 dan Blibli Tiket Points senilai total IDR 7 juta 💰 di Top Sharer THR.
Caranya gampang, cuma share link sebanyak-banyaknya dan dapetin klik terbanyak! Yuk, ikutan👇
https://t.co/zfGVu79fyg
Dimas ngajak kamu dapetin Umrah gratis 🕋 dan Blibli Tiket Points senilai total IDR 7 juta 💰 di Top Sharer THR.
Caranya gampang, cuma share link sebanyak-banyaknya dan dapetin klik terbanyak! Yuk, ikutan👇
https://t.co/ByAAcyu7XG
Dimas ngajak kamu dapetin Umrah gratis 🕋 dan Blibli Tiket Points senilai total IDR 7 juta 💰 di Top Sharer THR.
Caranya gampang, cuma share link sebanyak-banyaknya dan dapetin klik terbanyak! Yuk, ikutan👇
https://t.co/ByAAcyu7XG
@FerlidaS7560 Nitip kak :D
Dimas Gelar ngajak kamu dapetin Umrah gratis 🕋 dan Blibli Tiket Points senilai total IDR 7 juta 💰 di Top Sharer THR.
Caranya gampang, cuma share link sebanyak-banyaknya dan dapetin klik terbanyak! Yuk, ikutan👇 https://t.co/ozMGQesFzZ
https://t.co/zfGVu79fyg
Genuinely curious:
Ada gak yaa anak jalanan/putus sekolah jadi punya motivasi lagi buat sekolah biar dapet makan gratis? dibanding siang siang harus ngamen/ngasong.
Penonaktifan anggota DPR RI oleh parpol hanya solusi hansaplas. Pengganti antarwaktu juga akan diambil dari daftar hasil Pemilu 2024. Kita butuh membentuk ulang sistem elektoral dari tata kelola pemilu hingga parpol kalau tidak ingin sekadar menunda sampai kemarahan berikutnya.
If you ask me, this feels kinda sus.
1) EP’s house is not exactly located in a residential area, unlike S’s. So the masses may not be from its surrounding.
2) They mostly wear dark clothes, masks, and helmets. Very different from Priok.
3) Guards do nothing (?)
Stay vigilant.
Diajak debat, kebanyakan berkelit. Didemo malah ngumpet di rumah mewahnya atau plesiran ke luar negeri. Di depan media sombong kali.
Katanya demo dijamin demokrasi, tapi malah dilindas rantis.
Negoro asu.
Dimas Gelar is inviting you to get extra cashback and score extra cheap deals during Holideals! 💰
Click this link before 22 July to join Share & Win and claim the cashback!
https://t.co/15FTsKObzV
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.